<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sidang Sengketa Pilpres, Hermansyah Curhat Pernah Ditusuk saat Akan Memberikan Kesaksian</title><description>Kubu Prabowo-Sandi menghadirkan saksi ketiga dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/19/605/2068364/sidang-sengketa-pilpres-hermansyah-curhat-pernah-ditusuk-saat-akan-memberikan-kesaksian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/19/605/2068364/sidang-sengketa-pilpres-hermansyah-curhat-pernah-ditusuk-saat-akan-memberikan-kesaksian"/><item><title>Sidang Sengketa Pilpres, Hermansyah Curhat Pernah Ditusuk saat Akan Memberikan Kesaksian</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/19/605/2068364/sidang-sengketa-pilpres-hermansyah-curhat-pernah-ditusuk-saat-akan-memberikan-kesaksian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/19/605/2068364/sidang-sengketa-pilpres-hermansyah-curhat-pernah-ditusuk-saat-akan-memberikan-kesaksian</guid><pubDate>Rabu 19 Juni 2019 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/19/605/2068364/sidang-sengketa-pilpres-hermansyah-curhat-pernah-ditusuk-saat-akan-memberikan-kesaksian-e9v5O8E455.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sidang gugatan Pilpres 2019 di MK (foto: Arief Julianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/19/605/2068364/sidang-sengketa-pilpres-hermansyah-curhat-pernah-ditusuk-saat-akan-memberikan-kesaksian-e9v5O8E455.jpg</image><title>Sidang gugatan Pilpres 2019 di MK (foto: Arief Julianto/Okezone)</title></images><description>

JAKARTA - Kubu Prabowo-Sandi menghadirkan saksi ketiga dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Adalah ahli IT Hermansyah yang menyampaikan keterangannya di muka sidang.

Dalam kesempatan itu, Anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah sempat bertanya kepada saksi apakah pernah mendapat kekerasan di jalanan. Hermansyah pun mengakui dirinya pernah dibacok beberapa orang di tahun 2017 lalu.

&quot;Saya pernah ditusuk di tol sekitar 2017, bulan Juli,&quot; kata Hermansyah di Ruang Sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).
Baca juga: Potong Pertanyaan Hakim, BW Diancam Diusir dari Ruang Sidang Sengketa Pilpres
Ia mengatakan, kekerasan fisik itu terjadi ketika dahulu dirinya ingin memberikan sebuah kesaksian di persidangan. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut persidangan apa yang dimaksud.

&quot;Ya intinya saya seperti sekarang ingin, bersaksi di persidangan (ketika terjadi penusukan itu),&quot; jelas Hermansyah.
Baca juga: Kuasa Hukum KPU Foto Alat Bukti, BW: Please Get Out!
Dia mengungkapkan, peristiwa pembacokan itu terjadi saat dirinya sedang mengendarai mobil di jalanan di Jakarta Timur. Mobilnya distop lalu dirinya ditusuk-tusuk di sekujur tubuhnya.

&quot;Saya enggak tahu sama sekali, mobil saya di stop dan saya ditusuk-tusuk, leher, saya nggak tahu pelakunya siapa,&quot; terang Hermansyah.

Saat ini, Hermansyah mengaku dekat dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Ia didapuk sebagai narasumber Fadli di bidang IT. Namun, ia tidak bergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Mengenai peristiwa kekerasan itu, Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin melontarkan pertanyaan kepada Hermansyah perihal peristiwa pembacokan yang dialaminya. &quot;Kekerasan itu apakah ada hubungannya dengan Pemilu?&quot; tanya Ali.

Hermansyah pun menjawab bahwa kekerasan yang dialaminya pada 2017 itu tidak berkaitan dengan hal-hal Pemilu. &quot;Tidak,&quot; singkatnya.

Seperti diketahui, pada 2017 lalu, ahli IT Hermansyah dibacok oleh sekawanan orang di Tol Jagorawi KM 6, Jakarta Timur. Berdasarkan keterangan polisi, motif pelaku membacok Hermansyah karena tindakan spontan saja lantaran serempetan mobil.

</description><content:encoded>

JAKARTA - Kubu Prabowo-Sandi menghadirkan saksi ketiga dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019. Adalah ahli IT Hermansyah yang menyampaikan keterangannya di muka sidang.

Dalam kesempatan itu, Anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah sempat bertanya kepada saksi apakah pernah mendapat kekerasan di jalanan. Hermansyah pun mengakui dirinya pernah dibacok beberapa orang di tahun 2017 lalu.

&quot;Saya pernah ditusuk di tol sekitar 2017, bulan Juli,&quot; kata Hermansyah di Ruang Sidang MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).
Baca juga: Potong Pertanyaan Hakim, BW Diancam Diusir dari Ruang Sidang Sengketa Pilpres
Ia mengatakan, kekerasan fisik itu terjadi ketika dahulu dirinya ingin memberikan sebuah kesaksian di persidangan. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut persidangan apa yang dimaksud.

&quot;Ya intinya saya seperti sekarang ingin, bersaksi di persidangan (ketika terjadi penusukan itu),&quot; jelas Hermansyah.
Baca juga: Kuasa Hukum KPU Foto Alat Bukti, BW: Please Get Out!
Dia mengungkapkan, peristiwa pembacokan itu terjadi saat dirinya sedang mengendarai mobil di jalanan di Jakarta Timur. Mobilnya distop lalu dirinya ditusuk-tusuk di sekujur tubuhnya.

&quot;Saya enggak tahu sama sekali, mobil saya di stop dan saya ditusuk-tusuk, leher, saya nggak tahu pelakunya siapa,&quot; terang Hermansyah.

Saat ini, Hermansyah mengaku dekat dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Ia didapuk sebagai narasumber Fadli di bidang IT. Namun, ia tidak bergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Mengenai peristiwa kekerasan itu, Kuasa Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin melontarkan pertanyaan kepada Hermansyah perihal peristiwa pembacokan yang dialaminya. &quot;Kekerasan itu apakah ada hubungannya dengan Pemilu?&quot; tanya Ali.

Hermansyah pun menjawab bahwa kekerasan yang dialaminya pada 2017 itu tidak berkaitan dengan hal-hal Pemilu. &quot;Tidak,&quot; singkatnya.

Seperti diketahui, pada 2017 lalu, ahli IT Hermansyah dibacok oleh sekawanan orang di Tol Jagorawi KM 6, Jakarta Timur. Berdasarkan keterangan polisi, motif pelaku membacok Hermansyah karena tindakan spontan saja lantaran serempetan mobil.

</content:encoded></item></channel></rss>
