<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puluhan Peserta Tahlil Akbar 266 di Bawah Umur: 'Kami Ingin Imam Besar Habib Rizieq Pulang'</title><description>Puluhan peserta Tahlil Akbar 266 di bawah umur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/26/338/2071002/puluhan-peserta-tahlil-akbar-266-di-bawah-umur-kami-ingin-imam-besar-habib-rizieq-pulang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/26/338/2071002/puluhan-peserta-tahlil-akbar-266-di-bawah-umur-kami-ingin-imam-besar-habib-rizieq-pulang"/><item><title>Puluhan Peserta Tahlil Akbar 266 di Bawah Umur: 'Kami Ingin Imam Besar Habib Rizieq Pulang'</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/26/338/2071002/puluhan-peserta-tahlil-akbar-266-di-bawah-umur-kami-ingin-imam-besar-habib-rizieq-pulang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/26/338/2071002/puluhan-peserta-tahlil-akbar-266-di-bawah-umur-kami-ingin-imam-besar-habib-rizieq-pulang</guid><pubDate>Rabu 26 Juni 2019 09:51 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/26/338/2071002/puluhan-peserta-tahlil-akbar-266-di-bawah-umur-kami-ingin-imam-besar-habib-rizieq-pulang-GWppyT1QSg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Antaranews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/26/338/2071002/puluhan-peserta-tahlil-akbar-266-di-bawah-umur-kami-ingin-imam-besar-habib-rizieq-pulang-GWppyT1QSg.jpg</image><title>(Foto: Antaranews)</title></images><description>JAKARTA - Puluhan orang yang ikut aksi Tahlil Akbar 266 di Bundaran Patung Kuda Monas, Jakarta, berusia di bawah 17 tahun, seperti diberitakan Antaranews.
&quot;Kami dari Cianjur, Jawa Barat, datang ke sini sekitar 25 orang,&quot; kata peserta aksi berinisial RJ (17), di Jakarta, Rabu (26/6/2019).
Ia bersama rekannya yang lain masih berstatus pelajar di sebuah pesantren di Jawa Barat.
RJ mengaku datang karena keinginan pribadi, bukan perintah dari orang-orang tertentu atau pesantren tempatnya menimba ilmu.
&quot;Pesantren membolehkan. Saya ke sini tidak disuruh siapa-siapa, panggilan hati saja,&quot; kata RJ.
(Baca juga: Polri Akan Bubarkan Massa yang Demo di MK)
Ia dan rekan satu pesantren berangkat menuju Ibu Kota sejak Selasa (25/6) siang, menumpang pada truk-truk barang.

&quot;Kami nebeng gratis, kami duduk di tengah (bak) truk,&quot; katanya.
Rekan RJ lainnya, AD (16) yang juga berasal dari Jawa Barat mengaku tahu ada aksi tersebut dari selebaran undangan Tahlil Akbar yang beredar di media sosial.
&quot;Tidak ada yang menyuruh kami datang, ke sini karena panggilan hati, ingin imam besar Habib Rizieq Shihab bisa pulang ke Indonesia,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Puluhan orang yang ikut aksi Tahlil Akbar 266 di Bundaran Patung Kuda Monas, Jakarta, berusia di bawah 17 tahun, seperti diberitakan Antaranews.
&quot;Kami dari Cianjur, Jawa Barat, datang ke sini sekitar 25 orang,&quot; kata peserta aksi berinisial RJ (17), di Jakarta, Rabu (26/6/2019).
Ia bersama rekannya yang lain masih berstatus pelajar di sebuah pesantren di Jawa Barat.
RJ mengaku datang karena keinginan pribadi, bukan perintah dari orang-orang tertentu atau pesantren tempatnya menimba ilmu.
&quot;Pesantren membolehkan. Saya ke sini tidak disuruh siapa-siapa, panggilan hati saja,&quot; kata RJ.
(Baca juga: Polri Akan Bubarkan Massa yang Demo di MK)
Ia dan rekan satu pesantren berangkat menuju Ibu Kota sejak Selasa (25/6) siang, menumpang pada truk-truk barang.

&quot;Kami nebeng gratis, kami duduk di tengah (bak) truk,&quot; katanya.
Rekan RJ lainnya, AD (16) yang juga berasal dari Jawa Barat mengaku tahu ada aksi tersebut dari selebaran undangan Tahlil Akbar yang beredar di media sosial.
&quot;Tidak ada yang menyuruh kami datang, ke sini karena panggilan hati, ingin imam besar Habib Rizieq Shihab bisa pulang ke Indonesia,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
