<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi: Belum Ada Pemberitahuan Demo saat Penetapan Presiden Terpilih</title><description>Di gedung KPU ada 10.000 orang personel. Personel keamanan tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/29/605/2072659/polisi-belum-ada-pemberitahuan-demo-saat-penetapan-presiden-terpilih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/29/605/2072659/polisi-belum-ada-pemberitahuan-demo-saat-penetapan-presiden-terpilih"/><item><title>Polisi: Belum Ada Pemberitahuan Demo saat Penetapan Presiden Terpilih</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/29/605/2072659/polisi-belum-ada-pemberitahuan-demo-saat-penetapan-presiden-terpilih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/29/605/2072659/polisi-belum-ada-pemberitahuan-demo-saat-penetapan-presiden-terpilih</guid><pubDate>Sabtu 29 Juni 2019 20:54 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/29/605/2072659/polisi-belum-ada-pemberitahuan-demo-saat-penetapan-presiden-terpilih-oChATbfZV1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/29/605/2072659/polisi-belum-ada-pemberitahuan-demo-saat-penetapan-presiden-terpilih-oChATbfZV1.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan hingga hari ini belum ada permohonan aksi saat rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU), Minggu 30 Juni 2019.

&quot;Belum ada (permohonan demonstrasi), semoga lancar-lancar saja dan berjalan baik,&quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta seperti dikutip Antaranews, Sabtu (29/6/2019).

Saat ditanya jika ada permohonan dari kelompok massa untuk melaksanakan aksi di sekitar Gedung KPU RI saat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih, akan mengikuti Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

&quot;Jadi, gini kali sekelompok massa yang akan lakukan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tentu sesuai dengan undang-undang, itu akan dikoordinasikan dengan korlapnya untuk per 100 orang, asalnya dari mana, nanti diputuskan, yang jelas jika mengganggu ketertiban umum akan ada pertimbangan khusus,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Empat Catatan LSI Denny JA di Pilpres 2019&amp;nbsp;
Secara total personel keamanan yang dikerahkan untuk pengamanan Jakarta sebanyak 47.000 orang yang akan ditempatkan di berbagai titik vital, seperti istana, Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Gedung Bawaslu RI, Gedung DPR/MPR RI, dan KPU RI.
&amp;nbsp;
Di gedung KPU, personel yang disiapkan sekitar 10.000 orang. Personel keamanan tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta.

Untuk pengamanan anggota dan staf KPU, pihak Polda Metro Jaya menyatakan bahwa itu situasional dan akan dilakukan jika dibutuhkan.

&quot;Jika merasa ada ancaman dan membutuhkan pengamanan, kami siap mengamankan, sifatnya situasional. Sama seperti rekayasa lalin juga situasional. Namun, untuk yang lalin itu, subjektivitas petugas di lapangan. Akan tetapi, skema rekayasanya sudah terbentuk,&quot; ucap Argo.
Baca Juga:&amp;nbsp;PKS: Prabowo Beri Ucapan Selamat ke Jokowi Usai Penetapan KPU&amp;nbsp;
KPU akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih oleh  KPU Minggu 30 Juni pukul 15.30 WIB di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat.

Penetapan calon terpilih menindaklanjuti putusan MK yang menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden/wakil presiden RI Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Dengan demikian, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan dinyatakan sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.</description><content:encoded>JAKARTA - Polda Metro Jaya menyatakan hingga hari ini belum ada permohonan aksi saat rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum ( KPU), Minggu 30 Juni 2019.

&quot;Belum ada (permohonan demonstrasi), semoga lancar-lancar saja dan berjalan baik,&quot; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta seperti dikutip Antaranews, Sabtu (29/6/2019).

Saat ditanya jika ada permohonan dari kelompok massa untuk melaksanakan aksi di sekitar Gedung KPU RI saat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih, akan mengikuti Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

&quot;Jadi, gini kali sekelompok massa yang akan lakukan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tentu sesuai dengan undang-undang, itu akan dikoordinasikan dengan korlapnya untuk per 100 orang, asalnya dari mana, nanti diputuskan, yang jelas jika mengganggu ketertiban umum akan ada pertimbangan khusus,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Empat Catatan LSI Denny JA di Pilpres 2019&amp;nbsp;
Secara total personel keamanan yang dikerahkan untuk pengamanan Jakarta sebanyak 47.000 orang yang akan ditempatkan di berbagai titik vital, seperti istana, Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Gedung Bawaslu RI, Gedung DPR/MPR RI, dan KPU RI.
&amp;nbsp;
Di gedung KPU, personel yang disiapkan sekitar 10.000 orang. Personel keamanan tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemprov DKI Jakarta.

Untuk pengamanan anggota dan staf KPU, pihak Polda Metro Jaya menyatakan bahwa itu situasional dan akan dilakukan jika dibutuhkan.

&quot;Jika merasa ada ancaman dan membutuhkan pengamanan, kami siap mengamankan, sifatnya situasional. Sama seperti rekayasa lalin juga situasional. Namun, untuk yang lalin itu, subjektivitas petugas di lapangan. Akan tetapi, skema rekayasanya sudah terbentuk,&quot; ucap Argo.
Baca Juga:&amp;nbsp;PKS: Prabowo Beri Ucapan Selamat ke Jokowi Usai Penetapan KPU&amp;nbsp;
KPU akan menggelar rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih oleh  KPU Minggu 30 Juni pukul 15.30 WIB di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat.

Penetapan calon terpilih menindaklanjuti putusan MK yang menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden/wakil presiden RI Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Dengan demikian, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan dinyatakan sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih.</content:encoded></item></channel></rss>
