<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Manuver Golkar DKI Jelang Munas: Pagi Dukung Bamsoet, Malam Cabut Dukungan</title><description>Partai Golkar bersiap menggelar musyawarah nasional (munas) 2019 ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/30/338/2072898/manuver-golkar-dki-jelang-munas-pagi-dukung-bamsoet-malam-cabut-dukungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/30/338/2072898/manuver-golkar-dki-jelang-munas-pagi-dukung-bamsoet-malam-cabut-dukungan"/><item><title>Manuver Golkar DKI Jelang Munas: Pagi Dukung Bamsoet, Malam Cabut Dukungan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/30/338/2072898/manuver-golkar-dki-jelang-munas-pagi-dukung-bamsoet-malam-cabut-dukungan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/30/338/2072898/manuver-golkar-dki-jelang-munas-pagi-dukung-bamsoet-malam-cabut-dukungan</guid><pubDate>Minggu 30 Juni 2019 22:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/30/338/2072898/manuver-golkar-dki-jelang-munas-pagi-dukung-bamsoet-malam-cabut-dukungan-d8FVhE4lph.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/30/338/2072898/manuver-golkar-dki-jelang-munas-pagi-dukung-bamsoet-malam-cabut-dukungan-d8FVhE4lph.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Partai Golkar bersiap menggelar musyawarah nasional (munas) 2019 ini. Manuver dukung-mendukung pemilik suara pada nama bakal kandidat pun mulai muncul ke permukaan.

Belum lama ini, Ketua DPD II Golkar Jakarta Selatan Muhammad Ikhsan Ingatubun bersama Ketua DPD II se DKI Jakarta memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Akan tetapi, para Ketua DPD II DKI Jakarta yang sebelumnya berkomitmen mendukung pencalonan Bamsoet, tiba-tiba mencabut pernyataan tersebut.

&quot;Perlu kami sampaikan pertemuan tersebut berdasarkan hasil kesepakatan dari 6 ketua wilayah berdasarkan undangan silaturahmi dari pihak pak Bamsoet,&quot; kata Plt Ketua DPD Golkar tingkat kota Jakarta Pusat, Basri Baco saat konferensi pers di kantor DPD Golkar, Cikini, Jakarta Pusat.

(Baca Juga: DPD DKI Tegaskan Belum Mendukung Siapapun Jadi Caketum Golkar)

Basri mengungkapkan, pertemuan dengan Bamsoet sebelumnya, tanpa persetujuan dan izin dari Ketum Golkar dan Plt Ketua Golkar DKI. Basri juga menjelaskan dukungan untuk Bamsoet juga belum berkoordinasi dengan para pimpinan partai.

Hal ini mengundang reaksi dari kader Golkar lainnya. Salah satunya, H Devi Andita, mantan wasekjen era kepemimpinan Abu Rizal Bakri, yang ikut pada pertemuan silaturahmi para Ketua DPD II dari DKI tersebut.

&quot;Mereka hadir bersilaturahmi dan memberikan dukungan kepada Mas Bambang Soesatyo di kediamannya itu bukan karena Mas Bambang yang undang. Tapi  mereka datang karena kesadaran inisiasi mereka sendiri. Murni kesepakatan aspirasi dan atas kesadaran mereka sendiri,&quot; ungkap Devi.



Apa yang diungkap Devi diamini oleh Ikhsan. &quot;Iya, betul. Itu berdasarkan kesepakatan dan kesadaran kami para ketua,&quot; jelas Ikhsan.

Jika kemudian mereka mencabut kembali dukungannya, Devi justru menduga akan membuat pihak lain jadi bertanya-tanya ada apa di balik pencabutan tersebut. Menurutnya, tentu ada pemicu di belakangnya.

&quot;Pagi mendukung, eh malamnya dicabut lagi. Ada apa ini?&quot; tanya Devi.

Devi mensinyalir ada upaya praktik tangan besi kepada kader DKI  Jakarta. Menurutnya, tak mungkin teman-teman DKI tiba-tiba mencabut  dukungan yang diberikan sebelumnya jika tidak ada tekanan dari pimpinan  di atasnya saat ini.

&quot;Belum pemilihan, para kader baru memberikan dukungan saja sudah  ditekan-tekan. Ini tanda kepemimpinan di partai saat ini tak suka riak  demokrasi di internal partai. Padahal, partai Golkar adalah partai yang  terbuka, demokratis dan sangat menghargai pendapat para kadernya,&quot; ujar  Devi.

Bahkan, Devi juga menilai peristiwa tersebut (pencabutan dukungan)  sebagai bentuk tirani dari kepemimpinan partai hari ini di tengah  keterpurukan partai. Keterpurukan tersebut, menurut Devi, ditandai oleh  penurunan jumlah kursi Di DPR RI.

Devi berharap, Partai Golkar ke depannya perlu pemimpin yang  demokratis, tidak birokratis dan mau mendengar serta memahami para  anggotanya. &quot;Hal itu ada pada Bamsoet, seorang kader yang terlahir dari  masyarakat biasa,&quot; tutur dia.

</description><content:encoded>JAKARTA - Partai Golkar bersiap menggelar musyawarah nasional (munas) 2019 ini. Manuver dukung-mendukung pemilik suara pada nama bakal kandidat pun mulai muncul ke permukaan.

Belum lama ini, Ketua DPD II Golkar Jakarta Selatan Muhammad Ikhsan Ingatubun bersama Ketua DPD II se DKI Jakarta memberikan dukungan kepada Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Akan tetapi, para Ketua DPD II DKI Jakarta yang sebelumnya berkomitmen mendukung pencalonan Bamsoet, tiba-tiba mencabut pernyataan tersebut.

&quot;Perlu kami sampaikan pertemuan tersebut berdasarkan hasil kesepakatan dari 6 ketua wilayah berdasarkan undangan silaturahmi dari pihak pak Bamsoet,&quot; kata Plt Ketua DPD Golkar tingkat kota Jakarta Pusat, Basri Baco saat konferensi pers di kantor DPD Golkar, Cikini, Jakarta Pusat.

(Baca Juga: DPD DKI Tegaskan Belum Mendukung Siapapun Jadi Caketum Golkar)

Basri mengungkapkan, pertemuan dengan Bamsoet sebelumnya, tanpa persetujuan dan izin dari Ketum Golkar dan Plt Ketua Golkar DKI. Basri juga menjelaskan dukungan untuk Bamsoet juga belum berkoordinasi dengan para pimpinan partai.

Hal ini mengundang reaksi dari kader Golkar lainnya. Salah satunya, H Devi Andita, mantan wasekjen era kepemimpinan Abu Rizal Bakri, yang ikut pada pertemuan silaturahmi para Ketua DPD II dari DKI tersebut.

&quot;Mereka hadir bersilaturahmi dan memberikan dukungan kepada Mas Bambang Soesatyo di kediamannya itu bukan karena Mas Bambang yang undang. Tapi  mereka datang karena kesadaran inisiasi mereka sendiri. Murni kesepakatan aspirasi dan atas kesadaran mereka sendiri,&quot; ungkap Devi.



Apa yang diungkap Devi diamini oleh Ikhsan. &quot;Iya, betul. Itu berdasarkan kesepakatan dan kesadaran kami para ketua,&quot; jelas Ikhsan.

Jika kemudian mereka mencabut kembali dukungannya, Devi justru menduga akan membuat pihak lain jadi bertanya-tanya ada apa di balik pencabutan tersebut. Menurutnya, tentu ada pemicu di belakangnya.

&quot;Pagi mendukung, eh malamnya dicabut lagi. Ada apa ini?&quot; tanya Devi.

Devi mensinyalir ada upaya praktik tangan besi kepada kader DKI  Jakarta. Menurutnya, tak mungkin teman-teman DKI tiba-tiba mencabut  dukungan yang diberikan sebelumnya jika tidak ada tekanan dari pimpinan  di atasnya saat ini.

&quot;Belum pemilihan, para kader baru memberikan dukungan saja sudah  ditekan-tekan. Ini tanda kepemimpinan di partai saat ini tak suka riak  demokrasi di internal partai. Padahal, partai Golkar adalah partai yang  terbuka, demokratis dan sangat menghargai pendapat para kadernya,&quot; ujar  Devi.

Bahkan, Devi juga menilai peristiwa tersebut (pencabutan dukungan)  sebagai bentuk tirani dari kepemimpinan partai hari ini di tengah  keterpurukan partai. Keterpurukan tersebut, menurut Devi, ditandai oleh  penurunan jumlah kursi Di DPR RI.

Devi berharap, Partai Golkar ke depannya perlu pemimpin yang  demokratis, tidak birokratis dan mau mendengar serta memahami para  anggotanya. &quot;Hal itu ada pada Bamsoet, seorang kader yang terlahir dari  masyarakat biasa,&quot; tutur dia.

</content:encoded></item></channel></rss>
