<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TKN: Pemerintah yang Kuat Butuh Oposisi</title><description>TKN menyarankan partai-partai yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tetap menjadi oposisi</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/30/605/2072747/tkn-pemerintah-yang-kuat-butuh-oposisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/06/30/605/2072747/tkn-pemerintah-yang-kuat-butuh-oposisi"/><item><title>TKN: Pemerintah yang Kuat Butuh Oposisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/06/30/605/2072747/tkn-pemerintah-yang-kuat-butuh-oposisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/06/30/605/2072747/tkn-pemerintah-yang-kuat-butuh-oposisi</guid><pubDate>Minggu 30 Juni 2019 09:10 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/06/30/605/2072747/tkn-pemerintah-yang-kuat-butuh-oposisi-CQGyi1SRrB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Irma Suryani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/06/30/605/2072747/tkn-pemerintah-yang-kuat-butuh-oposisi-CQGyi1SRrB.jpg</image><title>Irma Suryani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Maruf, Irma Suryani Chaniago menyarankan partai-partai yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tetap menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi-Maruf.
Namun, Irma berpesan jika partai-partai menjadi Oposisi, jadilah oposisi yang elegan. Sehingga dengan keberadaan partai oposisi yang elegan dapat membangun pemerintahan Jokowi - Maruf.
&quot;Saya sih berpikirnya pemerintah yang kuat itu butuh oposisi. tapi oposisinya yang elegan. Jadi menurut saya tetap harus ada oposisi dong,&quot; katanya kepada Okezone, Minggu (30/6/2019).
Baca Juga: Hari Ini Jokowi Ditetapkan Sebagai Presiden Terpilih, 10 Ribu TNI-Polri Dikerahkan ke KPU

Irma percaya, jika menjadi partai oposisi yang konstruktif dan elegan dapat meningkatkan elektabilitas partainya di kemudian hari. Akan tetapi jika menempatkan oposisi sebagai pengacau pemerintah justru akan merusak citra partai dan para tokohnya
&quot;Oposisi yang konstruktif itu yang membangun. Bukan oposisi yang kacau istilahnya enggak karuan. Untuk bisa menang kedepan. Kalau isinya sumpah serapah enggak ada gunanya juga kan. Masyarakat malah makin tambah illfeel,&quot; bebernya.Saat ditanya, apakah nantinya akan membuka lebar para partai yang  sebelumnya mendukung Prabowo -Sandia Uno. Irma mengaku mempersilakan.  Namun harus memiliki komitmen yang kuat.
&quot;Kedepan ini enggak bisa  lagi orang berkoalisi tanpa komitmen yang jelas. Enggak ada lagi sekedar  pragmatis atau duduk cari jabatan menteri tapi bukannya bantu malah  recokin dari dalam. Jadi untuk apa kaya gitu, lebih baik enggak usah  sama sekali. Kalau mau gabung harus ada kejelasan sikap enggak mendua  lagi gitu. Jangan jadi duri dalam daging,&quot; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Maruf, Irma Suryani Chaniago menyarankan partai-partai yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tetap menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi-Maruf.
Namun, Irma berpesan jika partai-partai menjadi Oposisi, jadilah oposisi yang elegan. Sehingga dengan keberadaan partai oposisi yang elegan dapat membangun pemerintahan Jokowi - Maruf.
&quot;Saya sih berpikirnya pemerintah yang kuat itu butuh oposisi. tapi oposisinya yang elegan. Jadi menurut saya tetap harus ada oposisi dong,&quot; katanya kepada Okezone, Minggu (30/6/2019).
Baca Juga: Hari Ini Jokowi Ditetapkan Sebagai Presiden Terpilih, 10 Ribu TNI-Polri Dikerahkan ke KPU

Irma percaya, jika menjadi partai oposisi yang konstruktif dan elegan dapat meningkatkan elektabilitas partainya di kemudian hari. Akan tetapi jika menempatkan oposisi sebagai pengacau pemerintah justru akan merusak citra partai dan para tokohnya
&quot;Oposisi yang konstruktif itu yang membangun. Bukan oposisi yang kacau istilahnya enggak karuan. Untuk bisa menang kedepan. Kalau isinya sumpah serapah enggak ada gunanya juga kan. Masyarakat malah makin tambah illfeel,&quot; bebernya.Saat ditanya, apakah nantinya akan membuka lebar para partai yang  sebelumnya mendukung Prabowo -Sandia Uno. Irma mengaku mempersilakan.  Namun harus memiliki komitmen yang kuat.
&quot;Kedepan ini enggak bisa  lagi orang berkoalisi tanpa komitmen yang jelas. Enggak ada lagi sekedar  pragmatis atau duduk cari jabatan menteri tapi bukannya bantu malah  recokin dari dalam. Jadi untuk apa kaya gitu, lebih baik enggak usah  sama sekali. Kalau mau gabung harus ada kejelasan sikap enggak mendua  lagi gitu. Jangan jadi duri dalam daging,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
