<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Khofifah Bantah Rekomendasikan Haris Hasanuddin Jadi Kakanwil Kemenag Jatim</title><description>Khofifah bantah telah memberikan rekomendasi kepada Romi agar Haris Hasanuddin dijadikan sebagai KaKanwil Kemenag Jawa Timur</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/03/337/2074152/khofifah-bantah-rekomendasikan-haris-hasanuddin-jadi-kakanwil-kemenag-jatim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/03/337/2074152/khofifah-bantah-rekomendasikan-haris-hasanuddin-jadi-kakanwil-kemenag-jatim"/><item><title>Khofifah Bantah Rekomendasikan Haris Hasanuddin Jadi Kakanwil Kemenag Jatim</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/03/337/2074152/khofifah-bantah-rekomendasikan-haris-hasanuddin-jadi-kakanwil-kemenag-jatim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/03/337/2074152/khofifah-bantah-rekomendasikan-haris-hasanuddin-jadi-kakanwil-kemenag-jatim</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2019 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/03/337/2074152/khofifah-bantah-rekomendasikan-haris-hasanuddin-jadi-kakanwil-kemenag-jatim-Z4NE9L0WpJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Jawa Timur Khofifah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/03/337/2074152/khofifah-bantah-rekomendasikan-haris-hasanuddin-jadi-kakanwil-kemenag-jatim-Z4NE9L0WpJ.jpg</image><title>Gubernur Jawa Timur Khofifah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membantah telah memberikan rekomendasi kepada eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi agar Haris Hasanuddin dijadikan sebagai Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan oleh Khofifah ketika dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan suap suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).
&quot;Tidak (pernah merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil Kemenag Jatim),&quot; kata Khofifah menjawab pertanyaan Jaksa penuntut umum KPK di persidangan.
Kendati demikian, Politikus PKB itu mengaku memang pernah menanyakan kelanjutan dari pelantikan Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil Kemenag di Jatim kepada Romi.
Namun, Khofifah menekankan, hal itu hanya menyampaikan pesan dari pengasuh Pondok Pesantren di Jatim, Kiai Asep Saifuddin Halim agar menanyakan soal pelantikan dari Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil.
&quot;Ada WA di awal Februari. isinya meminta saya hadir pada kampanye 10 April. Saya bilang ya Insya Allah saya akan hadir. Kemudian karena saya diminta oleh Kiai Asep menanyakan bahwa Pak Haris sesunggungnya sudah selesai dan kenapa tidak dilantik. Saya diminta tanya,&quot; papar Khofifah.

(Baca Juga: Khofifah Jawab soal Kedekatan Dengan Para Terdakwa Kasus Jual-Beli Jabatan Kemenag)
Khofifah menjelaskan, maksud dari Kiai Asep hanya sebatas menanyakan kelanjutan dari proses pemilihan tersebut. Mengingat, Haris telah terpilih namun belum dilantik.
Sehingga, ketika melakukan percakapan dengan Romi, Khofifah menyampaikan pesan Kiai Asep yang takut nantinya proses pelantikan dari Haris &quot;masuk angin&quot;.
&quot;Kebetulan mas Romi WA, jadi saya jawab di WA itu 'awas kanginan' (masuk angin),&quot; ujar Khofifah.Dalam perkara ini, Romi menyeret Khofifah dan pengasuh Ponpes, Kiai  Asep Saifuddin Halim sebagai salah satu orang yang merekomendasikan  Haris Hasanuddin.
Romi menyatakan bahwa mendapat masukan dari  Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin terkait kelayakan Haris Hasanuddin  dalam seleksi &amp;lrm;promosi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim. Padahal, Haris  tidak layak menjadi Kakanwil Kemenag Jatim karena terkena sanksi  disiplin.
&quot;Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya. Beliau Gubernur  terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'Mas Romi, percayalah dengan  Haris, karena Haris ini orang yang kerjanya bagus,&quot; ungkap Romi saat  menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Maret  2019, lalu.

Nama Khofifah kembali muncul ketika Menteri Agama  (Menag)&amp;lrm;, Lukman Hakim Saifuddin&amp;lrm; bersaksi&amp;lrm; di sidang perkara dugaan  suap jual-beli jabatan digelar pada Rabu, 2 Juni 2019. Saat itu, Menag  mengakui bahwa Romi pernah mendapat aspirasi dari Khofifah terkait Haris  Hasanuddin.
&quot;Yang terkait dengan saudara Haris, seinget saya  saudara Romahurmuziy pernah menyampaikan kepada saya itu mendapat  semacam rekomendasi dari pejabat, Gubernur Jatim beberapa tokoh ulama  memberi apresiasi saudara Haris. Itu hanya sebagai saran dan masukan,&quot;  kata Lukman Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membantah telah memberikan rekomendasi kepada eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romi agar Haris Hasanuddin dijadikan sebagai Kepala Kantor Wilayah (KaKanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan oleh Khofifah ketika dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan suap suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).
&quot;Tidak (pernah merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil Kemenag Jatim),&quot; kata Khofifah menjawab pertanyaan Jaksa penuntut umum KPK di persidangan.
Kendati demikian, Politikus PKB itu mengaku memang pernah menanyakan kelanjutan dari pelantikan Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil Kemenag di Jatim kepada Romi.
Namun, Khofifah menekankan, hal itu hanya menyampaikan pesan dari pengasuh Pondok Pesantren di Jatim, Kiai Asep Saifuddin Halim agar menanyakan soal pelantikan dari Haris Hasanuddin sebagai KaKanwil.
&quot;Ada WA di awal Februari. isinya meminta saya hadir pada kampanye 10 April. Saya bilang ya Insya Allah saya akan hadir. Kemudian karena saya diminta oleh Kiai Asep menanyakan bahwa Pak Haris sesunggungnya sudah selesai dan kenapa tidak dilantik. Saya diminta tanya,&quot; papar Khofifah.

(Baca Juga: Khofifah Jawab soal Kedekatan Dengan Para Terdakwa Kasus Jual-Beli Jabatan Kemenag)
Khofifah menjelaskan, maksud dari Kiai Asep hanya sebatas menanyakan kelanjutan dari proses pemilihan tersebut. Mengingat, Haris telah terpilih namun belum dilantik.
Sehingga, ketika melakukan percakapan dengan Romi, Khofifah menyampaikan pesan Kiai Asep yang takut nantinya proses pelantikan dari Haris &quot;masuk angin&quot;.
&quot;Kebetulan mas Romi WA, jadi saya jawab di WA itu 'awas kanginan' (masuk angin),&quot; ujar Khofifah.Dalam perkara ini, Romi menyeret Khofifah dan pengasuh Ponpes, Kiai  Asep Saifuddin Halim sebagai salah satu orang yang merekomendasikan  Haris Hasanuddin.
Romi menyatakan bahwa mendapat masukan dari  Khofifah dan Kiai Asep Saifuddin terkait kelayakan Haris Hasanuddin  dalam seleksi &amp;lrm;promosi jabatan Kakanwil Kemenag Jatim. Padahal, Haris  tidak layak menjadi Kakanwil Kemenag Jatim karena terkena sanksi  disiplin.
&quot;Ibu Khofifah Indar Parawansa, misalnya. Beliau Gubernur  terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'Mas Romi, percayalah dengan  Haris, karena Haris ini orang yang kerjanya bagus,&quot; ungkap Romi saat  menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 22 Maret  2019, lalu.

Nama Khofifah kembali muncul ketika Menteri Agama  (Menag)&amp;lrm;, Lukman Hakim Saifuddin&amp;lrm; bersaksi&amp;lrm; di sidang perkara dugaan  suap jual-beli jabatan digelar pada Rabu, 2 Juni 2019. Saat itu, Menag  mengakui bahwa Romi pernah mendapat aspirasi dari Khofifah terkait Haris  Hasanuddin.
&quot;Yang terkait dengan saudara Haris, seinget saya  saudara Romahurmuziy pernah menyampaikan kepada saya itu mendapat  semacam rekomendasi dari pejabat, Gubernur Jatim beberapa tokoh ulama  memberi apresiasi saudara Haris. Itu hanya sebagai saran dan masukan,&quot;  kata Lukman Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.</content:encoded></item></channel></rss>
