<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantul Dua Bulan Tak Turun Hujan, BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan</title><description>BMKG memperkirakan puncak musim kemarau pada bulan Agustus nanti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/03/510/2074316/bantul-dua-bulan-tak-turun-hujan-bmkg-tetapkan-status-awas-kekeringan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/03/510/2074316/bantul-dua-bulan-tak-turun-hujan-bmkg-tetapkan-status-awas-kekeringan"/><item><title>Bantul Dua Bulan Tak Turun Hujan, BMKG Tetapkan Status Awas Kekeringan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/03/510/2074316/bantul-dua-bulan-tak-turun-hujan-bmkg-tetapkan-status-awas-kekeringan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/03/510/2074316/bantul-dua-bulan-tak-turun-hujan-bmkg-tetapkan-status-awas-kekeringan</guid><pubDate>Rabu 03 Juli 2019 23:29 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/03/510/2074316/bantul-dua-bulan-tak-turun-hujan-bmkg-tetapkan-status-awas-kekeringan-ykSR7BEV25.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/03/510/2074316/bantul-dua-bulan-tak-turun-hujan-bmkg-tetapkan-status-awas-kekeringan-ykSR7BEV25.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>YOGYAKARTA - Empat kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditetapkan awas dan waspada kekeringan oleh Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta. Menyusul tidak adanya hujan yang mengguyur kawasan ini.
Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta Etik Setyaningrum mengatakan dari hasil pemantaua cuaca di wilayah DIY, curah hujannya rendah. Bahkan ada wilayah yang sudah tidak ada hujan selama dua bulan terakhir.
Status Awas ditetapkan dengan mendasarkan pada Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 61 hari dan prospek curah hujan rendah kurang dari 10 mm per 10 hari.
Status Awas ini terjadi di Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo. Di Kabupaten Bantul  meliputi Kecamatan Kasihan, Jetis, Imogiri, Pajangan, Pandak, Bantul, Sewon, Banguntapan dan  Piyungan. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul meliputi Kecamatan Tanjungsari, Paliyan, Girisubo, Rongkop, Karangmojo, Ponjong, Wonosari, Saptosari, Semanu, dan Tepus. Di Kabupaten Kulonprogo hanya ada satu kecamatan yakni Kecamatan Panjatan.

&quot;Di wilayah awas ini tidak ada hujan sudah lebih dari 61 hari dan prospek curah hujannya rendah,&quot; terang Etik dalam siaran persnya, Rabu (3/7/2019).
Sedangkan untuk status Siaga, mendasarkan pada hari tanpa hujan lebih dari 31 hari dan prospek hujan kurang dari 10 mm per 10 hari. Ini terjadi di empat Kabupaten Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul dan Sleman.
Di Kabupaten Bantul, meliputi Pleret, Piyungan, Bambanglipuro, Pundong, Dlingo, Kretek, Kasihan dan Sedayu. Kabupaten Sleman meliputi, Berbah, Prambanan, Ngemplak, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Minggir, Kalasan, Ngemplak, Pakem, Depok, Gamping, Turi, Godean, Sleman, dan Ngaglik). Untuk Kabupaten Kulonprogo  terdiri dari Kecamatan Kokap, Pengasih dan Girimulyo). Sedangkan di Kabuoaten Gunungkidul meliputi Patuk, Purwosari, Ngawen, Nglipar, Playen dan Semin.
&quot;Dari monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan seluruh DIY sudah memasuki  musim kemarau dan secara periodik menguat setiap bulannya,&quot; terangnya.
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau pada bulan Agustus nanti. Sedangkan curah hujan untuk tiga bulan kedepan Juli, Agustus sampai September berkisar antara 0 sampai 10 mm per bulan, atau kriterianya rendah.Pantauan BMKG dan beberapa Lembaga Internasional terhadap kejadian  anomali iklim global di Samudera Pasifik, tambah Etik, menunjukkan  kondisi El Nino Lemah.
Sedangkan Anomali SST di wilayah Samudera Hindia  menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini  diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Oktober November  Desember (OND) 2019.
Untuk itulah masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati  terhadap kekeringan. Kondisi ini bisa berdampak terjadap sektor  pertanian dengan sistem tadah hujan. Kekeringa  juga akan menyebabkan  pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih).
&quot;Dampaknya juga bisa meningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran,&quot; jelasnya.
Humas PMI DIY Warjiyani mengatakan permintaan droping dari masyarakat  terus mengalami peningkatan. PMI juga telah melakukan melakukan droping  sejak beberapa minggu ini. Kemarin droping air bersih dilakukan di  wilayah gedangsari, Gunungkidul sebanyak 25 ribu liter.
&quot;Kita akan terus bantu masyarakat dengan droping air bersih,&quot; terangnya. (kha)</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Empat kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditetapkan awas dan waspada kekeringan oleh Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta. Menyusul tidak adanya hujan yang mengguyur kawasan ini.
Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta Etik Setyaningrum mengatakan dari hasil pemantaua cuaca di wilayah DIY, curah hujannya rendah. Bahkan ada wilayah yang sudah tidak ada hujan selama dua bulan terakhir.
Status Awas ditetapkan dengan mendasarkan pada Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 61 hari dan prospek curah hujan rendah kurang dari 10 mm per 10 hari.
Status Awas ini terjadi di Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo. Di Kabupaten Bantul  meliputi Kecamatan Kasihan, Jetis, Imogiri, Pajangan, Pandak, Bantul, Sewon, Banguntapan dan  Piyungan. Sedangkan di Kabupaten Gunungkidul meliputi Kecamatan Tanjungsari, Paliyan, Girisubo, Rongkop, Karangmojo, Ponjong, Wonosari, Saptosari, Semanu, dan Tepus. Di Kabupaten Kulonprogo hanya ada satu kecamatan yakni Kecamatan Panjatan.

&quot;Di wilayah awas ini tidak ada hujan sudah lebih dari 61 hari dan prospek curah hujannya rendah,&quot; terang Etik dalam siaran persnya, Rabu (3/7/2019).
Sedangkan untuk status Siaga, mendasarkan pada hari tanpa hujan lebih dari 31 hari dan prospek hujan kurang dari 10 mm per 10 hari. Ini terjadi di empat Kabupaten Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul dan Sleman.
Di Kabupaten Bantul, meliputi Pleret, Piyungan, Bambanglipuro, Pundong, Dlingo, Kretek, Kasihan dan Sedayu. Kabupaten Sleman meliputi, Berbah, Prambanan, Ngemplak, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Minggir, Kalasan, Ngemplak, Pakem, Depok, Gamping, Turi, Godean, Sleman, dan Ngaglik). Untuk Kabupaten Kulonprogo  terdiri dari Kecamatan Kokap, Pengasih dan Girimulyo). Sedangkan di Kabuoaten Gunungkidul meliputi Patuk, Purwosari, Ngawen, Nglipar, Playen dan Semin.
&quot;Dari monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan seluruh DIY sudah memasuki  musim kemarau dan secara periodik menguat setiap bulannya,&quot; terangnya.
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau pada bulan Agustus nanti. Sedangkan curah hujan untuk tiga bulan kedepan Juli, Agustus sampai September berkisar antara 0 sampai 10 mm per bulan, atau kriterianya rendah.Pantauan BMKG dan beberapa Lembaga Internasional terhadap kejadian  anomali iklim global di Samudera Pasifik, tambah Etik, menunjukkan  kondisi El Nino Lemah.
Sedangkan Anomali SST di wilayah Samudera Hindia  menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini  diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Oktober November  Desember (OND) 2019.
Untuk itulah masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati  terhadap kekeringan. Kondisi ini bisa berdampak terjadap sektor  pertanian dengan sistem tadah hujan. Kekeringa  juga akan menyebabkan  pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih).
&quot;Dampaknya juga bisa meningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran,&quot; jelasnya.
Humas PMI DIY Warjiyani mengatakan permintaan droping dari masyarakat  terus mengalami peningkatan. PMI juga telah melakukan melakukan droping  sejak beberapa minggu ini. Kemarin droping air bersih dilakukan di  wilayah gedangsari, Gunungkidul sebanyak 25 ribu liter.
&quot;Kita akan terus bantu masyarakat dengan droping air bersih,&quot; terangnya. (kha)</content:encoded></item></channel></rss>
