<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masa Tanggap Darurat Bencana Berakhir, 921 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi</title><description>Sebanyak 921 korban banjir itu mengungsi di 39 titik pengungsian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/06/340/2075458/masa-tanggap-darurat-bencana-berakhir-921-korban-banjir-konawe-utara-masih-mengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/06/340/2075458/masa-tanggap-darurat-bencana-berakhir-921-korban-banjir-konawe-utara-masih-mengungsi"/><item><title>Masa Tanggap Darurat Bencana Berakhir, 921 Korban Banjir Konawe Utara Masih Mengungsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/06/340/2075458/masa-tanggap-darurat-bencana-berakhir-921-korban-banjir-konawe-utara-masih-mengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/06/340/2075458/masa-tanggap-darurat-bencana-berakhir-921-korban-banjir-konawe-utara-masih-mengungsi</guid><pubDate>Sabtu 06 Juli 2019 16:32 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/06/340/2075458/masa-tanggap-darurat-bencana-berakhir-921-korban-banjir-konawe-utara-masih-mengungsi-rUmprnwW4J.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Banjir terjang wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/06/340/2075458/masa-tanggap-darurat-bencana-berakhir-921-korban-banjir-konawe-utara-masih-mengungsi-rUmprnwW4J.jpeg</image><title>Banjir terjang wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu. (Ist)</title></images><description>KENDARI &amp;ndash; Sebanyak 267 kepala keluarga yang terdiri 921 warga Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih bertahan di tempat pengungsian akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu, meskipun masa tanggap bencana sudah ditutup pada 29 Juni 2019.
Berdasarkan keterangan dari BPBD Kabupaten Konawe Utara yang diterima di Kendari, mengutip Antaranews, Sabtu (6/7/2019), jumlah tersebut berada di 21 titik pengungsian umum sebanyak 176 kepala keluarga (585 jiwa) dan 18 titik pengungsian sebanyak 91 kepala keluarga (336 jiwa).
Bupati Konawe Utara Ruksamin telah menyatakan masa tanggap darurat bencana telah berakhir dan beralih ke status transisi kepemulihan mulai 30 Juni hingga 27 September 2019. Selama masa transisi tersebut koordinasi dan sinergitas lembaga terkait tetap dijaga sambil tetap melakukan penanganan bencana banjir di daerah ini.

Upaya pembersihan tanah di rumah atau tempat-tempat lain semakin intens dilaksanakan Pemkab Konawe Utara bekerja sama dengan lembaga terkait. Peningkatan upaya pemenuhan kebutuhan dasar dalam bentuk distribusi logistik kepada para pengungsi terus ditingkatkan termasuk pelayanan kesehatan kepada pengungsi.
Kemudian pembuatan tempat hunian sementara sebanyak 30 unit yang diperuntukkan bagi warga yang berada di posko pengungsian Desa Puuwonua, dan lain sebagainya.



Sebelumnya Bupati Konawe Utara Ruksamin mengatakan, tempat hunian sementara itu terus dipersiapkan selama masa transisi kepemulihan sampai kepada masa rehabilitasi akan disiapkan tempat hunian tetap.
Banjir bandang yang melanda Konawe Utara tersebut terjadi pada tanggal 1 dan 2 Juni 2019 akibat meluapnya Sungai Walasolo, Sungai Lalindu, dan Sungai Wadambali menyusul intensitas hujan tinggi yang turun di daerah tersebut. Banjir tersebut merendam tujuh kecamatan yaitu Andowia, Asera, Oheo, Wiwirano, Landawe, Langgikima, dan Motul.
Warga yang terdampak banjir sebanyak 18.765 jiwa, kemudian rumah yang hanyut 388 unit, rusak berat 47 unit, rusak ringan 939 unit, dan terendam 1.144 unit sedangkan tempat ibadah yang terendam air lima unit, empat unit jembatan hanyut dan empat unit tidak bisa diakses, empat unit puskesmas terendam dan empat puskesmas pembantu serta satu gudang obat, 3 unit pasar tradisional, serta satu ruas jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Tengah terputus.
Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Ruksamin menyatakan kerugian  materi akibat bencana banjir yang melanda daerah itu mencapai Rp674,8  miliar lebih.
Ia menjelaskan kerugian terbesar pada kerusakan infrastruktur seperti  jembatan, jalan, jaringan listrik Rp436, 96 miliar pada bencana banjir  yang terjadi sejak 2 Juni 2019, ada 4 jembatan yang hanyut, dan 4 unit  jembatan tidak bisa diakses, bahkan jembatan yang menghubungkan Sultra  dengan Sulteng sempat terputus.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8yNS8xLzExOTk5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Kemudian, kata dia, untuk perumahan dan permukiman penduduk Rp66,4  miliar, mengingat ada 370 unit rumah penduduk yang hanyut dan 1.962 unit  terendam air. Sarana dan prasarana pendidikan Rp18,9 miliar lebih  mengingat ada 14 Sekolah Dasar, 5 unit SMP, 1unit SMA, TK sebanyak 17  unit, dan PKBM satu unit.

Sedangkan sarana dan prasarana kesehatan Rp2,49 miliar karena ada 4  unit puskesmas, 4 puskesmas pembantu, 1 unit gudang obat, dan 1 unit  polindes yang terdampak banjir.

Baca Juga : Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Konawe Utara Diperpanjang

Untuk kerugian pertanian mencapai Rp43 miliar, perkebunan Rp76,9  miliar dengan lahan yang terdampak padi 970,3 hektare, jagung 83,5  hektare, lainnya 11 hektare, dan tambak 727,4 miliar.

Sementara, kerugian koperasi dan UMKM Rp2,1 miliar, perdagangan Rp600  juta, lingkungan hidup Rp7,8 miliar, pangan Rp306 juta, serta  pemerintahan desa Rp4,67 miliar, demikian Ruksamin.

Baca Juga : BNPB: 22.573 Jiwa Terdampak Banjir Konawe

</description><content:encoded>KENDARI &amp;ndash; Sebanyak 267 kepala keluarga yang terdiri 921 warga Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih bertahan di tempat pengungsian akibat banjir bandang yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu, meskipun masa tanggap bencana sudah ditutup pada 29 Juni 2019.
Berdasarkan keterangan dari BPBD Kabupaten Konawe Utara yang diterima di Kendari, mengutip Antaranews, Sabtu (6/7/2019), jumlah tersebut berada di 21 titik pengungsian umum sebanyak 176 kepala keluarga (585 jiwa) dan 18 titik pengungsian sebanyak 91 kepala keluarga (336 jiwa).
Bupati Konawe Utara Ruksamin telah menyatakan masa tanggap darurat bencana telah berakhir dan beralih ke status transisi kepemulihan mulai 30 Juni hingga 27 September 2019. Selama masa transisi tersebut koordinasi dan sinergitas lembaga terkait tetap dijaga sambil tetap melakukan penanganan bencana banjir di daerah ini.

Upaya pembersihan tanah di rumah atau tempat-tempat lain semakin intens dilaksanakan Pemkab Konawe Utara bekerja sama dengan lembaga terkait. Peningkatan upaya pemenuhan kebutuhan dasar dalam bentuk distribusi logistik kepada para pengungsi terus ditingkatkan termasuk pelayanan kesehatan kepada pengungsi.
Kemudian pembuatan tempat hunian sementara sebanyak 30 unit yang diperuntukkan bagi warga yang berada di posko pengungsian Desa Puuwonua, dan lain sebagainya.



Sebelumnya Bupati Konawe Utara Ruksamin mengatakan, tempat hunian sementara itu terus dipersiapkan selama masa transisi kepemulihan sampai kepada masa rehabilitasi akan disiapkan tempat hunian tetap.
Banjir bandang yang melanda Konawe Utara tersebut terjadi pada tanggal 1 dan 2 Juni 2019 akibat meluapnya Sungai Walasolo, Sungai Lalindu, dan Sungai Wadambali menyusul intensitas hujan tinggi yang turun di daerah tersebut. Banjir tersebut merendam tujuh kecamatan yaitu Andowia, Asera, Oheo, Wiwirano, Landawe, Langgikima, dan Motul.
Warga yang terdampak banjir sebanyak 18.765 jiwa, kemudian rumah yang hanyut 388 unit, rusak berat 47 unit, rusak ringan 939 unit, dan terendam 1.144 unit sedangkan tempat ibadah yang terendam air lima unit, empat unit jembatan hanyut dan empat unit tidak bisa diakses, empat unit puskesmas terendam dan empat puskesmas pembantu serta satu gudang obat, 3 unit pasar tradisional, serta satu ruas jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Sulawesi Tenggara dengan Sulawesi Tengah terputus.
Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Ruksamin menyatakan kerugian  materi akibat bencana banjir yang melanda daerah itu mencapai Rp674,8  miliar lebih.
Ia menjelaskan kerugian terbesar pada kerusakan infrastruktur seperti  jembatan, jalan, jaringan listrik Rp436, 96 miliar pada bencana banjir  yang terjadi sejak 2 Juni 2019, ada 4 jembatan yang hanyut, dan 4 unit  jembatan tidak bisa diakses, bahkan jembatan yang menghubungkan Sultra  dengan Sulteng sempat terputus.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8yNS8xLzExOTk5NS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

Kemudian, kata dia, untuk perumahan dan permukiman penduduk Rp66,4  miliar, mengingat ada 370 unit rumah penduduk yang hanyut dan 1.962 unit  terendam air. Sarana dan prasarana pendidikan Rp18,9 miliar lebih  mengingat ada 14 Sekolah Dasar, 5 unit SMP, 1unit SMA, TK sebanyak 17  unit, dan PKBM satu unit.

Sedangkan sarana dan prasarana kesehatan Rp2,49 miliar karena ada 4  unit puskesmas, 4 puskesmas pembantu, 1 unit gudang obat, dan 1 unit  polindes yang terdampak banjir.

Baca Juga : Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Konawe Utara Diperpanjang

Untuk kerugian pertanian mencapai Rp43 miliar, perkebunan Rp76,9  miliar dengan lahan yang terdampak padi 970,3 hektare, jagung 83,5  hektare, lainnya 11 hektare, dan tambak 727,4 miliar.

Sementara, kerugian koperasi dan UMKM Rp2,1 miliar, perdagangan Rp600  juta, lingkungan hidup Rp7,8 miliar, pangan Rp306 juta, serta  pemerintahan desa Rp4,67 miliar, demikian Ruksamin.

Baca Juga : BNPB: 22.573 Jiwa Terdampak Banjir Konawe

</content:encoded></item></channel></rss>
