<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Untung-Rugi Diterimanya Partai Oposisi ke Koalisi Pemerintahan</title><description>Ini penilaian untung-rugi jika partai oposisi diterima masuk koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/07/337/2075610/untung-rugi-diterimanya-partai-oposisi-ke-koalisi-pemerintahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/07/337/2075610/untung-rugi-diterimanya-partai-oposisi-ke-koalisi-pemerintahan"/><item><title>Untung-Rugi Diterimanya Partai Oposisi ke Koalisi Pemerintahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/07/337/2075610/untung-rugi-diterimanya-partai-oposisi-ke-koalisi-pemerintahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/07/337/2075610/untung-rugi-diterimanya-partai-oposisi-ke-koalisi-pemerintahan</guid><pubDate>Minggu 07 Juli 2019 08:01 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/07/337/2075610/untung-rugi-diterimanya-partai-oposisi-ke-koalisi-pemerintahan-JMS40C0NeK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/07/337/2075610/untung-rugi-diterimanya-partai-oposisi-ke-koalisi-pemerintahan-JMS40C0NeK.jpg</image><title>Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Perbincangan mengenai partai politik yang menjadi oposisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019 hendak merapat ke dalam lingkaran pemerintahan sedang hangat diperbincangkan. Pro dan kontra pun muncul dalam pembahasan tersebut.
Partai politik seperti PAN, Demokrat, dan Gerindra belakangan ini santer disebut-sebut akan merapat ke barisan Jokowi setelah penetapan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Padahal di sisi lain, beberapa partai tersebut ketika masa kampanye kemarin merupakan rival dari pasangan Jokowo-Ma'ruf amin. Apalagi, kader-kader partai ini terkadang melontarkan kritik pedas ke pasangan pilihan rakyat tersebut.
Baca juga:    Oposisi Bisa Jadi Cara Gerindra &amp;amp; PKS Jaga 68 Juta Suara 
 
Menurut Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto, ada beberapa keuntungan dan kerugian yang diterima oleh Jokowi-Ma'ruf Amin serta partai koalisi jika menerima barisan yang tadinya menjadi oposisi ketika Pilpres 2019.
&quot;Untungnya ya Pak Jokowi tambah dukungan, tambah barisan pendukung. Kalau Demokrat ikut kan tambah kuat, asalkan Demokrat loyal,&quot; kata Tri ketika dikonfirmasi Okezone, di Jakarta, Sabtu 6 Juli 2019.

Sementara dari sisi kerugian, partai pengusung dan pendukung yang dari awal habis-habisan pasang badan untuk memenangkan Jokowi akan merasa kecewa apabila partai oposisi diterima dalam Kabinet Kerja Jilid II Jokowi.
&quot;Ruginya mungkin saja partai pendukung yang ada sekarang bisa kecewa karena jatahnya berkurang. Pasti ada yang melihat: 'Kok ini ada partai yang dulu nyerang habis-abisan kok sekarang malah ikut menikmati kemenangan',&quot; papar Tri.
Baca juga:   Ketua DPP: Golkar Tak Terburu-Buru Minta Jatah Menteri ke Jokowi&amp;nbsp;
 
Kendati demikian, ia menekankan seluruh keputusan untuk saat ini memang berada di tangan Presiden Jokowi. Mengingat, segala sikap politik pasti sudah dipikirkan ke depannya.
&quot;Tapi semua itu terserah Pak Jokowi saja. Wajar kok itu, ingin masuk ke dalam kekuasaan,&quot; tutur Tri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Perbincangan mengenai partai politik yang menjadi oposisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin saat Pilpres 2019 hendak merapat ke dalam lingkaran pemerintahan sedang hangat diperbincangkan. Pro dan kontra pun muncul dalam pembahasan tersebut.
Partai politik seperti PAN, Demokrat, dan Gerindra belakangan ini santer disebut-sebut akan merapat ke barisan Jokowi setelah penetapan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Padahal di sisi lain, beberapa partai tersebut ketika masa kampanye kemarin merupakan rival dari pasangan Jokowo-Ma'ruf amin. Apalagi, kader-kader partai ini terkadang melontarkan kritik pedas ke pasangan pilihan rakyat tersebut.
Baca juga:    Oposisi Bisa Jadi Cara Gerindra &amp;amp; PKS Jaga 68 Juta Suara 
 
Menurut Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto, ada beberapa keuntungan dan kerugian yang diterima oleh Jokowi-Ma'ruf Amin serta partai koalisi jika menerima barisan yang tadinya menjadi oposisi ketika Pilpres 2019.
&quot;Untungnya ya Pak Jokowi tambah dukungan, tambah barisan pendukung. Kalau Demokrat ikut kan tambah kuat, asalkan Demokrat loyal,&quot; kata Tri ketika dikonfirmasi Okezone, di Jakarta, Sabtu 6 Juli 2019.

Sementara dari sisi kerugian, partai pengusung dan pendukung yang dari awal habis-habisan pasang badan untuk memenangkan Jokowi akan merasa kecewa apabila partai oposisi diterima dalam Kabinet Kerja Jilid II Jokowi.
&quot;Ruginya mungkin saja partai pendukung yang ada sekarang bisa kecewa karena jatahnya berkurang. Pasti ada yang melihat: 'Kok ini ada partai yang dulu nyerang habis-abisan kok sekarang malah ikut menikmati kemenangan',&quot; papar Tri.
Baca juga:   Ketua DPP: Golkar Tak Terburu-Buru Minta Jatah Menteri ke Jokowi&amp;nbsp;
 
Kendati demikian, ia menekankan seluruh keputusan untuk saat ini memang berada di tangan Presiden Jokowi. Mengingat, segala sikap politik pasti sudah dipikirkan ke depannya.
&quot;Tapi semua itu terserah Pak Jokowi saja. Wajar kok itu, ingin masuk ke dalam kekuasaan,&quot; tutur Tri.</content:encoded></item></channel></rss>
