<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Golkar DKI: Tidak Ada Urgensi untuk Musdalub</title><description>Laras Susiyanto menilai tidak ada urgensi untuk diselenggarakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar DKI Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/337/2076172/golkar-dki-tidak-ada-urgensi-untuk-musdalub</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/08/337/2076172/golkar-dki-tidak-ada-urgensi-untuk-musdalub"/><item><title>Golkar DKI: Tidak Ada Urgensi untuk Musdalub</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/337/2076172/golkar-dki-tidak-ada-urgensi-untuk-musdalub</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/08/337/2076172/golkar-dki-tidak-ada-urgensi-untuk-musdalub</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2019 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/08/337/2076172/golkar-dki-tidak-ada-urgensi-untuk-musdalub-37uieTCDP0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/08/337/2076172/golkar-dki-tidak-ada-urgensi-untuk-musdalub-37uieTCDP0.jpg</image><title>Ilustrasi</title></images><description>JAKARTA - Pengurus DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua Kosgoro 1957 DKI Jakarta, Laras Susiyanto menilai tidak ada urgensi untuk diselenggarakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar DKI Jakarta.

&amp;ldquo;Tidak ada keterdesakannya untuk Musdalub, karena masa bakti Partai Golkar DKI hanya tinggal beberapa bulan saja, jadi untuk apa kita Musdalub hanya untuk kepengurusan yang hanya beberapa bulan saja, itu kan mubajir,&quot; kata Laras kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/7/2019).

Laras mengatakan hal itu menanggapi aksi unjuk rasa kader Partai Golkar yang menuntut penyelenggaraan Musdalub Partai Golkar DKI Jakarta terkait hasil Pileg 2019.

Menurut Laras, penurunan kursi DPRD Partai Golkar DKI Jakarta harus dilihat secara menyeluruh, harus pula dilihat konteksnya.

Baca Juga: Sekelompok Kader Muda Golkar Dorong Musdalub DKI

&amp;ldquo;Banyak faktor yang menyebakan merosotnya perolehan Golkar DKI Jakarta. Kita tidak bisa hanya menyalahkan 1 orang saja, perlu kesadaran politik kita semua bahwa ini kelengahan bersama,&quot; ujarnya.

Laras justru memuji kepemimpinan Plt Rizal Mallarangeng yang berhasil mempertahankan kursi di DPRD setelah turbulensi yang terjadi di DPD Partai Golkar DKI Jakarta. Sementara ada partai lain yang terpuruk sekali.



&amp;ldquo;Tanpa bermaksud mencari pembenaran, bahwa tidak bisa hanya menyalahkan Plt Ketua saja yang hanya 6 bulan menjabat Plt yang hanya melanjutkan program dan strategi ketua sebelumnya,&quot; katanya.

Laras menambahkan, Plt Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng berhasil memimpin konsolidasi Partai Golkar secara baik sekaligus menyatukan kekuatan kader dan pengurus Partai Golkar di Provinsi DKI Jakarta serta melakukan kampanye-kampanye kreatif dan edukatif dalam mensosialisasikan Partai Golkar dan capres Joko Widodo.

&quot;Kalau mau jujur, sebelum ada Plt yang dipimpin Pak Rizal, banyak  kekuatan Partai Golkar yang tercerai-berai akibat konflik internal.  Bahkan ide kampanyenya yang kreatif dan edukatif tentang Jokowi dan  Golkar, Pak Rizal mampu menyatukan semua elemen kekuatan partai yang  membuat kampanye Golkar dan Jokowi bisa diterima oleh masyarakat.  Kepemimpinannya justru sinar positif bagi Golkar dan para kadernya,&quot;  ujar Laras.

Namun Laras memahami dinamika politik ini karena Partai Golkar adalah partai besar yang terbuka dan demokratis.

&quot;Aspirasi yang disampaikan teman-teman merupakan hal yang wajar,  sebagai kritik dan masukan yg konstruktif, karena Golkar adalah partai  yang terbuka dan demokratis,&quot; tegasnya.

Sebelumnya,  sekelompok kader muda Partai Golkar mendorong digelarnya Musyawarah  Daerah Luar Biasa (Musdalub) Golkar DKI. Mereka merasa di bawah  kepemimpinan Rizal Mallarangeng sebagai Pelaksana Tugas Ketua Golkar DKI  telah gagal.

Koordinator Lapangan R. Lintang Fisutama menuturkan, pihaknya  mendesak agar pria yang akrab disapa Celli dicopot. Adapun sederet  alasannya adalah secara kelembagaan Golkar DKI menjadi lemah, selama Plt  memimpin Golkar DKI roda organisasi tidak berjalan di setiap tingkatan,  serta tidak kunjung digelarnya Musdalub yang menghasilkan ketua  definitif .
</description><content:encoded>JAKARTA - Pengurus DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua Kosgoro 1957 DKI Jakarta, Laras Susiyanto menilai tidak ada urgensi untuk diselenggarakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar DKI Jakarta.

&amp;ldquo;Tidak ada keterdesakannya untuk Musdalub, karena masa bakti Partai Golkar DKI hanya tinggal beberapa bulan saja, jadi untuk apa kita Musdalub hanya untuk kepengurusan yang hanya beberapa bulan saja, itu kan mubajir,&quot; kata Laras kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/7/2019).

Laras mengatakan hal itu menanggapi aksi unjuk rasa kader Partai Golkar yang menuntut penyelenggaraan Musdalub Partai Golkar DKI Jakarta terkait hasil Pileg 2019.

Menurut Laras, penurunan kursi DPRD Partai Golkar DKI Jakarta harus dilihat secara menyeluruh, harus pula dilihat konteksnya.

Baca Juga: Sekelompok Kader Muda Golkar Dorong Musdalub DKI

&amp;ldquo;Banyak faktor yang menyebakan merosotnya perolehan Golkar DKI Jakarta. Kita tidak bisa hanya menyalahkan 1 orang saja, perlu kesadaran politik kita semua bahwa ini kelengahan bersama,&quot; ujarnya.

Laras justru memuji kepemimpinan Plt Rizal Mallarangeng yang berhasil mempertahankan kursi di DPRD setelah turbulensi yang terjadi di DPD Partai Golkar DKI Jakarta. Sementara ada partai lain yang terpuruk sekali.



&amp;ldquo;Tanpa bermaksud mencari pembenaran, bahwa tidak bisa hanya menyalahkan Plt Ketua saja yang hanya 6 bulan menjabat Plt yang hanya melanjutkan program dan strategi ketua sebelumnya,&quot; katanya.

Laras menambahkan, Plt Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng berhasil memimpin konsolidasi Partai Golkar secara baik sekaligus menyatukan kekuatan kader dan pengurus Partai Golkar di Provinsi DKI Jakarta serta melakukan kampanye-kampanye kreatif dan edukatif dalam mensosialisasikan Partai Golkar dan capres Joko Widodo.

&quot;Kalau mau jujur, sebelum ada Plt yang dipimpin Pak Rizal, banyak  kekuatan Partai Golkar yang tercerai-berai akibat konflik internal.  Bahkan ide kampanyenya yang kreatif dan edukatif tentang Jokowi dan  Golkar, Pak Rizal mampu menyatukan semua elemen kekuatan partai yang  membuat kampanye Golkar dan Jokowi bisa diterima oleh masyarakat.  Kepemimpinannya justru sinar positif bagi Golkar dan para kadernya,&quot;  ujar Laras.

Namun Laras memahami dinamika politik ini karena Partai Golkar adalah partai besar yang terbuka dan demokratis.

&quot;Aspirasi yang disampaikan teman-teman merupakan hal yang wajar,  sebagai kritik dan masukan yg konstruktif, karena Golkar adalah partai  yang terbuka dan demokratis,&quot; tegasnya.

Sebelumnya,  sekelompok kader muda Partai Golkar mendorong digelarnya Musyawarah  Daerah Luar Biasa (Musdalub) Golkar DKI. Mereka merasa di bawah  kepemimpinan Rizal Mallarangeng sebagai Pelaksana Tugas Ketua Golkar DKI  telah gagal.

Koordinator Lapangan R. Lintang Fisutama menuturkan, pihaknya  mendesak agar pria yang akrab disapa Celli dicopot. Adapun sederet  alasannya adalah secara kelembagaan Golkar DKI menjadi lemah, selama Plt  memimpin Golkar DKI roda organisasi tidak berjalan di setiap tingkatan,  serta tidak kunjung digelarnya Musdalub yang menghasilkan ketua  definitif .
</content:encoded></item></channel></rss>
