<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kota Bitung Tidak Berpotensi Tsunami Pascagempa M7,0 Maluku Utara</title><description>Alat peringatan dini tsunami di Kota Bitung tidak berbunyi, menandakan tak ada potensi gelombang besar pascagempa M7,0.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/340/2075839/kota-bitung-tidak-berpotensi-tsunami-pascagempa-m7-0-maluku-utara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/08/340/2075839/kota-bitung-tidak-berpotensi-tsunami-pascagempa-m7-0-maluku-utara"/><item><title>Kota Bitung Tidak Berpotensi Tsunami Pascagempa M7,0 Maluku Utara</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/340/2075839/kota-bitung-tidak-berpotensi-tsunami-pascagempa-m7-0-maluku-utara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/08/340/2075839/kota-bitung-tidak-berpotensi-tsunami-pascagempa-m7-0-maluku-utara</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2019 01:28 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/08/340/2075839/kota-bitung-tidak-berpotensi-tsunami-pascagempa-m7-0-maluku-utara-ylPA1it8e1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi gempa. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/08/340/2075839/kota-bitung-tidak-berpotensi-tsunami-pascagempa-m7-0-maluku-utara-ylPA1it8e1.jpg</image><title>Ilustrasi gempa. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mantiri memastikan wilayahnya tidak berpotensi tsunami pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,o yang berpusat di Ternate, Maluku Utara (Malut).
Hal itu diketahui dari tidak berbunyinya alat pendeteksi tsunami ketika peristiwa gempa dahsyat terjadi.
&quot;Berdasarkan hasil pantauan dan informasi, bunyi sirene pada alat TsEWS di Kota Bitung tidak berbunyi. Dengan demikian secara teknologi, tsunami di Kota Bitung tidak ada,&quot; kata Maurits, Minggu 7 Juli 2019.
Baca juga:   BMKG Nyatakan Peringatan Tsunami Gempa M7,0 Maluku Utara Berakhir&amp;nbsp;
 
Ia menerangkan, di Kota Bitung terdapat alat Tsunami Early Warning System (TsEWS). Alat itu terletak di Kompleks Kantor Wali Kota Bitung dan akan berbunyi seperti suara sirene cukup panjang dan kuat sebagai tanda bahwa ada tsunami setelah terjadi gempa bumi.
Kendati begitu, Maurits menekankan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menjaga keselamatan, tetapi tidak perlu panik.
Baca juga:   BMKG: Delapan Kali Gempa Susulan Terjadi Guncang Malut&amp;nbsp;
 
&quot;Tidak perlu panik, namun tetap harus waspada dan senantiasa mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG yang selalu di-update,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mantiri memastikan wilayahnya tidak berpotensi tsunami pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,o yang berpusat di Ternate, Maluku Utara (Malut).
Hal itu diketahui dari tidak berbunyinya alat pendeteksi tsunami ketika peristiwa gempa dahsyat terjadi.
&quot;Berdasarkan hasil pantauan dan informasi, bunyi sirene pada alat TsEWS di Kota Bitung tidak berbunyi. Dengan demikian secara teknologi, tsunami di Kota Bitung tidak ada,&quot; kata Maurits, Minggu 7 Juli 2019.
Baca juga:   BMKG Nyatakan Peringatan Tsunami Gempa M7,0 Maluku Utara Berakhir&amp;nbsp;
 
Ia menerangkan, di Kota Bitung terdapat alat Tsunami Early Warning System (TsEWS). Alat itu terletak di Kompleks Kantor Wali Kota Bitung dan akan berbunyi seperti suara sirene cukup panjang dan kuat sebagai tanda bahwa ada tsunami setelah terjadi gempa bumi.
Kendati begitu, Maurits menekankan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menjaga keselamatan, tetapi tidak perlu panik.
Baca juga:   BMKG: Delapan Kali Gempa Susulan Terjadi Guncang Malut&amp;nbsp;
 
&quot;Tidak perlu panik, namun tetap harus waspada dan senantiasa mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG yang selalu di-update,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
