<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pascagempa Magnitudo 7, Warga Ternate yang Mengungsi Mulai Kembali ke Rumah</title><description>Warga sudah mulai kembali ke rumah pascamengungsi pada Senin diri hari saat gempa berpotensi tsunami melanda wilayah Ternate.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/340/2075888/pascagempa-magnitudo-7-warga-ternate-yang-mengungsi-mulai-kembali-ke-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/08/340/2075888/pascagempa-magnitudo-7-warga-ternate-yang-mengungsi-mulai-kembali-ke-rumah"/><item><title>Pascagempa Magnitudo 7, Warga Ternate yang Mengungsi Mulai Kembali ke Rumah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/340/2075888/pascagempa-magnitudo-7-warga-ternate-yang-mengungsi-mulai-kembali-ke-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/08/340/2075888/pascagempa-magnitudo-7-warga-ternate-yang-mengungsi-mulai-kembali-ke-rumah</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2019 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/08/340/2075888/pascagempa-magnitudo-7-warga-ternate-yang-mengungsi-mulai-kembali-ke-rumah-lEidtvqEuq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/08/340/2075888/pascagempa-magnitudo-7-warga-ternate-yang-mengungsi-mulai-kembali-ke-rumah-lEidtvqEuq.jpg</image><title>Ilustrasi (Shutterstock)</title></images><description>TERNATE &amp;ndash; Warga Ternate yang mengungsi pascagempa magnitudo 7 sudah mulai kembali ke rumah masing-masing pada Senin (8/7/2019) pagi. Sebelumnya, mereka mengungsi ke tempat aman imbas gempa yang berpotensi tsunami tersebut pada dini hari.
&quot;Tadi malam sesaat setelah terjadi gempa yang terasa sangat kuat dan mendapat informasi bahwa berpotensi menimbulkan tsunami, saya dan seluruh anggota keluarga segera bergegas mengungsi ke daerah ketinggian di Kelurahan Tabahawa,&quot; kata salah seorang warga Ternate, Lutfi, di Ternate, mengutip Antaranews, Senin (8/7/2019).
Lutfi yang rumahnya berada di Soa-Sio, salah satu kelurahan di Pantai Ternate, bersama warga pesisir lainnya yang Senin dini hari mengungsi sebenarnya sudah mengetahui sejam setelah gempa dan peringatan tsunami dari BMKG dicabut. Namun, mereka memutuskan kembali ke rumah pada Senin pagi agar tidak diliputi kekhawatiran pascabencana itu.



Warga Ternate lainnya, Rusmin, mengaku setelah terjadinya gempa lalu ia menyuruh anggota keluarganya untuk mengungsi ke daerah ketinggian. Sementara dirinya tetap bertahan di rumah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pencurian yang biasa terjadi jika ada kepanikan masyarakat.
Warga Ternate tidak mengalami kesulitan mengungsi jika terjadi gempa dan berpotensi tsunami, seperti Senin dini hari, karena daerah ketinggian di Ternate relatif dekat dari pesisir.
Selain itu, mereka sudah mendapat sosialisasi dari berbagai pihak mengenai langkah yang harus dilakukan jika terjadi gempa dan berpotensi tsunami.
Dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate diperoleh keterangan bahwa sejauh ini belum diperoleh laporan dari masyarakat, baik yang di Pulau Ternate maupun tiga pulau lainnya di Kota Ternate, mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan fisik akibat gempa 7 SR itu.
Namun, BPBD terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk seluruh lurah di Kota Ternate, serta menurunkan tim ke berbagai wilayah untuk memastikan kondisi terakhir pascagempa yang melanda daerah itu dan wilayah lainnya di Malut, Senin dini hari.


Kepala BMKG Ternate Kustoro Hariyatmoko menyebutkan gempa  yang  semula tercatat 7,1 SR, kemudian dikoreksi menjadi 7,0 SR berpusat di  Laut Maluku, tepatnya di 0,50 Lintang Utara dan 126,17 Bujur Timur atau  136 kilometer barat daya Ternate pada kedalaman 10 kilometer.



Gempa yang disebabkan pergeseran lempeng mayau itu dirasakan di  sejumlah wilayah di Malut, seperti Ternate, Tidore Kepulauan, dan  Halamhera Barat dengan kekuatan 4 MMI serta Halmahera Utara dan  Kabupaten Pulau Morotai dengan kekuatan 3 MMI.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa tersebut  dengan wilayah yang berpotensi terdampak tsunami adalah sejumlah wilayah  di Malut dan Sulawesi Utara, namun sejam kemudian peringatan dini itu  dicabut.</description><content:encoded>TERNATE &amp;ndash; Warga Ternate yang mengungsi pascagempa magnitudo 7 sudah mulai kembali ke rumah masing-masing pada Senin (8/7/2019) pagi. Sebelumnya, mereka mengungsi ke tempat aman imbas gempa yang berpotensi tsunami tersebut pada dini hari.
&quot;Tadi malam sesaat setelah terjadi gempa yang terasa sangat kuat dan mendapat informasi bahwa berpotensi menimbulkan tsunami, saya dan seluruh anggota keluarga segera bergegas mengungsi ke daerah ketinggian di Kelurahan Tabahawa,&quot; kata salah seorang warga Ternate, Lutfi, di Ternate, mengutip Antaranews, Senin (8/7/2019).
Lutfi yang rumahnya berada di Soa-Sio, salah satu kelurahan di Pantai Ternate, bersama warga pesisir lainnya yang Senin dini hari mengungsi sebenarnya sudah mengetahui sejam setelah gempa dan peringatan tsunami dari BMKG dicabut. Namun, mereka memutuskan kembali ke rumah pada Senin pagi agar tidak diliputi kekhawatiran pascabencana itu.



Warga Ternate lainnya, Rusmin, mengaku setelah terjadinya gempa lalu ia menyuruh anggota keluarganya untuk mengungsi ke daerah ketinggian. Sementara dirinya tetap bertahan di rumah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pencurian yang biasa terjadi jika ada kepanikan masyarakat.
Warga Ternate tidak mengalami kesulitan mengungsi jika terjadi gempa dan berpotensi tsunami, seperti Senin dini hari, karena daerah ketinggian di Ternate relatif dekat dari pesisir.
Selain itu, mereka sudah mendapat sosialisasi dari berbagai pihak mengenai langkah yang harus dilakukan jika terjadi gempa dan berpotensi tsunami.
Dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ternate diperoleh keterangan bahwa sejauh ini belum diperoleh laporan dari masyarakat, baik yang di Pulau Ternate maupun tiga pulau lainnya di Kota Ternate, mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan fisik akibat gempa 7 SR itu.
Namun, BPBD terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk seluruh lurah di Kota Ternate, serta menurunkan tim ke berbagai wilayah untuk memastikan kondisi terakhir pascagempa yang melanda daerah itu dan wilayah lainnya di Malut, Senin dini hari.


Kepala BMKG Ternate Kustoro Hariyatmoko menyebutkan gempa  yang  semula tercatat 7,1 SR, kemudian dikoreksi menjadi 7,0 SR berpusat di  Laut Maluku, tepatnya di 0,50 Lintang Utara dan 126,17 Bujur Timur atau  136 kilometer barat daya Ternate pada kedalaman 10 kilometer.



Gempa yang disebabkan pergeseran lempeng mayau itu dirasakan di  sejumlah wilayah di Malut, seperti Ternate, Tidore Kepulauan, dan  Halamhera Barat dengan kekuatan 4 MMI serta Halmahera Utara dan  Kabupaten Pulau Morotai dengan kekuatan 3 MMI.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pascagempa tersebut  dengan wilayah yang berpotensi terdampak tsunami adalah sejumlah wilayah  di Malut dan Sulawesi Utara, namun sejam kemudian peringatan dini itu  dicabut.</content:encoded></item></channel></rss>
