<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oposisi Merapat ke Jokowi, TKN: Jangan Jadi Duri Dalam Daging</title><description>TKN berharap parpol oposisi yang dikabarkan merapat ke Kabinet Kerja tidak menjadi pengganggu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/605/2075873/oposisi-merapat-ke-jokowi-tkn-jangan-jadi-duri-dalam-daging</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/08/605/2075873/oposisi-merapat-ke-jokowi-tkn-jangan-jadi-duri-dalam-daging"/><item><title>Oposisi Merapat ke Jokowi, TKN: Jangan Jadi Duri Dalam Daging</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/605/2075873/oposisi-merapat-ke-jokowi-tkn-jangan-jadi-duri-dalam-daging</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/08/605/2075873/oposisi-merapat-ke-jokowi-tkn-jangan-jadi-duri-dalam-daging</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2019 07:15 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/08/605/2075873/oposisi-merapat-ke-jokowi-tkn-jangan-jadi-duri-dalam-daging-eL5uEtJBzk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-Ma'ruf Amin didampingi ketua dewan pengarah kampanye Jusuf Kalla. (Foto: Nova Wahyudi/Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/08/605/2075873/oposisi-merapat-ke-jokowi-tkn-jangan-jadi-duri-dalam-daging-eL5uEtJBzk.jpg</image><title>Jokowi-Ma'ruf Amin didampingi ketua dewan pengarah kampanye Jusuf Kalla. (Foto: Nova Wahyudi/Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tim Kampanye Nasional (TKN) sedang berhati-hati terhadap manuver partai-partai oposisi yang coba merapat ke Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menanggapi hal itu, anggota TKN Achmad Baidowi mengungkapkan internal Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Presiden Jokowi tidak pernah memutuskan menerima partai opisisi yang coba merangsek ke kabinet pemerintahan.
Baca juga:   Untung-Rugi Diterimanya Partai Oposisi ke Koalisi Pemerintahan&amp;nbsp;
 
&quot;Ada juga yang berpandangan jangan malah menjadi 'duri dalam daging',&quot; kata Awiek &amp;ndash;sapaan akrabnya&amp;ndash; kepada Okezone, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Selain itu, lanjut dia, saat ini pihaknya sedang mewaspadai adanya agenda politik di balik menyeruaknya isu parpol pro-Prabowo Subianto di pilpres lalu merapat ke Jokowi.
&quot;Tentu jangan sampai koalisi ibarat itu kaki kanan di dalam kaki kiri di luar alias main dua kaki,&quot; ujar Awiek.
Baca juga:   Perindo: Kabinet Kerja Jilid II Harus Kembalikan Indonesia ke Bhinneka Tunggal Ika&amp;nbsp;
 
Menurut dia, hal yang paling diharapkan adalah koalisi yang kompak dalam mengawal program dan kebijakan pemerintah yang prorakyat serta semangat untuk menjaga persatuan bangsa.
&quot;Diajak atau tidaknya, semua bergantung ke Pak Jokowi selaku presiden terpilih,&quot; tutur Awiek.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tim Kampanye Nasional (TKN) sedang berhati-hati terhadap manuver partai-partai oposisi yang coba merapat ke Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menanggapi hal itu, anggota TKN Achmad Baidowi mengungkapkan internal Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Presiden Jokowi tidak pernah memutuskan menerima partai opisisi yang coba merangsek ke kabinet pemerintahan.
Baca juga:   Untung-Rugi Diterimanya Partai Oposisi ke Koalisi Pemerintahan&amp;nbsp;
 
&quot;Ada juga yang berpandangan jangan malah menjadi 'duri dalam daging',&quot; kata Awiek &amp;ndash;sapaan akrabnya&amp;ndash; kepada Okezone, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Selain itu, lanjut dia, saat ini pihaknya sedang mewaspadai adanya agenda politik di balik menyeruaknya isu parpol pro-Prabowo Subianto di pilpres lalu merapat ke Jokowi.
&quot;Tentu jangan sampai koalisi ibarat itu kaki kanan di dalam kaki kiri di luar alias main dua kaki,&quot; ujar Awiek.
Baca juga:   Perindo: Kabinet Kerja Jilid II Harus Kembalikan Indonesia ke Bhinneka Tunggal Ika&amp;nbsp;
 
Menurut dia, hal yang paling diharapkan adalah koalisi yang kompak dalam mengawal program dan kebijakan pemerintah yang prorakyat serta semangat untuk menjaga persatuan bangsa.
&quot;Diajak atau tidaknya, semua bergantung ke Pak Jokowi selaku presiden terpilih,&quot; tutur Awiek.</content:encoded></item></channel></rss>
