<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bergabungnya Partai Oposisi ke Jokowi Jangan Hanya sebagai Politik Praktis</title><description>Bergabungnya partai oposisi Jokowi dinilai jangan hanya sebagai ajang politik praktis saja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/605/2075874/bergabungnya-partai-oposisi-ke-jokowi-jangan-hanya-sebagai-politik-praktis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/08/605/2075874/bergabungnya-partai-oposisi-ke-jokowi-jangan-hanya-sebagai-politik-praktis"/><item><title>Bergabungnya Partai Oposisi ke Jokowi Jangan Hanya sebagai Politik Praktis</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/08/605/2075874/bergabungnya-partai-oposisi-ke-jokowi-jangan-hanya-sebagai-politik-praktis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/08/605/2075874/bergabungnya-partai-oposisi-ke-jokowi-jangan-hanya-sebagai-politik-praktis</guid><pubDate>Senin 08 Juli 2019 07:45 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/08/605/2075874/bergabungnya-partai-oposisi-ke-jokowi-jangan-hanya-sebagai-politik-praktis-8y1pvFmNfH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Irma Suryani Chaniago. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/08/605/2075874/bergabungnya-partai-oposisi-ke-jokowi-jangan-hanya-sebagai-politik-praktis-8y1pvFmNfH.jpg</image><title>Irma Suryani Chaniago. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago menekankan merapatkan partai oposisi ke Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan sekadar untuk kepentingan politik praktis.
&quot;Politik memang dinamis, tetapi tentu tidak boleh juga hanya menggunakan politik praktis dan pragmatis saja atau politik kepentingan tetapi partai politik juga sebaiknya menggunakan politik etis dan elegance juga,&quot; kata Irma kepada Okezone, di Jakarta, Senin (8/7/2019).
Baca juga:   Amien Rais: Kader PAN Jangan Kita Rabun Ayam karena 1 Kursi Menteri 
 
Menurut dia, bergabungnya lawan politik merupakan hal yang sah-sah saja. Tetapi, kata dia, harga diri dan komitmen terhadap apa yang selama ini diyakini juga harus menjadi dasar pijakan pengambilan keputusan.

&quot;Misalnya saat kampanye melakukan fitnah, SARA, dan hoaks yang TSM masak kemudian karena kepentingan kursi dijilat kembali semua yqng dimuntahkan,&quot; ucap Irma.
Baca juga:   Untung-Rugi Diterimanya Partai Oposisi ke Koalisi Pemerintahan&amp;nbsp;
 
Ia berpandangan, rekonsiliasi adalah komitmen kebersamaan dalam membangun bangsa, tidak harus dengan bagi-bagi kursi. Mengingat, menurutnya, pemerintahan yang kuat dan amanah harus didampingi dengan oposisi yang konstruktif.
&quot;Kursi menteri, posisi, jumlah, dan siapa itu adalah prerogatif Presiden,&quot; tutur Irma.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago menekankan merapatkan partai oposisi ke Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan sekadar untuk kepentingan politik praktis.
&quot;Politik memang dinamis, tetapi tentu tidak boleh juga hanya menggunakan politik praktis dan pragmatis saja atau politik kepentingan tetapi partai politik juga sebaiknya menggunakan politik etis dan elegance juga,&quot; kata Irma kepada Okezone, di Jakarta, Senin (8/7/2019).
Baca juga:   Amien Rais: Kader PAN Jangan Kita Rabun Ayam karena 1 Kursi Menteri 
 
Menurut dia, bergabungnya lawan politik merupakan hal yang sah-sah saja. Tetapi, kata dia, harga diri dan komitmen terhadap apa yang selama ini diyakini juga harus menjadi dasar pijakan pengambilan keputusan.

&quot;Misalnya saat kampanye melakukan fitnah, SARA, dan hoaks yang TSM masak kemudian karena kepentingan kursi dijilat kembali semua yqng dimuntahkan,&quot; ucap Irma.
Baca juga:   Untung-Rugi Diterimanya Partai Oposisi ke Koalisi Pemerintahan&amp;nbsp;
 
Ia berpandangan, rekonsiliasi adalah komitmen kebersamaan dalam membangun bangsa, tidak harus dengan bagi-bagi kursi. Mengingat, menurutnya, pemerintahan yang kuat dan amanah harus didampingi dengan oposisi yang konstruktif.
&quot;Kursi menteri, posisi, jumlah, dan siapa itu adalah prerogatif Presiden,&quot; tutur Irma.</content:encoded></item></channel></rss>
