<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Meski Beri Dukungan, DPR Tegaskan E-Rekap Pilkada Harus Berbasis Kajian</title><description>DPR ingin KPU melakukan kajian sistem e-rekap pilkada harus sebelum menerapkannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/10/337/2076887/meski-beri-dukungan-dpr-tegaskan-e-rekap-pilkada-harus-berbasis-kajian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/10/337/2076887/meski-beri-dukungan-dpr-tegaskan-e-rekap-pilkada-harus-berbasis-kajian"/><item><title>Meski Beri Dukungan, DPR Tegaskan E-Rekap Pilkada Harus Berbasis Kajian</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/10/337/2076887/meski-beri-dukungan-dpr-tegaskan-e-rekap-pilkada-harus-berbasis-kajian</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/10/337/2076887/meski-beri-dukungan-dpr-tegaskan-e-rekap-pilkada-harus-berbasis-kajian</guid><pubDate>Rabu 10 Juli 2019 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Harits Tryan Akhmad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/10/337/2076887/meski-beri-dukungan-dpr-tegaskan-e-rekap-pilkada-harus-berbasis-kajian-dLu4VD0kmz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/10/337/2076887/meski-beri-dukungan-dpr-tegaskan-e-rekap-pilkada-harus-berbasis-kajian-dLu4VD0kmz.jpg</image><title>Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyatakan mendukung langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan menerapkan sistem rekapitulasi elektronik (e-rekap) di Pemilihan Kepala Daerah 2020.
&quot;Pertama, ide untuk memperbaiki proses pemilu/pilkada harus didukung,&quot; kata Mardani kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (10/7/2019).
Baca juga:   DPR: E-Rekapitulasi Bisa Jadi Alternatif Pemilu Efisien dan Murah&amp;nbsp;
 
Ia meyakini dengan diterapkannya e-rekap dapat memudahkan dan menyederhanakan proses pemilu atau pilkada. Namun, dia mengingatkan e-rekap juga harus melalui kajian lebih dalam sebelum diterapkan pada Pilkada 2020.

&quot;Semua harus berbasis kajian matang dan memiliki waktu dilaksanakan dalam skala pilot project,&quot; terang Mardani.
Baca juga:   Memungkinkan Digunakan pada Pilkada 2020, DPR Akan Simulasikan E-Rekap 
 
Politikus PKS ini pun mengingatkan nantinya KPU juga harus menyosialisasikan e-rekap terlebih dahulu sebelum nantinya diterapkan pada pilkada serentak mendatang.
&quot;Sosialisasi dan edukasi publik wajib dilakukan sebelumnya. Kadang teknologi tidak berbanding lurus dentan budaya di masyarakat. Karena itu, sosialisasi dan edukasi menjadi wajib,&quot; bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyatakan mendukung langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan menerapkan sistem rekapitulasi elektronik (e-rekap) di Pemilihan Kepala Daerah 2020.
&quot;Pertama, ide untuk memperbaiki proses pemilu/pilkada harus didukung,&quot; kata Mardani kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (10/7/2019).
Baca juga:   DPR: E-Rekapitulasi Bisa Jadi Alternatif Pemilu Efisien dan Murah&amp;nbsp;
 
Ia meyakini dengan diterapkannya e-rekap dapat memudahkan dan menyederhanakan proses pemilu atau pilkada. Namun, dia mengingatkan e-rekap juga harus melalui kajian lebih dalam sebelum diterapkan pada Pilkada 2020.

&quot;Semua harus berbasis kajian matang dan memiliki waktu dilaksanakan dalam skala pilot project,&quot; terang Mardani.
Baca juga:   Memungkinkan Digunakan pada Pilkada 2020, DPR Akan Simulasikan E-Rekap 
 
Politikus PKS ini pun mengingatkan nantinya KPU juga harus menyosialisasikan e-rekap terlebih dahulu sebelum nantinya diterapkan pada pilkada serentak mendatang.
&quot;Sosialisasi dan edukasi publik wajib dilakukan sebelumnya. Kadang teknologi tidak berbanding lurus dentan budaya di masyarakat. Karena itu, sosialisasi dan edukasi menjadi wajib,&quot; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
