<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres JK Buka Pekan Lingkungan dan Kehutanan</title><description>Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-23 Tahun 2019 dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/11/337/2077555/wapres-jk-buka-pekan-lingkungan-dan-kehutanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/11/337/2077555/wapres-jk-buka-pekan-lingkungan-dan-kehutanan"/><item><title>Wapres JK Buka Pekan Lingkungan dan Kehutanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/11/337/2077555/wapres-jk-buka-pekan-lingkungan-dan-kehutanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/11/337/2077555/wapres-jk-buka-pekan-lingkungan-dan-kehutanan</guid><pubDate>Kamis 11 Juli 2019 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/11/337/2077555/wapres-jk-buka-pekan-lingkungan-dan-kehutanan-1tLrKcnSCH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden, Jusuf Kalla (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/11/337/2077555/wapres-jk-buka-pekan-lingkungan-dan-kehutanan-1tLrKcnSCH.jpg</image><title>Wakil Presiden, Jusuf Kalla (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-23 Tahun 2019 dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis (11/7/2019). Acara ini lebih menekankan sasaran pada kelompok milenial sebagai agen perubahan yang semakin sadar akan lingkungan.

&amp;ldquo;Seluruh kegiatan pekan lingkungan dan pameran ini tidak semata-mata dikemas umum untuk publik secara luas, namun juga akan turut disajikan khusus kepada kelompok sasaran generasi muda, yaitu para milenial dan pelajar yang semakin kritis dalam memerankan dirinya sebagai agen perubahan masa depan,&amp;rdquo; papar Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), RM Karliansyah saat menjelaskan ihwal Pekan Lingkungan Hidup.

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah bertahun-tahun diselenggarakan sebagai puncak acara untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tanggal 5 Juni di Indonesia. Tahun ini, Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta menjadi acara puncak dari berbagai rangkaian peringatan yang diselenggarakan sejak bulan Juni lalu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.



Seperti misalnya inisiatif penanaman pohon di berbagai provinsi, peresmian berbagai infrastruktur pengelola limbah dan sampah, serta kerja bakti bersih-bersih pantai dan sungai, yang bahkan salah satunya di Sungai Ciliwung memecahkan rekor MURI karena mencakup rentang segmen terpanjang, yaitu 67,3 kilometer. Tema yang melekat pada Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun ini adalah &quot;Beat Air Pollution&quot;.

Dalam konteks Indonesia, tema ini diperluas menjadi &quot;Biru Langitku, Hijau Bumiku&quot; karena untuk Indonesia kaitan antara pengendalian polusi udara dengan upaya-upaya pengelolaan lingkungan, konservasi dan inisiatif untuk mengubah perilaku individu dan pembangunan menjadi lebih hijau adalah sangat relevan.

Baca Juga: Kementerian LHK Pacu Gerakan Kurangi Sampah

Selain itu lanjut Karliansyah, Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2019 ini menjadi ajang untuk mengkomunikasikan tiga hal besar kepada publik, yaitu:  pertama, penyampaian informasi tentang berbagai kebijakan nasional yang kemudian diimplementasikan di tingkat daerah hingga tapak.

Baca Juga: Ada Perdagangan Ilegal, KLHK Perkuat Penjagaan Satwa Langka Komodo

Kedua, penyampaian penghargaan terhadap masyarakat pejuang lingkungan hidup yang berbagai prestasi dan capaiannya disosialisasikan secara meluas sebagai inspirasi dan edukasi kepada masyarakat luas; serta ketiga, etalase berbagai bentuk inisiatif masyarakat, perkembangan teknologi, dan pembaruan proses bisnis industri, jasa dan kegiatan dalam mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, tema pengendalian  pencemaran udara banyak mendapat reaksi dari berbagai kalangan.  Pemerintah sangat mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat yang  begitu tinggi, sekaligus kemudian juga diikuti dengan tingginya minat  masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan edukasi lebih jauh mengenai  hal tersebut.

Atas dasar hal tersebut, kata Karlinasyah, ajang Pekan Lingkungan  Hidup dan Kehutanan ini akan dimanfaatkan sebagai upaya pelipatgandaan  sosialisasi kebijakan pemerintah terkait penanganan pencemaran yang  bersifat langsung maupun tidak langsung.

Seperti roadmap pengurangan sampah nasional dan penggunaan plastik  sekali pakai, roadmap transisi penggunaan bahan bakar dan sumber energi  yang ramah lingkungan, roadmap perubahan teknologi dan sistem manajemen  menjadi lebih bersih, roadmap perubahan pola konsumsi dan produksi agar  berkelanjutan, pengembangan infrastruktur transportasi massal, kampanye  pengurangan timbulan sampah serta 3R.

Kemudian kampanye pengurangan ketergantungan kepada kendaraan  bermotor, peningkatan kinerja penegakkan hukum,  pembinaan pada industri  dan dunia usaha,  bahkan pemberian berbagai insentif, dimana salah  satunya yang penting adalah kebijakan pengadaan barang dan jasa yang  ramah lingkungan di kalangan institusi pemerintah pusat dan daerah dan  penerbitan panduan pengelolaan limbah.

&quot;Less-waste Event&quot;

Sementara itu Ketua Panitia Pekan Lingkungan 2019,  Laksmi Wijayanti   mengatakan, dalam acara ini hadir lebih dari 100 exhibitor dari  kalangan  pemerintah, sektor usaha, dan kelompok masyarakat dalam arena  pameran,  serta belasan acara seminar, diskusi publik, lomba dan  kegiatan  demonstrasi edukasi yang akan dilangsungkan sejak pagi ini  hingga  ditutup pada tanggal 13 Juli 2019 sore.

&amp;ldquo;Seluruh rangkaian acara ini akan menjadi &quot;less-waste event&quot;, atau   kegiatan yang seminimal mungkin memproduksi sampah, dan semaksimal   mungkin memanfaatkan kembali material yang digunakan dan dihasilkan,&amp;rdquo;   kata Yanti, yang juga Staf Ahli Menteri LHK.

Pada acara pembukaan Kamis besok, selain Wapres Jusuf Kalla, juga   akan hadir Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar yang akan menyerahkan   Penghargaan Kalpataru kepada 10 (sepuluh) orang pemenang yang disaring   dari 144 nominator dari 30 provinsi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke-23 Tahun 2019 dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis (11/7/2019). Acara ini lebih menekankan sasaran pada kelompok milenial sebagai agen perubahan yang semakin sadar akan lingkungan.

&amp;ldquo;Seluruh kegiatan pekan lingkungan dan pameran ini tidak semata-mata dikemas umum untuk publik secara luas, namun juga akan turut disajikan khusus kepada kelompok sasaran generasi muda, yaitu para milenial dan pelajar yang semakin kritis dalam memerankan dirinya sebagai agen perubahan masa depan,&amp;rdquo; papar Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), RM Karliansyah saat menjelaskan ihwal Pekan Lingkungan Hidup.

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah bertahun-tahun diselenggarakan sebagai puncak acara untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tanggal 5 Juni di Indonesia. Tahun ini, Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta menjadi acara puncak dari berbagai rangkaian peringatan yang diselenggarakan sejak bulan Juni lalu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.



Seperti misalnya inisiatif penanaman pohon di berbagai provinsi, peresmian berbagai infrastruktur pengelola limbah dan sampah, serta kerja bakti bersih-bersih pantai dan sungai, yang bahkan salah satunya di Sungai Ciliwung memecahkan rekor MURI karena mencakup rentang segmen terpanjang, yaitu 67,3 kilometer. Tema yang melekat pada Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun ini adalah &quot;Beat Air Pollution&quot;.

Dalam konteks Indonesia, tema ini diperluas menjadi &quot;Biru Langitku, Hijau Bumiku&quot; karena untuk Indonesia kaitan antara pengendalian polusi udara dengan upaya-upaya pengelolaan lingkungan, konservasi dan inisiatif untuk mengubah perilaku individu dan pembangunan menjadi lebih hijau adalah sangat relevan.

Baca Juga: Kementerian LHK Pacu Gerakan Kurangi Sampah

Selain itu lanjut Karliansyah, Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2019 ini menjadi ajang untuk mengkomunikasikan tiga hal besar kepada publik, yaitu:  pertama, penyampaian informasi tentang berbagai kebijakan nasional yang kemudian diimplementasikan di tingkat daerah hingga tapak.

Baca Juga: Ada Perdagangan Ilegal, KLHK Perkuat Penjagaan Satwa Langka Komodo

Kedua, penyampaian penghargaan terhadap masyarakat pejuang lingkungan hidup yang berbagai prestasi dan capaiannya disosialisasikan secara meluas sebagai inspirasi dan edukasi kepada masyarakat luas; serta ketiga, etalase berbagai bentuk inisiatif masyarakat, perkembangan teknologi, dan pembaruan proses bisnis industri, jasa dan kegiatan dalam mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun ini, tema pengendalian  pencemaran udara banyak mendapat reaksi dari berbagai kalangan.  Pemerintah sangat mengapresiasi peningkatan kesadaran masyarakat yang  begitu tinggi, sekaligus kemudian juga diikuti dengan tingginya minat  masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan edukasi lebih jauh mengenai  hal tersebut.

Atas dasar hal tersebut, kata Karlinasyah, ajang Pekan Lingkungan  Hidup dan Kehutanan ini akan dimanfaatkan sebagai upaya pelipatgandaan  sosialisasi kebijakan pemerintah terkait penanganan pencemaran yang  bersifat langsung maupun tidak langsung.

Seperti roadmap pengurangan sampah nasional dan penggunaan plastik  sekali pakai, roadmap transisi penggunaan bahan bakar dan sumber energi  yang ramah lingkungan, roadmap perubahan teknologi dan sistem manajemen  menjadi lebih bersih, roadmap perubahan pola konsumsi dan produksi agar  berkelanjutan, pengembangan infrastruktur transportasi massal, kampanye  pengurangan timbulan sampah serta 3R.

Kemudian kampanye pengurangan ketergantungan kepada kendaraan  bermotor, peningkatan kinerja penegakkan hukum,  pembinaan pada industri  dan dunia usaha,  bahkan pemberian berbagai insentif, dimana salah  satunya yang penting adalah kebijakan pengadaan barang dan jasa yang  ramah lingkungan di kalangan institusi pemerintah pusat dan daerah dan  penerbitan panduan pengelolaan limbah.

&quot;Less-waste Event&quot;

Sementara itu Ketua Panitia Pekan Lingkungan 2019,  Laksmi Wijayanti   mengatakan, dalam acara ini hadir lebih dari 100 exhibitor dari  kalangan  pemerintah, sektor usaha, dan kelompok masyarakat dalam arena  pameran,  serta belasan acara seminar, diskusi publik, lomba dan  kegiatan  demonstrasi edukasi yang akan dilangsungkan sejak pagi ini  hingga  ditutup pada tanggal 13 Juli 2019 sore.

&amp;ldquo;Seluruh rangkaian acara ini akan menjadi &quot;less-waste event&quot;, atau   kegiatan yang seminimal mungkin memproduksi sampah, dan semaksimal   mungkin memanfaatkan kembali material yang digunakan dan dihasilkan,&amp;rdquo;   kata Yanti, yang juga Staf Ahli Menteri LHK.

Pada acara pembukaan Kamis besok, selain Wapres Jusuf Kalla, juga   akan hadir Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar yang akan menyerahkan   Penghargaan Kalpataru kepada 10 (sepuluh) orang pemenang yang disaring   dari 144 nominator dari 30 provinsi.
</content:encoded></item></channel></rss>
