<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendikbud Sempurnakan Pendidikan Pancasila untuk Bentuk Karakter</title><description>Dia berharap dari penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini, maka akan lahir generasi yang memiliki karakter Pancasila.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/12/1/2078108/kemendikbud-sempurnakan-pendidikan-pancasila-untuk-bentuk-karakter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/12/1/2078108/kemendikbud-sempurnakan-pendidikan-pancasila-untuk-bentuk-karakter"/><item><title>Kemendikbud Sempurnakan Pendidikan Pancasila untuk Bentuk Karakter</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/12/1/2078108/kemendikbud-sempurnakan-pendidikan-pancasila-untuk-bentuk-karakter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/12/1/2078108/kemendikbud-sempurnakan-pendidikan-pancasila-untuk-bentuk-karakter</guid><pubDate>Jum'at 12 Juli 2019 17:18 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/12/1/2078108/kemendikbud-sempurnakan-pendidikan-pancasila-untuk-bentuk-karakter-nB3eLZ0A8h.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok Kemendikbud</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/12/1/2078108/kemendikbud-sempurnakan-pendidikan-pancasila-untuk-bentuk-karakter-nB3eLZ0A8h.jpg</image><title>Foto: dok Kemendikbud</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengubah strategi mengajar pendidikan Pancasila di sekolah. Pola pengajaran akan diarahkan untuk lebih banyak memberikan contoh mengenai penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, pengajaran pendidikan Pancasila selama ini kurang mengakomodasi substansi atau nilai-nilai dari Pancasila. &amp;ldquo;Ada kecenderungan pembelajarannya lebih pada pengetahuan, bukan kepada pembentukan sikap dan penanaman Pancasila,&amp;rdquo; kata Mendikbud Muhadjir Effendy di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pada aspek afektif di pendidikan Pancasila, kata Muhadjir, kurang diberikan penekanan. Artinya, dalam pembentukan sikap berdasarkan nilai Pancasila kurang diberikan kepada anak didik. Oleh karena itu, kata dia, penyempurnaan pendidikan Pancasila perlu dilakukan di sekolah.
&amp;ldquo;Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap.  Yang pertama adalah menentukan benar atau salah yang dilakukan dalam wilayah logika. Kedua adalah tentang baik dan buruk, yaitu dilakukan dalam wilayah etika.  Dan yang ketiga tentang indah dan buruk yang menjadi wilayah dari estetika,&amp;rdquo; bebernya.
 
Penanaman Nilai Pancasila untuk Penguatan Pendidikan Karakter
Mendikbud Muhadjir Effendy, menekankan pentingnya aspek penanaman nilai Pancasila untuk pembentukan pendidikan karakter.
&amp;ldquo;Semua pendidikan mempunyai tanggung jawab moral untuk penanaman nilai Pancasila sedini mungkin. Hal tersebut disampaikan Mendikbud saat membuka kegiatan Peluncuran Program Penanaman Nilai Pancasila Sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa (Nation and Character Building),&amp;rdquo; urainya.
Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengutarakan, penyempurnaan pendidikan Pancasila ini bukan memisahkan pelajaran sendiri tentang Pancasila. Tapi, pendidikan Pancasila yang tertanam di setiap mata pelajaran dipertegas dan diubah pendekatannya. Yang tadinya hanya memberi pengetahuan, kini menekankan pada pembentukan sikap.
Totok mengatakan pada jenjang pendidikan paling rendah akan lebih banyak diberikan pendidikan mengenai perilaku. Semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin diperbanyak mengenai pengetahuan.
Dia memberi contoh jika anak belajar gotong royong, maka mereka langsung diajarkan praktik gotong royong. Begitu juga untuk pelajaran empati, saling berbagi juga langsung pada praktik. Sedangkan untuk kelas tiga SMP hingga SMA, yang diajarkan lebih pada pengetahuan. &amp;ldquo;Semakin tinggi kelasnya, tatarannya beda. Tapi sudah masuk pengetahuan di dalam pelajaran itu,&amp;rdquo; tambah dia.
Dia berharap dari penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini, maka akan lahir generasi yang memiliki karakter Pancasila. Totok menyebut perubahan metode pengajaran itu akan dilakukan mulai tahun ini.
Pedoman dan Pelatihan Guru
Balitbang Kemendikbud juga menyiapkan buku pedoman strategi mengajar pendidikan Pancasila. Buku tersebut menjelaskan secara detail dan diharapkan bisa menjadi pedoman para guru. Tapi, Totok berharap sekolah dapat mengembangkan pedoman tersebut, sehingga tidak perlu terlalu kaku.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Supriano mengatakan pihaknya akan melatih sebanyak 1.020 guru PPKN mulai 15 Juli mendatang. Diharapkan guru-guru itu bisa mengubah metode pengajarannya dari sebelumnya berorientasi pada pengetahuan pada jenjang dasar menjadi penerapan nilai Pancasila.
Supriano juga mengungkap, para guru akan lebih banyak diberikan pengetahuan mengenai pedagogi dibandingkan konten pelajaran. Penyempurnaan pendidikan Pancasila ini diharapkan bisa diterapkan pada tahun ajaran baru.
&amp;ldquo;Inilah nanti arah pelatihannya adalah bagaimana praktik nilai Pancasila bukan hanya disampaikan dalam ceramah, tapi lebih banyak ke action,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengubah strategi mengajar pendidikan Pancasila di sekolah. Pola pengajaran akan diarahkan untuk lebih banyak memberikan contoh mengenai penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, pengajaran pendidikan Pancasila selama ini kurang mengakomodasi substansi atau nilai-nilai dari Pancasila. &amp;ldquo;Ada kecenderungan pembelajarannya lebih pada pengetahuan, bukan kepada pembentukan sikap dan penanaman Pancasila,&amp;rdquo; kata Mendikbud Muhadjir Effendy di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pada aspek afektif di pendidikan Pancasila, kata Muhadjir, kurang diberikan penekanan. Artinya, dalam pembentukan sikap berdasarkan nilai Pancasila kurang diberikan kepada anak didik. Oleh karena itu, kata dia, penyempurnaan pendidikan Pancasila perlu dilakukan di sekolah.
&amp;ldquo;Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan sikap.  Yang pertama adalah menentukan benar atau salah yang dilakukan dalam wilayah logika. Kedua adalah tentang baik dan buruk, yaitu dilakukan dalam wilayah etika.  Dan yang ketiga tentang indah dan buruk yang menjadi wilayah dari estetika,&amp;rdquo; bebernya.
 
Penanaman Nilai Pancasila untuk Penguatan Pendidikan Karakter
Mendikbud Muhadjir Effendy, menekankan pentingnya aspek penanaman nilai Pancasila untuk pembentukan pendidikan karakter.
&amp;ldquo;Semua pendidikan mempunyai tanggung jawab moral untuk penanaman nilai Pancasila sedini mungkin. Hal tersebut disampaikan Mendikbud saat membuka kegiatan Peluncuran Program Penanaman Nilai Pancasila Sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa (Nation and Character Building),&amp;rdquo; urainya.
Sementara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengutarakan, penyempurnaan pendidikan Pancasila ini bukan memisahkan pelajaran sendiri tentang Pancasila. Tapi, pendidikan Pancasila yang tertanam di setiap mata pelajaran dipertegas dan diubah pendekatannya. Yang tadinya hanya memberi pengetahuan, kini menekankan pada pembentukan sikap.
Totok mengatakan pada jenjang pendidikan paling rendah akan lebih banyak diberikan pendidikan mengenai perilaku. Semakin tinggi jenjang pendidikan maka semakin diperbanyak mengenai pengetahuan.
Dia memberi contoh jika anak belajar gotong royong, maka mereka langsung diajarkan praktik gotong royong. Begitu juga untuk pelajaran empati, saling berbagi juga langsung pada praktik. Sedangkan untuk kelas tiga SMP hingga SMA, yang diajarkan lebih pada pengetahuan. &amp;ldquo;Semakin tinggi kelasnya, tatarannya beda. Tapi sudah masuk pengetahuan di dalam pelajaran itu,&amp;rdquo; tambah dia.
Dia berharap dari penanaman nilai-nilai Pancasila sejak dini, maka akan lahir generasi yang memiliki karakter Pancasila. Totok menyebut perubahan metode pengajaran itu akan dilakukan mulai tahun ini.
Pedoman dan Pelatihan Guru
Balitbang Kemendikbud juga menyiapkan buku pedoman strategi mengajar pendidikan Pancasila. Buku tersebut menjelaskan secara detail dan diharapkan bisa menjadi pedoman para guru. Tapi, Totok berharap sekolah dapat mengembangkan pedoman tersebut, sehingga tidak perlu terlalu kaku.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Supriano mengatakan pihaknya akan melatih sebanyak 1.020 guru PPKN mulai 15 Juli mendatang. Diharapkan guru-guru itu bisa mengubah metode pengajarannya dari sebelumnya berorientasi pada pengetahuan pada jenjang dasar menjadi penerapan nilai Pancasila.
Supriano juga mengungkap, para guru akan lebih banyak diberikan pengetahuan mengenai pedagogi dibandingkan konten pelajaran. Penyempurnaan pendidikan Pancasila ini diharapkan bisa diterapkan pada tahun ajaran baru.
&amp;ldquo;Inilah nanti arah pelatihannya adalah bagaimana praktik nilai Pancasila bukan hanya disampaikan dalam ceramah, tapi lebih banyak ke action,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
