<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Muda Harus Punya Terobosan dan Mampu Lawan Budaya 'Asal Bapak Senang'</title><description>Usulan Jokowi soal menteri dari kalangan muda harus memiliki kapasitas, terobosan dan berani melawan budaya 'Asal Bapak Senang' (ABS).</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/13/337/2078316/menteri-muda-harus-punya-terobosan-dan-mampu-lawan-budaya-asal-bapak-senang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/13/337/2078316/menteri-muda-harus-punya-terobosan-dan-mampu-lawan-budaya-asal-bapak-senang"/><item><title>Menteri Muda Harus Punya Terobosan dan Mampu Lawan Budaya 'Asal Bapak Senang'</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/13/337/2078316/menteri-muda-harus-punya-terobosan-dan-mampu-lawan-budaya-asal-bapak-senang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/13/337/2078316/menteri-muda-harus-punya-terobosan-dan-mampu-lawan-budaya-asal-bapak-senang</guid><pubDate>Sabtu 13 Juli 2019 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/13/337/2078316/menteri-muda-harus-punya-terobosan-dan-mampu-lawan-budaya-asal-bapak-senang-HOjJKt0QK0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi-KH Maruf Amin Bersama Pimpinan Partai Pendukung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/13/337/2078316/menteri-muda-harus-punya-terobosan-dan-mampu-lawan-budaya-asal-bapak-senang-HOjJKt0QK0.jpg</image><title>Jokowi-KH Maruf Amin Bersama Pimpinan Partai Pendukung (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta partai koalisi untuk mengusulkan kader-kader mudanya untuk dijadikan calon menterinya. Partai koalisi pendukungnya pun menyambut baik usulan tersebut.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan, sebenarnya kalangan muda maupun senior tidak terlalu penting untuk mengisi posisi menteri di Kabinet Kerja Jilid II.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Secepatnya Umumkan Nama-nama Menteri Kabinet Kerja Jilid II&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/04/17/56871/289248_medium.jpg&quot; alt=&quot;Soal Pemenang Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf Amin Tunggu Hasil Resmi KPU&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Pangi, justru Jokowi harus berupaya untuk memujudkan janji-janjinya pada saat kampanye atau janji-janji yang belum sempati terwujud.

&quot;Menurut saya muda tidak jadi penting, yang jauh lebih penting adalah bagaimana upaya mereka menyalamatkan bangsa. jadi kalau hanya usia sama kaya misalnya anggota DPR. Mau pria wanita kalau korupsi, ya sama saja pada akhirnya,&quot; kata Pangi kepada Okezone, Sabtu (13/7/2019).

Pangi berharap, dalam menunjuk menteri Presiden Jokowi harus bisa memastikan bahwa calon menteri tersebut memiliki kualitas yang baik, memiliki pengalaman dalam berpolitik dan tidak mengedapankan budaya Asal Bapak Senang (ABS).

&quot;Yang jelas, harus punya kapasitas. punya terobosan, mampu melawan budaya ABS,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Tak Masalah Parpol Pendukung Minta Jatah Menteri&amp;nbsp;
Selanjutnya, Pangi menyoroti seorang menteri di kabinet Jokowi harus memiliki komunikasi yang baik antar lintas kementerian, pasalnya di Kabinet Kerja Jilid I, komunikasi lintas menteri menjadi kritik di masyrakat.

&quot;Harus cair. komunikasin antar lintas menetri bagus kan soal koordinasi antar menteri di Kabinet Jokowi Jilid 1 sering jadi kritikkan, sering miss komunikasi setiap menteri, karena beda kebijakan, kan enggak bisa menteri itu jalan sendiri-sendiri,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8zMC8xLzEyMDA2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta partai koalisi untuk mengusulkan kader-kader mudanya untuk dijadikan calon menterinya. Partai koalisi pendukungnya pun menyambut baik usulan tersebut.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan, sebenarnya kalangan muda maupun senior tidak terlalu penting untuk mengisi posisi menteri di Kabinet Kerja Jilid II.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Secepatnya Umumkan Nama-nama Menteri Kabinet Kerja Jilid II&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/04/17/56871/289248_medium.jpg&quot; alt=&quot;Soal Pemenang Pilpres 2019, Jokowi-Ma'ruf Amin Tunggu Hasil Resmi KPU&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut Pangi, justru Jokowi harus berupaya untuk memujudkan janji-janjinya pada saat kampanye atau janji-janji yang belum sempati terwujud.

&quot;Menurut saya muda tidak jadi penting, yang jauh lebih penting adalah bagaimana upaya mereka menyalamatkan bangsa. jadi kalau hanya usia sama kaya misalnya anggota DPR. Mau pria wanita kalau korupsi, ya sama saja pada akhirnya,&quot; kata Pangi kepada Okezone, Sabtu (13/7/2019).

Pangi berharap, dalam menunjuk menteri Presiden Jokowi harus bisa memastikan bahwa calon menteri tersebut memiliki kualitas yang baik, memiliki pengalaman dalam berpolitik dan tidak mengedapankan budaya Asal Bapak Senang (ABS).

&quot;Yang jelas, harus punya kapasitas. punya terobosan, mampu melawan budaya ABS,&quot; ucapnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Jokowi Tak Masalah Parpol Pendukung Minta Jatah Menteri&amp;nbsp;
Selanjutnya, Pangi menyoroti seorang menteri di kabinet Jokowi harus memiliki komunikasi yang baik antar lintas kementerian, pasalnya di Kabinet Kerja Jilid I, komunikasi lintas menteri menjadi kritik di masyrakat.

&quot;Harus cair. komunikasin antar lintas menetri bagus kan soal koordinasi antar menteri di Kabinet Jokowi Jilid 1 sering jadi kritikkan, sering miss komunikasi setiap menteri, karena beda kebijakan, kan enggak bisa menteri itu jalan sendiri-sendiri,&quot; tuturnya.
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wNi8zMC8xLzEyMDA2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
