<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> PKS Ogah Curigai Pertemuan Prabowo dan Jokowi   </title><description>Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mau menganggap serius ihwal pertemuan Prabowo dan Jokowi pasca Pilpres 2019.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2078844/pks-ogah-curigai-pertemuan-prabowo-dan-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2078844/pks-ogah-curigai-pertemuan-prabowo-dan-jokowi"/><item><title> PKS Ogah Curigai Pertemuan Prabowo dan Jokowi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2078844/pks-ogah-curigai-pertemuan-prabowo-dan-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2078844/pks-ogah-curigai-pertemuan-prabowo-dan-jokowi</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2019 06:17 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/15/605/2078844/pks-ogah-curigai-pertemuan-prabowo-dan-jokowi-2lI1l2YHJo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suhud Aliyudin (Foto Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/15/605/2078844/pks-ogah-curigai-pertemuan-prabowo-dan-jokowi-2lI1l2YHJo.jpg</image><title>Suhud Aliyudin (Foto Sindo)</title></images><description>
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mau menganggap serius ihwal pertemuan Prabowo dan Jokowi pasca Pilpres 2019. Pertemuan tersebut dinilai sabagai suatu hal yang biasa dan wajar untuk dilakukan.

&quot;Kami memandang itu pertemuan biasa saja, dan itu menjadi hak setiap tokoh politik, termasuk Pak Prabowo,&quot; kata Direktur Pencapresan DPP PKS kepada Okezone, Suhud Aliyudin, Senin (15/7/2019).

Suhud menjelaskan, pihaknya sangat menghormati langkah yang diambil oleh Prabowo tersebut. Suhud juga enggan mengomentari jauh soal pertemuan itu apakah menandakan akan bergabung dengan pemerintah atau tidak sebab hal itu hanya bisa dijelaskan oleh Prabowo.

&quot;Yang bisa menjelaskan tentang pertemuan itu tentu Pak Prabowo sendiri. Kami saling menghormati dan tidak mencampuri sikap politik masing-masing,&quot; ungkapnya.
Baca juga: Pasca 'Rekonsiliasi MRT', Golkar Ikhlas Jika Gerindra Gabung Koalisi Jokowi
&amp;nbsp;
Adapun lanjut Dia, apabila nantinya Gerindra memiliki keputusan baik bergabung atau tidak dengan pemerintah, PKS juga akan menentukan sikapnya.

&quot;Tentu PKS pun punya sikap politik sendiri, yang akan ditentukan nanti saat sidang Majelis Syuro,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyono mengaku mendorong partainya untuk masuk dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Menurut Dia hal itu harus dilakukan untuk bersama-sama membantu pemerintah demi masyarakat.

&quot;Belum ada rapat partai (untuk gabung koalisi atau tidak), tapi saya pribadi saya mendorong agar Partai Gerindra berkoalisi membantu pemerintahan Joko Widodo demi masyarakat,&quot; kata Arief saat dikonfirmasi Okezone.
&amp;nbsp;Baca juga: Kalah di Pilpres, Sandiaga Tetap Ingin Bantu Prabowo
Namun kata Arief, terkait usulannya itu masih terjadi pro kontra di internal partai yang jelas dirinya ingin partai berlambang burung garuda itu bisa bersama dengan pemerintah.

&quot;Ya di internal masih terbelah ya, ada yang masih ingin tetap oposisi, ada yang ingin koalisi, tapi yang memotori koalisi itu saya, yang memotori pertemuan pak Jokowi agar pak Prabowo bertemu juga saya yang paling mendukung,&quot; ungkapnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak mau menganggap serius ihwal pertemuan Prabowo dan Jokowi pasca Pilpres 2019. Pertemuan tersebut dinilai sabagai suatu hal yang biasa dan wajar untuk dilakukan.

&quot;Kami memandang itu pertemuan biasa saja, dan itu menjadi hak setiap tokoh politik, termasuk Pak Prabowo,&quot; kata Direktur Pencapresan DPP PKS kepada Okezone, Suhud Aliyudin, Senin (15/7/2019).

Suhud menjelaskan, pihaknya sangat menghormati langkah yang diambil oleh Prabowo tersebut. Suhud juga enggan mengomentari jauh soal pertemuan itu apakah menandakan akan bergabung dengan pemerintah atau tidak sebab hal itu hanya bisa dijelaskan oleh Prabowo.

&quot;Yang bisa menjelaskan tentang pertemuan itu tentu Pak Prabowo sendiri. Kami saling menghormati dan tidak mencampuri sikap politik masing-masing,&quot; ungkapnya.
Baca juga: Pasca 'Rekonsiliasi MRT', Golkar Ikhlas Jika Gerindra Gabung Koalisi Jokowi
&amp;nbsp;
Adapun lanjut Dia, apabila nantinya Gerindra memiliki keputusan baik bergabung atau tidak dengan pemerintah, PKS juga akan menentukan sikapnya.

&quot;Tentu PKS pun punya sikap politik sendiri, yang akan ditentukan nanti saat sidang Majelis Syuro,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyono mengaku mendorong partainya untuk masuk dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Menurut Dia hal itu harus dilakukan untuk bersama-sama membantu pemerintah demi masyarakat.

&quot;Belum ada rapat partai (untuk gabung koalisi atau tidak), tapi saya pribadi saya mendorong agar Partai Gerindra berkoalisi membantu pemerintahan Joko Widodo demi masyarakat,&quot; kata Arief saat dikonfirmasi Okezone.
&amp;nbsp;Baca juga: Kalah di Pilpres, Sandiaga Tetap Ingin Bantu Prabowo
Namun kata Arief, terkait usulannya itu masih terjadi pro kontra di internal partai yang jelas dirinya ingin partai berlambang burung garuda itu bisa bersama dengan pemerintah.

&quot;Ya di internal masih terbelah ya, ada yang masih ingin tetap oposisi, ada yang ingin koalisi, tapi yang memotori koalisi itu saya, yang memotori pertemuan pak Jokowi agar pak Prabowo bertemu juga saya yang paling mendukung,&quot; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
