<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Nasdem Ingin Gerindra Jadi Oposisi agar Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Kuat   </title><description>Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago menyarankan agar Partai Gerindra berada di barisan oposisi.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2078857/nasdem-ingin-gerindra-jadi-oposisi-agar-pemerintahan-jokowi-ma-ruf-kuat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2078857/nasdem-ingin-gerindra-jadi-oposisi-agar-pemerintahan-jokowi-ma-ruf-kuat"/><item><title> Nasdem Ingin Gerindra Jadi Oposisi agar Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Kuat   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2078857/nasdem-ingin-gerindra-jadi-oposisi-agar-pemerintahan-jokowi-ma-ruf-kuat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2078857/nasdem-ingin-gerindra-jadi-oposisi-agar-pemerintahan-jokowi-ma-ruf-kuat</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2019 06:48 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/15/605/2078857/nasdem-ingin-gerindra-jadi-oposisi-agar-pemerintahan-jokowi-ma-ruf-kuat-bSWryG61wc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua DPP Nasdem, Irma Suryani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/15/605/2078857/nasdem-ingin-gerindra-jadi-oposisi-agar-pemerintahan-jokowi-ma-ruf-kuat-bSWryG61wc.jpg</image><title>Ketua DPP Nasdem, Irma Suryani (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago menyarankan agar Partai Gerindra berada di barisan oposisi. Hal itu diungkapkan Irma menyusul pertemuan yang dilakukan Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu 13 Juli 2019.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi: Kita Butuh Menteri yang Berani!
Menurut Irma, dalam suatu pemerintahan yang baik sangat diperlukan peran oposisi sebagai penyeimbang dan memperkuat pemerintah.

&quot;Pemerintah yang kuat dan amanah butuh oposisi yang konstruktif dan elegance,&quot; kata Irma kepada Okezone, Senin (15/7/2019).
&amp;nbsp;
Terkait pertemuan antar kedua tokoh bangsa itu sendiri menurutnya sangat penting sebab, dengan begitu keduanya menunjukkan bahwa ingin merajut kembali hubungan masyarakat yang terbelah karena beda pilihan.

&quot;Untuk mempersatukan kembali persatuan dan kesatuan yang dikoyak-koyak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan SARA dan politik identitas,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi : Menjadi Oposisi Sangat Mulia Asal Jangan Timbulkan Dendam
Irma justru mempertanyakan perihal reaksi pendukung yang tidak menyetujui pertemuan tersebut. Menurutnya hal merupakan tanda bahwa tidak menginginkan rakyat Indonesia saling bersatu.

&quot;Pendukung yang tidak menyukai silaturahim ini, pasti bukan warga negara yang ingin NKRI utuh,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago menyarankan agar Partai Gerindra berada di barisan oposisi. Hal itu diungkapkan Irma menyusul pertemuan yang dilakukan Prabowo dan Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu 13 Juli 2019.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi: Kita Butuh Menteri yang Berani!
Menurut Irma, dalam suatu pemerintahan yang baik sangat diperlukan peran oposisi sebagai penyeimbang dan memperkuat pemerintah.

&quot;Pemerintah yang kuat dan amanah butuh oposisi yang konstruktif dan elegance,&quot; kata Irma kepada Okezone, Senin (15/7/2019).
&amp;nbsp;
Terkait pertemuan antar kedua tokoh bangsa itu sendiri menurutnya sangat penting sebab, dengan begitu keduanya menunjukkan bahwa ingin merajut kembali hubungan masyarakat yang terbelah karena beda pilihan.

&quot;Untuk mempersatukan kembali persatuan dan kesatuan yang dikoyak-koyak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan SARA dan politik identitas,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi : Menjadi Oposisi Sangat Mulia Asal Jangan Timbulkan Dendam
Irma justru mempertanyakan perihal reaksi pendukung yang tidak menyetujui pertemuan tersebut. Menurutnya hal merupakan tanda bahwa tidak menginginkan rakyat Indonesia saling bersatu.

&quot;Pendukung yang tidak menyukai silaturahim ini, pasti bukan warga negara yang ingin NKRI utuh,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
