<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Amien Rais Setuju Rekonsiliasi Politik, tapi...</title><description>&quot;Kalau nanti ada sesuatu yang kurang baik lalu tidak ada oposisi maka demokrasi akan menjadi otoriter,&quot; ujarnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2079283/amien-rais-setuju-rekonsiliasi-politik-tapi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2079283/amien-rais-setuju-rekonsiliasi-politik-tapi"/><item><title>Amien Rais Setuju Rekonsiliasi Politik, tapi...</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2079283/amien-rais-setuju-rekonsiliasi-politik-tapi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/15/605/2079283/amien-rais-setuju-rekonsiliasi-politik-tapi</guid><pubDate>Senin 15 Juli 2019 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/15/605/2079283/amien-rais-setuju-rekonsiliasi-politik-tapi-c60ewvxS1u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/15/605/2079283/amien-rais-setuju-rekonsiliasi-politik-tapi-c60ewvxS1u.jpg</image><title>Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengkritik keras kalau rekonsiliasi antara presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan calon presiden Prabowo Subianto, sekadar bagi-bagi kekuasaan. Sebab, hal itu adalah aib dan negatif karena masyarakat menilainya para politisi tidak memiliki kekuatan moral yang dipegang.

&quot;Saya setuju rekonsiliasi agar bangsa Indonesia tidak pecah, namun jangan sampai itu diwujudkan dengan bagi-bagi kursi. Karena apa gunanya dulu bertanding ada dua pasangan calon, lalu ujungnya bagi-bagi kursi,&quot; kata Amien di Kantor DPP PAN, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Senin (15/7/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Amien Rais Ungkap Surat dari Prabowo Terkait Pertemuan dengan Jokowi, Begini Isinya&amp;nbsp;
Dia mendukung dua tokoh yang sempat menjadi kompetitor di Pilpres 2019 itu berangkulan, namun jangan sampai itu mengaburkan makna masing-masing partai politik dalam sistem demokrasi. Menurut dia, dalam sebuah negara demokrasi, tidak baik kalau tidak ada oposisi sehingga bisa menjadi negara otoriter.

&quot;Kalau nanti ada sesuatu yang kurang baik lalu tidak ada oposisi maka demokrasi akan menjadi otoriter,&quot; ujarnya.

Dia berpesan, Prabowo tetap terus menjadi persatuan dan kesatuan namun jangan sampai pernah terkooptasi hanya karena dapat satu atau dua kursi menteri lalu berpindah haluan politik.
&amp;nbsp;
Kalau demokrasi tanpa ada oposisi, kata Amien, itu namanya demokrasi bohong-bohongan padahal dalam demokrasi dibutuhkan mekanisme &quot;check and balances&quot;.

&quot;Demokrasi itu ada mekanisme check and balances, yaitu eksekutif melangkah dengan berbagai macam langkah lalu yang mengawasi adalah parlemen,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pidato &quot;Visi Indonesia&quot; Jokowi Tidak Singgung Isu Hukum, Ini Penjelasan TKN&amp;nbsp;
Dia menilai kalau anggota parlemen sebagian besar menjadi tukang stempel atau jadi juru bicara eksekutif maka yang terjadi adalah lonceng kematian bagi demokrasi.

Amien menegaskan, merajut merah-putih bisa diteruskan, namun soal kekuasaan, berikan kesempatan yang utuh kepada Jokowi-Ma'ruf dengan para menterinya bekerja dan oposisi mengawasi jalannya pemerintahan.

</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengkritik keras kalau rekonsiliasi antara presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan calon presiden Prabowo Subianto, sekadar bagi-bagi kekuasaan. Sebab, hal itu adalah aib dan negatif karena masyarakat menilainya para politisi tidak memiliki kekuatan moral yang dipegang.

&quot;Saya setuju rekonsiliasi agar bangsa Indonesia tidak pecah, namun jangan sampai itu diwujudkan dengan bagi-bagi kursi. Karena apa gunanya dulu bertanding ada dua pasangan calon, lalu ujungnya bagi-bagi kursi,&quot; kata Amien di Kantor DPP PAN, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Senin (15/7/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Amien Rais Ungkap Surat dari Prabowo Terkait Pertemuan dengan Jokowi, Begini Isinya&amp;nbsp;
Dia mendukung dua tokoh yang sempat menjadi kompetitor di Pilpres 2019 itu berangkulan, namun jangan sampai itu mengaburkan makna masing-masing partai politik dalam sistem demokrasi. Menurut dia, dalam sebuah negara demokrasi, tidak baik kalau tidak ada oposisi sehingga bisa menjadi negara otoriter.

&quot;Kalau nanti ada sesuatu yang kurang baik lalu tidak ada oposisi maka demokrasi akan menjadi otoriter,&quot; ujarnya.

Dia berpesan, Prabowo tetap terus menjadi persatuan dan kesatuan namun jangan sampai pernah terkooptasi hanya karena dapat satu atau dua kursi menteri lalu berpindah haluan politik.
&amp;nbsp;
Kalau demokrasi tanpa ada oposisi, kata Amien, itu namanya demokrasi bohong-bohongan padahal dalam demokrasi dibutuhkan mekanisme &quot;check and balances&quot;.

&quot;Demokrasi itu ada mekanisme check and balances, yaitu eksekutif melangkah dengan berbagai macam langkah lalu yang mengawasi adalah parlemen,&quot; katanya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pidato &quot;Visi Indonesia&quot; Jokowi Tidak Singgung Isu Hukum, Ini Penjelasan TKN&amp;nbsp;
Dia menilai kalau anggota parlemen sebagian besar menjadi tukang stempel atau jadi juru bicara eksekutif maka yang terjadi adalah lonceng kematian bagi demokrasi.

Amien menegaskan, merajut merah-putih bisa diteruskan, namun soal kekuasaan, berikan kesempatan yang utuh kepada Jokowi-Ma'ruf dengan para menterinya bekerja dan oposisi mengawasi jalannya pemerintahan.

</content:encoded></item></channel></rss>
