<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca Gempa M 7,2 Halmahera Selatan Berstatus Tanggap Darurat Sepekan</title><description>SK Tanggap Darurat Halmahera Selatan selama tujuh hari, terhitung 15 Juli sampai 21 Juli.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/16/337/2079621/pasca-gempa-m-7-2-halmahera-selatan-berstatus-tanggap-darurat-sepekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/16/337/2079621/pasca-gempa-m-7-2-halmahera-selatan-berstatus-tanggap-darurat-sepekan"/><item><title>Pasca Gempa M 7,2 Halmahera Selatan Berstatus Tanggap Darurat Sepekan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/16/337/2079621/pasca-gempa-m-7-2-halmahera-selatan-berstatus-tanggap-darurat-sepekan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/16/337/2079621/pasca-gempa-m-7-2-halmahera-selatan-berstatus-tanggap-darurat-sepekan</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2019 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/16/337/2079621/pasca-gempa-m-7-2-halmahera-selatan-berstatus-tanggap-darurat-sepekan-I3Sk5hzdhH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/16/337/2079621/pasca-gempa-m-7-2-halmahera-selatan-berstatus-tanggap-darurat-sepekan-I3Sk5hzdhH.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat selama tujuh hari atau sepekan penuh pasca terjadinya gempa M 7,2 di wilayah tersebut.

&quot;SK Tanggap Darurat Halmahera Selatan selama tujuh hari, terhitung 15 Juli sampai 21 Juli 2019,&quot; kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Kapusdatin) BNPB, Agus Wibowo saat jumpa pers di kantornya, Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (16/7/2019).

Agus menuturkan, sebanyak 93 gempa susulan terjadi di sana hingga pukul 06.00 WIB pagi tadi. Adapun wilayah yang mengalami kerusakan paling berat berada di Pulau Halmahera.


Baca Juga: Korban Tewas Imbas Gempa M 7,2 Maluku Utara Bertambah 2 Orang
Baca Juga: Pura Agung Lokanantha Rusak Akibat Gempa Bali

&quot;Pemkab Halmahera Selatan dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umum di Labuha untuk penanganan pengungsi,&quot; tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak empat orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang disebabkan lindu 7,2 magnitudo di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Sementara itu, sebanyak 51 orang mengalami luka-luka.

Adapun jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 971 unit. Di antaranya berada di Desa Ranga-Ranga 300 unit, Kecamatan Gane Timur Selatan, Desa Gane luar 380 rumah, Desa Samat 6 rumah, Desa Gaimu 10 unit, Desa Kuwo 30 unit, Desa Liaro 22 unit, Desa Tomara 90 unit, Desa Tanjung Jere 2 unit, Desa Lemo Lemo 131 unit rumah.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat selama tujuh hari atau sepekan penuh pasca terjadinya gempa M 7,2 di wilayah tersebut.

&quot;SK Tanggap Darurat Halmahera Selatan selama tujuh hari, terhitung 15 Juli sampai 21 Juli 2019,&quot; kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Kapusdatin) BNPB, Agus Wibowo saat jumpa pers di kantornya, Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (16/7/2019).

Agus menuturkan, sebanyak 93 gempa susulan terjadi di sana hingga pukul 06.00 WIB pagi tadi. Adapun wilayah yang mengalami kerusakan paling berat berada di Pulau Halmahera.


Baca Juga: Korban Tewas Imbas Gempa M 7,2 Maluku Utara Bertambah 2 Orang
Baca Juga: Pura Agung Lokanantha Rusak Akibat Gempa Bali

&quot;Pemkab Halmahera Selatan dibantu TNI dan Polri telah mendirikan dapur umum di Labuha untuk penanganan pengungsi,&quot; tuturnya.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak empat orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang disebabkan lindu 7,2 magnitudo di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Sementara itu, sebanyak 51 orang mengalami luka-luka.

Adapun jumlah rumah yang rusak berat sebanyak 971 unit. Di antaranya berada di Desa Ranga-Ranga 300 unit, Kecamatan Gane Timur Selatan, Desa Gane luar 380 rumah, Desa Samat 6 rumah, Desa Gaimu 10 unit, Desa Kuwo 30 unit, Desa Liaro 22 unit, Desa Tomara 90 unit, Desa Tanjung Jere 2 unit, Desa Lemo Lemo 131 unit rumah.</content:encoded></item></channel></rss>
