<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK : Menteri Harus Berani Eksekusi Program</title><description>Pada dasarnya menteri itu mengambil keputusan, mengeksekusi keputusan dari program yang ada sesuai bidangnya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/16/337/2079714/jk-menteri-harus-berani-eksekusi-program</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/16/337/2079714/jk-menteri-harus-berani-eksekusi-program"/><item><title>JK : Menteri Harus Berani Eksekusi Program</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/16/337/2079714/jk-menteri-harus-berani-eksekusi-program</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/16/337/2079714/jk-menteri-harus-berani-eksekusi-program</guid><pubDate>Selasa 16 Juli 2019 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Fahreza Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/16/337/2079714/jk-menteri-harus-berani-eksekusi-program-rIR6D88pyS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Jusuf Kalla</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/16/337/2079714/jk-menteri-harus-berani-eksekusi-program-rIR6D88pyS.jpg</image><title>Wapres Jusuf Kalla</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan seorang menteri haruslah berani mengambil keputusan dan mengeksekusinya. Menurut dia, tipe menteri seperti itulah yang dibutuhkan Preside Jokowi di era kedua pemerintahannya.

&quot;Pada dasarnya menteri itu mengambil keputusan, mengeksekusi keputusan dari program yang ada sesuai bidangnya. Sehingga hanya orang yang punya ketegasan, pikiran, tindakan dan juga keberanian yang bisa mengeksekusi,&quot; kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Politikus senior Golkar ini menjelaskan, menteri yang lambat dalam pengambilan keputusan dan eksekusi, akan berdampak pada melambatnya kondisi ekonomi dan sosial-politik tanah air.


Baca Juga: Wagub DKI Masih Kosong, Mendagri: Tak Ada Kewenangan Memaksa

&quot;Kalau mengulur-ngulur atau tidak cepat mengeksekusi lambat perkembangan pertumbuhan kita. Ekonominya politik sosialnya. Maka presiden lebih menekankan menteri yang berani mengeksekusi,&quot; jelas dia.

Diwartakan sebelumnya, Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ingin memiliki pembantu yang berani pada Kabinet Kerja jilid II. Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat berpidato dengan judul &quot;Visi Indonesia.&quot;

&quot;Kita butuh menteri yang berani,&quot; kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Juli 2019.

Baca Juga:Idrus Marham Kepergok Ngopi 3 Jam di Luar Rutan
Baca Juga: Jokowi Cari Menteri Milenial, NasDem Siapkan Anak Surya Paloh</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan seorang menteri haruslah berani mengambil keputusan dan mengeksekusinya. Menurut dia, tipe menteri seperti itulah yang dibutuhkan Preside Jokowi di era kedua pemerintahannya.

&quot;Pada dasarnya menteri itu mengambil keputusan, mengeksekusi keputusan dari program yang ada sesuai bidangnya. Sehingga hanya orang yang punya ketegasan, pikiran, tindakan dan juga keberanian yang bisa mengeksekusi,&quot; kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Politikus senior Golkar ini menjelaskan, menteri yang lambat dalam pengambilan keputusan dan eksekusi, akan berdampak pada melambatnya kondisi ekonomi dan sosial-politik tanah air.


Baca Juga: Wagub DKI Masih Kosong, Mendagri: Tak Ada Kewenangan Memaksa

&quot;Kalau mengulur-ngulur atau tidak cepat mengeksekusi lambat perkembangan pertumbuhan kita. Ekonominya politik sosialnya. Maka presiden lebih menekankan menteri yang berani mengeksekusi,&quot; jelas dia.

Diwartakan sebelumnya, Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi) menegaskan ingin memiliki pembantu yang berani pada Kabinet Kerja jilid II. Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat berpidato dengan judul &quot;Visi Indonesia.&quot;

&quot;Kita butuh menteri yang berani,&quot; kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Minggu 14 Juli 2019.

Baca Juga:Idrus Marham Kepergok Ngopi 3 Jam di Luar Rutan
Baca Juga: Jokowi Cari Menteri Milenial, NasDem Siapkan Anak Surya Paloh</content:encoded></item></channel></rss>
