<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wadah Pegawai KPK Sebut Hasil Investigasi TGPF Kasus Novel Mengecewakan</title><description>Ia mempertanyakan kerja dari tim gabungan selama 6 bulan tersebut tidak dapat mengungkap pelaku lapangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/17/337/2080305/wadah-pegawai-kpk-sebut-hasil-investigasi-tgpf-kasus-novel-mengecewakan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/17/337/2080305/wadah-pegawai-kpk-sebut-hasil-investigasi-tgpf-kasus-novel-mengecewakan"/><item><title>Wadah Pegawai KPK Sebut Hasil Investigasi TGPF Kasus Novel Mengecewakan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/17/337/2080305/wadah-pegawai-kpk-sebut-hasil-investigasi-tgpf-kasus-novel-mengecewakan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/17/337/2080305/wadah-pegawai-kpk-sebut-hasil-investigasi-tgpf-kasus-novel-mengecewakan</guid><pubDate>Rabu 17 Juli 2019 22:53 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/17/337/2080305/wadah-pegawai-kpk-sebut-hasil-investigasi-tgpf-kasus-novel-mengecewakan-Oeb2Nz4qcA.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Novel Baswedan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/17/337/2080305/wadah-pegawai-kpk-sebut-hasil-investigasi-tgpf-kasus-novel-mengecewakan-Oeb2Nz4qcA.JPG</image><title>Novel Baswedan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo menilai hasil investigasi dari tim gabungan bentukan Kapolri dalam kasus penyerangan Novel Baswedan mengecewakan.
&quot;Ternyata hari ini, kami pegawai KPK juga menyaksikan konferensi pers dan juga rakyat Indonesia hasilnya &quot;jauh panggang dari api&quot;, ternyata tidak satu pun pelaku yang diungkap,&quot; kata Yudi saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Rabu (17/7/2019).
Lebih lanjut, ia mempertanyakan kerja dari tim gabungan selama 6 bulan tersebut tidak dapat mengungkap pelaku lapangan apalagi pelaku intelektual penyerangan terhadap Novel. &quot;Kerja 6 bulan ternyata tidak ada satu pun pelaku yang terungkap baik itu pelaku lapangan apalagi pelaku intelektual,&quot; ucap Yudi.
Baca Juga:&amp;nbsp;TGPF Duga Ada 6 Kasus Berkaitan dengan Penyiraman Novel Baswedan
Menurut dia, dari hasil investigasi itu justru motif-motif penyerangan yang sengaja dikembangkan bukan pelaku penyerangan tersebut.
&quot;Yang terjadi adalah motif-motif yang sengaja dikembangkan, yang tentu saja akal sehat kita bertanya bagaimana mungkin motif-motif ditemukan tetapi pelakunya tidak didapatkan,&quot; ujar Yudi.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Arif Maulana, anggota tim kuasa hukum Novel Baswedan juga menyatakan bahwa tim gabungan bentukan Kapolri tersebut telah gagal total dalam menjalankan mandatnya.
&quot;Bahwa tim satgas bentukan Kapolri yang merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komnas HAM telah gagal total untuk menjalankan mandatnya. Kegagalan itu bisa kita lihat dari belum terungkap pelaku alih-alih pelaku lapangan, terlebih lagi aktor intelektual di balik penyerangan terhadap Novel Baswedan sebagai korban,&quot; kata Arif.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polri Siap Bentuk Tim Teknis Kasus Novel Dipimpin Kabareskrim
Ia menegaskan, kegagalan dari tim gabungan tersebut berarti juga kegagalan dari kepolisian. &quot;Perlu kami tegaskan bahwa kegagalan tim gabungan yang dibentuk per Januari dan berakhir 8 Juli bukan hanya kegagalan tim itu sendiri tetapi merupakan kegagalan dari Kepolisian. Kita tahu struktur satgas tersebut tanggung jawabnya adalah Kapolri sendiri,&quot; ujar Arif.
Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai Salat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) Yudi Purnomo menilai hasil investigasi dari tim gabungan bentukan Kapolri dalam kasus penyerangan Novel Baswedan mengecewakan.
&quot;Ternyata hari ini, kami pegawai KPK juga menyaksikan konferensi pers dan juga rakyat Indonesia hasilnya &quot;jauh panggang dari api&quot;, ternyata tidak satu pun pelaku yang diungkap,&quot; kata Yudi saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Rabu (17/7/2019).
Lebih lanjut, ia mempertanyakan kerja dari tim gabungan selama 6 bulan tersebut tidak dapat mengungkap pelaku lapangan apalagi pelaku intelektual penyerangan terhadap Novel. &quot;Kerja 6 bulan ternyata tidak ada satu pun pelaku yang terungkap baik itu pelaku lapangan apalagi pelaku intelektual,&quot; ucap Yudi.
Baca Juga:&amp;nbsp;TGPF Duga Ada 6 Kasus Berkaitan dengan Penyiraman Novel Baswedan
Menurut dia, dari hasil investigasi itu justru motif-motif penyerangan yang sengaja dikembangkan bukan pelaku penyerangan tersebut.
&quot;Yang terjadi adalah motif-motif yang sengaja dikembangkan, yang tentu saja akal sehat kita bertanya bagaimana mungkin motif-motif ditemukan tetapi pelakunya tidak didapatkan,&quot; ujar Yudi.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Arif Maulana, anggota tim kuasa hukum Novel Baswedan juga menyatakan bahwa tim gabungan bentukan Kapolri tersebut telah gagal total dalam menjalankan mandatnya.
&quot;Bahwa tim satgas bentukan Kapolri yang merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komnas HAM telah gagal total untuk menjalankan mandatnya. Kegagalan itu bisa kita lihat dari belum terungkap pelaku alih-alih pelaku lapangan, terlebih lagi aktor intelektual di balik penyerangan terhadap Novel Baswedan sebagai korban,&quot; kata Arif.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polri Siap Bentuk Tim Teknis Kasus Novel Dipimpin Kabareskrim
Ia menegaskan, kegagalan dari tim gabungan tersebut berarti juga kegagalan dari kepolisian. &quot;Perlu kami tegaskan bahwa kegagalan tim gabungan yang dibentuk per Januari dan berakhir 8 Juli bukan hanya kegagalan tim itu sendiri tetapi merupakan kegagalan dari Kepolisian. Kita tahu struktur satgas tersebut tanggung jawabnya adalah Kapolri sendiri,&quot; ujar Arif.
Novel Baswedan diserang oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai Salat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Pelaku menyiramkan air keras ke kedua mata Novel sehingga mengakibatkan mata kirinya tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
