<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertunjukan Tradisi Mengubur Jenazah di Tebing Warnai TIF 2019</title><description>Toraja International Festival (TIF) 2019 diwarnai pertunujukan tradisi mengubur jenazah di tebing.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/20/1/2081491/pertunjukan-tradisi-mengubur-jenazah-di-tebing-warnai-tif-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/20/1/2081491/pertunjukan-tradisi-mengubur-jenazah-di-tebing-warnai-tif-2019"/><item><title>Pertunjukan Tradisi Mengubur Jenazah di Tebing Warnai TIF 2019</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/20/1/2081491/pertunjukan-tradisi-mengubur-jenazah-di-tebing-warnai-tif-2019</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/20/1/2081491/pertunjukan-tradisi-mengubur-jenazah-di-tebing-warnai-tif-2019</guid><pubDate>Sabtu 20 Juli 2019 19:09 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/20/1/2081491/pertunjukan-tradisi-mengubur-jenazah-di-tebing-warnai-tif-2019-QaBkLgbxuM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok.Humas Kemenpar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/20/1/2081491/pertunjukan-tradisi-mengubur-jenazah-di-tebing-warnai-tif-2019-QaBkLgbxuM.jpg</image><title>Foto: dok.Humas Kemenpar</title></images><description>TORAJA &amp;ndash; Toraja International Festival (TIF) 2019 resmi dibuka kemarin, 19 Juli dan akan berlangsung sampai 21 Juli. Untuk itu ini adalah waktu yang temmpat untuk berkunjung ke Toraja,  apala acara tersebut akan diwarnai pertunujukan tradisi mengubur jenazah di tebing.

Siapa yang tidak mengenal tradisi mengubur jenazah di tebing asal Toraja, Sulawesi Selatan. Tradisi tersebut menjelma menjadi atraksi budaya yang mampu menarik minat wisatawan mancanegara.

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Don Kardono mengatakan, Toraja adalah destinasi yang wajib dikunjungi karena memiliki budaya yang terjaga sangat rapi seperti Tradisi mengubur jenazah.

&amp;ldquo;Toraja sangat kaya akan budaya dan telah menjadi atraksi utama di sana. Daya tariknya sangat luar biasa. Toraja sangat direkomendasikan untuk dikunjungi, dan atraksi yang wajib dilihat adalah pemakaman di tebing,&amp;rdquo; katanya, Jumat (19/7/2019).

Kalau ingin melihat makam di tebing, ada dua destinasi di Toraja yang direkomendasikan untuk dikunjungi, yaitu Lemo dan Londa.

Destinasi pertama yang harus dikunjungi adalah Lemo. Di tempat ini bisa melihat lokasi pemakaman  yang sangat alamiah. Lokasinya berada di antara persawahan penduduk. Di deretan tebing itu terpampang deretan patung. Tahukah kalian makna dari ukiran patung itu?

Salah satu pembuat patung tersebut adalah Anton, warga Kampung Lemo, Toraja. Ia memiliki showroom patung tak jauh dari tebing tersebut. Di sana ia memajang patung hasil pahatannya. Menurutnya patung-patung yang terpasang di tebing adalah gambaran jenazah yang dikubur semasa hidup.

&amp;ldquo;Kalau dulu bentuknya memang kasar, tapi kalau sekarang kita buat semirip mungkin. Seperti wajah asli jenazah saat dia hidup,&amp;rdquo; paparnya.

Menurutnya tidak semua jenazah bisa dibuat patung, hanya bangsawan atau tokoh saja. Proses pembuatannya juga tidak sebentar, memakan waktu hingga 2 bulan. Dari pembuatan patung sampai proses pemakaman memakan biaya hingga Rp20 juta.

&amp;ldquo;Di Toraja seorang yang meninggal tidak langsung dikubur. Mereka mengumpulkan biaya karena nanti proses pemakaman harus beserta pemasangan patung,&amp;rdquo; jelasnya.

Menanggapi itu, Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan budaya yang ada di Toraja sangat unik.  &amp;ldquo;Budaya Toraja sangat berbeda jika dibandingkan budaya di daerah lain. Hal ini membuat value budaya Toraja sangat tinggi,&amp;rdquo; ucapnya.

Nah, jika kalian penasaran dengan bagian dalam tebing, kalian disarankan melanjutkan perjalanan ke Londa. Di sini kalian akan menemui goa. Londa adalah pemakaman keluarga dan kerabat-kerabat dalam satu keluarga. Namun pemakaman dilakukan berdasarkan kasta. Anggota keluarga dengan kasta tertinggi akan menempati paling atas dari tebing.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan kekayaan budaya Toraja sangat luar biasa.

&amp;ldquo;Banyak wisatawan yang datang ke Toraja hanya untuk melihat kekayaan budayanya. Nilai jualnya sangat tinggi karena budayanya terjaga dengan sangat baik,&amp;rdquo; paparnya.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan Toraja International Festival 2019 yang penuh suguhan budaya.  &amp;ldquo;Budaya itu semakin dilestarikan semakin menghasilkan, dan akan semakin tinggi nilainya. Hal ini dilakukan di Toraja. Pariwisata di sana sangat ditunjang budaya dan Toraja mampu melestarikan budayanya dengan sangat baik,&amp;rdquo; pungkas mantan Dirut PT Telkom itu.</description><content:encoded>TORAJA &amp;ndash; Toraja International Festival (TIF) 2019 resmi dibuka kemarin, 19 Juli dan akan berlangsung sampai 21 Juli. Untuk itu ini adalah waktu yang temmpat untuk berkunjung ke Toraja,  apala acara tersebut akan diwarnai pertunujukan tradisi mengubur jenazah di tebing.

Siapa yang tidak mengenal tradisi mengubur jenazah di tebing asal Toraja, Sulawesi Selatan. Tradisi tersebut menjelma menjadi atraksi budaya yang mampu menarik minat wisatawan mancanegara.

Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Don Kardono mengatakan, Toraja adalah destinasi yang wajib dikunjungi karena memiliki budaya yang terjaga sangat rapi seperti Tradisi mengubur jenazah.

&amp;ldquo;Toraja sangat kaya akan budaya dan telah menjadi atraksi utama di sana. Daya tariknya sangat luar biasa. Toraja sangat direkomendasikan untuk dikunjungi, dan atraksi yang wajib dilihat adalah pemakaman di tebing,&amp;rdquo; katanya, Jumat (19/7/2019).

Kalau ingin melihat makam di tebing, ada dua destinasi di Toraja yang direkomendasikan untuk dikunjungi, yaitu Lemo dan Londa.

Destinasi pertama yang harus dikunjungi adalah Lemo. Di tempat ini bisa melihat lokasi pemakaman  yang sangat alamiah. Lokasinya berada di antara persawahan penduduk. Di deretan tebing itu terpampang deretan patung. Tahukah kalian makna dari ukiran patung itu?

Salah satu pembuat patung tersebut adalah Anton, warga Kampung Lemo, Toraja. Ia memiliki showroom patung tak jauh dari tebing tersebut. Di sana ia memajang patung hasil pahatannya. Menurutnya patung-patung yang terpasang di tebing adalah gambaran jenazah yang dikubur semasa hidup.

&amp;ldquo;Kalau dulu bentuknya memang kasar, tapi kalau sekarang kita buat semirip mungkin. Seperti wajah asli jenazah saat dia hidup,&amp;rdquo; paparnya.

Menurutnya tidak semua jenazah bisa dibuat patung, hanya bangsawan atau tokoh saja. Proses pembuatannya juga tidak sebentar, memakan waktu hingga 2 bulan. Dari pembuatan patung sampai proses pemakaman memakan biaya hingga Rp20 juta.

&amp;ldquo;Di Toraja seorang yang meninggal tidak langsung dikubur. Mereka mengumpulkan biaya karena nanti proses pemakaman harus beserta pemasangan patung,&amp;rdquo; jelasnya.

Menanggapi itu, Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan budaya yang ada di Toraja sangat unik.  &amp;ldquo;Budaya Toraja sangat berbeda jika dibandingkan budaya di daerah lain. Hal ini membuat value budaya Toraja sangat tinggi,&amp;rdquo; ucapnya.

Nah, jika kalian penasaran dengan bagian dalam tebing, kalian disarankan melanjutkan perjalanan ke Londa. Di sini kalian akan menemui goa. Londa adalah pemakaman keluarga dan kerabat-kerabat dalam satu keluarga. Namun pemakaman dilakukan berdasarkan kasta. Anggota keluarga dengan kasta tertinggi akan menempati paling atas dari tebing.

Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty mengatakan kekayaan budaya Toraja sangat luar biasa.

&amp;ldquo;Banyak wisatawan yang datang ke Toraja hanya untuk melihat kekayaan budayanya. Nilai jualnya sangat tinggi karena budayanya terjaga dengan sangat baik,&amp;rdquo; paparnya.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi pelaksanaan Toraja International Festival 2019 yang penuh suguhan budaya.  &amp;ldquo;Budaya itu semakin dilestarikan semakin menghasilkan, dan akan semakin tinggi nilainya. Hal ini dilakukan di Toraja. Pariwisata di sana sangat ditunjang budaya dan Toraja mampu melestarikan budayanya dengan sangat baik,&amp;rdquo; pungkas mantan Dirut PT Telkom itu.</content:encoded></item></channel></rss>
