<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Prestasi Kemenag Jawab Tudingan Politisi PKB</title><description>Kemenag angkat bicara soal tudingan Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanulhaq yang menyatakan bahwa birokrasi Kemenag jelek</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/21/337/2081630/5-prestasi-kemenag-jawab-tudingan-politisi-pkb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/21/337/2081630/5-prestasi-kemenag-jawab-tudingan-politisi-pkb"/><item><title>5 Prestasi Kemenag Jawab Tudingan Politisi PKB</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/21/337/2081630/5-prestasi-kemenag-jawab-tudingan-politisi-pkb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/21/337/2081630/5-prestasi-kemenag-jawab-tudingan-politisi-pkb</guid><pubDate>Minggu 21 Juli 2019 11:07 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/21/337/2081630/5-prestasi-kemenag-jawab-tudingan-politisi-pkb-HoSKtjz66O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kantor Kemenag (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/21/337/2081630/5-prestasi-kemenag-jawab-tudingan-politisi-pkb-HoSKtjz66O.jpg</image><title>Kantor Kemenag (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) angkat bicara soal tudingan Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanulhaq yang menyatakan bahwa birokrasi Kemenag jelek. Tak sampai di situ saja, Maman juga menyebut parkiran Kemenag paling jelek sama seperti kinerja menterinya.
Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama, Ali Rokhmad membantah tudingan tersebut.
Menurut dia, tuduhan Maman Imanulhaq itu tidak berdasar dan tanpa didukung data. Ia pun memamerkan lima prestasi Kemenag yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin (LHS) tersebut.
Ali menerangkan, Menag LHS telah berhasil melakukan reformasi birokrasi di Kemenag dalam lima tahun masa kepemimpinannya. Sehingga, Kemenag justru sudah menunjukkan kemajuan yang sangat baik dan lebih akuntabel, serta transparan, dan semakin melayani.
Baca Juga: Bantah Politikus PKB, Kemenag: Kepemimpinan Lukman Hakim Menunjukkan Kemajuan

Ali memaparkan sejumlah bukti capaikan kerja LHS. Prestasi pertama politisi PPP tersebut seperti penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Kementerian Agama (LKKA).
&quot;Dalam tiga tahun terakhir, Kemenag mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut. Itu adalah kategori tertinggi dalam penilaian BPK,&quot; kata Ali dalam keterangan tertulis, Minggu (21/7/2019).
Tidak cuma itu, Ali melanjutkan bahwa Kemenag tercatat sebagai instansi pertama yang menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam sistem pelaporan keuangan pemerintah.
&quot;Ini menunjukkan Kemenag semakin transparan dan akuntabel,&quot; paparnya.Kemudian, bukti kedua yang membuat Kemenag semakin baik kinerjanya  yakni indeks reformasi birokrasi Kemenag terus naik. Alhasil, upaya  reformas birokrasi di Kemenag makin terlihat hasilnya.
&quot;Ini bisa dilihat dari indeks penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB). Indeks RB terus  menanjak selama kepemimpinan Menag LHS,&quot; terangnya.
Menurut Ali, dari semula berada pada posisi 54,83 atau masuk kategori  &amp;ldquo;CC&amp;rdquo; pada 2014, naik menjadi 62,28 atau &amp;ldquo;B&amp;rdquo; pada 2015 dan 69,14 atau  &amp;ldquo;B&amp;rdquo; pada 2016. Tahun 2017, naik lagi menjadi 73,27 atau kategori &amp;ldquo;BB&amp;rdquo;.  Tahun 2018 lalu, indeks RB Kemenag naik lagi menjadi 74,02 atau &amp;ldquo;BB&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Jelas sekali ada kenaikan signifikan dalam lima tahun terakhir.  Proses perbaikan terus dilakukan, semoga tahun depan kami sudah masuk  kategori tertinggi,  yaitu &amp;ldquo;A&amp;rdquo;,&amp;rdquo; tutur Ali Rokhmad.
Selain itu, prestasi ketiga Kemenag dibawah kepemimpinan LHS bisa  dilihat dari indikator peningkatan pada akuntabilitas kinerja Aparatur  Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama. Peningkatan ini bisa dilihat dari  kenaikan grafik penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi  Pemerintah (SAKIP) yang juga dilakukan oleh Kemen PANRB.

Jika pada 2014, SAKIP Kemenag masih dalam kategori &amp;ldquo;CC&amp;rdquo; dengan nilai  60,53, kategori dan nilai tersebut terus naik. Tahun 2015, SAKIP Kemenag  sudah &amp;ldquo;B&amp;rdquo; dengan 62,01. Dua tahun berikutnya, capaian ini juga naik  menjadi 68,17 (B), dan 70,02 (BB). Tahun 2018, nilai SAKIP Kemenag  kembali naik menjadi 70,12 atau BB. Kenaikan peringkat ini tentu  signifikan bagi Kementerian Agama yang memiliki satker sejumlah 4.590  dan ASN sebanyak 225.730 orang.
&quot;Bagi Kemenag, yang merupakan instansi dengan satuan kerja terbanyak  dan jumlah ASN terbesar, prestasi tersebut hanya dapat dicapai dengan  kerja keras dan kepemimpinan yang kuat dari Menteri Agama Lukman Hakim  Saifuddin,&quot; tegasnya.Sementara capaian keempat kinerja Kemenag dalam lima tahun terakhir   juga  meliputi  penilaian masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah   haji. Penilaian itu tercermin dalam Indeks Kepuasan Jemaah Haji   Indonesia (IKJHI) hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS).
Tahun 2014, atau tahun pertama Menag LHS menjadi Amirul Hajj pada   penyelenggaraan ibadah haji, IKJHI hasil survei BPS mencapai 81,52.   Indeks kepuasan ini terus naik menjadi 82,67 (2015), 83,83 (2016), dan   84,85 (2017). Semuanya dalam kategori memuaskan. Puncaknya, pada   penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018, Indeks Kepuasan Jemaah Haji   membukukan angka 85,23 atau masuk kategori sangat memuaskan.
&quot;Capaian penilaian Sangat Memuaskan ini adalah yang pertama kalinya   dalam sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia,&quot; lanjut Ali Rokhmad   yang pernah menjabat sebagai Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji pada Ditjen   Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Ali kembali memamerkan prestasi Kemenag yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin tersebut.
Adapun prestasi kelima Menteri LHS, kata dia, berhasil menghadirkan   Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang juga menjadi indikator lain   terjadinya kemajuan di Kementerian Agama.
Berdiri kali pertama di Kemenag pusat pada 2016, PTSP kini sudah   hadir di 34 Kanwil Kemenag Provinsi. Bahkan, puluhan lainnya sudah hadir   di tingkat Kankemenag Kab/Kota.
Kehadiran PTSP memudahkan akses masyarakat terhadap layanan   Kementerian Agama. Dengan layanan yang terpusat dan terintegrasi, kini   masyarakat semakin mudah mengurus keperluan yang terkait layanan agama   dan keagamaan. Prosesnya pun tidak harus selalu hadir di kantor Kemenag   sehingga publik tidak perlu repot mencari lahan parkir.
&quot;PTSP adalah wujud nyata good governance dan komitmen Kemenag untuk lebih dekat melayani umat di era digital,&quot; lanjutnya.
Kelima indikator ini, baik LKKA, RB, SAKIP, IKJH, maupun PTSP   menunjukkan bahwa proses reformasi birokrasi dan perbaikan kinerja di   Kemenag berjalan on the track dan berkesinambungan. Menurut Ali,   kesinambungan itu penting, karena setiap Menteri dalam periodenya ikut   andil dalam meningkatkan kinerja kementerian yang lahir pada 3 Januari   1946 ini.
&quot;Reformasi birokrasi di Kemenag memang belum selesai.  Masih ada  beberapa bolong yang harus ditambal. Tapi, rumah bocor cukup  ditambal  dan diperbaiki, tak perlu diluluh-lantakkan!&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) angkat bicara soal tudingan Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanulhaq yang menyatakan bahwa birokrasi Kemenag jelek. Tak sampai di situ saja, Maman juga menyebut parkiran Kemenag paling jelek sama seperti kinerja menterinya.
Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama, Ali Rokhmad membantah tudingan tersebut.
Menurut dia, tuduhan Maman Imanulhaq itu tidak berdasar dan tanpa didukung data. Ia pun memamerkan lima prestasi Kemenag yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin (LHS) tersebut.
Ali menerangkan, Menag LHS telah berhasil melakukan reformasi birokrasi di Kemenag dalam lima tahun masa kepemimpinannya. Sehingga, Kemenag justru sudah menunjukkan kemajuan yang sangat baik dan lebih akuntabel, serta transparan, dan semakin melayani.
Baca Juga: Bantah Politikus PKB, Kemenag: Kepemimpinan Lukman Hakim Menunjukkan Kemajuan

Ali memaparkan sejumlah bukti capaikan kerja LHS. Prestasi pertama politisi PPP tersebut seperti penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Kementerian Agama (LKKA).
&quot;Dalam tiga tahun terakhir, Kemenag mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut. Itu adalah kategori tertinggi dalam penilaian BPK,&quot; kata Ali dalam keterangan tertulis, Minggu (21/7/2019).
Tidak cuma itu, Ali melanjutkan bahwa Kemenag tercatat sebagai instansi pertama yang menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam sistem pelaporan keuangan pemerintah.
&quot;Ini menunjukkan Kemenag semakin transparan dan akuntabel,&quot; paparnya.Kemudian, bukti kedua yang membuat Kemenag semakin baik kinerjanya  yakni indeks reformasi birokrasi Kemenag terus naik. Alhasil, upaya  reformas birokrasi di Kemenag makin terlihat hasilnya.
&quot;Ini bisa dilihat dari indeks penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB). Indeks RB terus  menanjak selama kepemimpinan Menag LHS,&quot; terangnya.
Menurut Ali, dari semula berada pada posisi 54,83 atau masuk kategori  &amp;ldquo;CC&amp;rdquo; pada 2014, naik menjadi 62,28 atau &amp;ldquo;B&amp;rdquo; pada 2015 dan 69,14 atau  &amp;ldquo;B&amp;rdquo; pada 2016. Tahun 2017, naik lagi menjadi 73,27 atau kategori &amp;ldquo;BB&amp;rdquo;.  Tahun 2018 lalu, indeks RB Kemenag naik lagi menjadi 74,02 atau &amp;ldquo;BB&amp;rdquo;.
&amp;ldquo;Jelas sekali ada kenaikan signifikan dalam lima tahun terakhir.  Proses perbaikan terus dilakukan, semoga tahun depan kami sudah masuk  kategori tertinggi,  yaitu &amp;ldquo;A&amp;rdquo;,&amp;rdquo; tutur Ali Rokhmad.
Selain itu, prestasi ketiga Kemenag dibawah kepemimpinan LHS bisa  dilihat dari indikator peningkatan pada akuntabilitas kinerja Aparatur  Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama. Peningkatan ini bisa dilihat dari  kenaikan grafik penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi  Pemerintah (SAKIP) yang juga dilakukan oleh Kemen PANRB.

Jika pada 2014, SAKIP Kemenag masih dalam kategori &amp;ldquo;CC&amp;rdquo; dengan nilai  60,53, kategori dan nilai tersebut terus naik. Tahun 2015, SAKIP Kemenag  sudah &amp;ldquo;B&amp;rdquo; dengan 62,01. Dua tahun berikutnya, capaian ini juga naik  menjadi 68,17 (B), dan 70,02 (BB). Tahun 2018, nilai SAKIP Kemenag  kembali naik menjadi 70,12 atau BB. Kenaikan peringkat ini tentu  signifikan bagi Kementerian Agama yang memiliki satker sejumlah 4.590  dan ASN sebanyak 225.730 orang.
&quot;Bagi Kemenag, yang merupakan instansi dengan satuan kerja terbanyak  dan jumlah ASN terbesar, prestasi tersebut hanya dapat dicapai dengan  kerja keras dan kepemimpinan yang kuat dari Menteri Agama Lukman Hakim  Saifuddin,&quot; tegasnya.Sementara capaian keempat kinerja Kemenag dalam lima tahun terakhir   juga  meliputi  penilaian masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah   haji. Penilaian itu tercermin dalam Indeks Kepuasan Jemaah Haji   Indonesia (IKJHI) hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS).
Tahun 2014, atau tahun pertama Menag LHS menjadi Amirul Hajj pada   penyelenggaraan ibadah haji, IKJHI hasil survei BPS mencapai 81,52.   Indeks kepuasan ini terus naik menjadi 82,67 (2015), 83,83 (2016), dan   84,85 (2017). Semuanya dalam kategori memuaskan. Puncaknya, pada   penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018, Indeks Kepuasan Jemaah Haji   membukukan angka 85,23 atau masuk kategori sangat memuaskan.
&quot;Capaian penilaian Sangat Memuaskan ini adalah yang pertama kalinya   dalam sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia,&quot; lanjut Ali Rokhmad   yang pernah menjabat sebagai Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji pada Ditjen   Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Ali kembali memamerkan prestasi Kemenag yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin tersebut.
Adapun prestasi kelima Menteri LHS, kata dia, berhasil menghadirkan   Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang juga menjadi indikator lain   terjadinya kemajuan di Kementerian Agama.
Berdiri kali pertama di Kemenag pusat pada 2016, PTSP kini sudah   hadir di 34 Kanwil Kemenag Provinsi. Bahkan, puluhan lainnya sudah hadir   di tingkat Kankemenag Kab/Kota.
Kehadiran PTSP memudahkan akses masyarakat terhadap layanan   Kementerian Agama. Dengan layanan yang terpusat dan terintegrasi, kini   masyarakat semakin mudah mengurus keperluan yang terkait layanan agama   dan keagamaan. Prosesnya pun tidak harus selalu hadir di kantor Kemenag   sehingga publik tidak perlu repot mencari lahan parkir.
&quot;PTSP adalah wujud nyata good governance dan komitmen Kemenag untuk lebih dekat melayani umat di era digital,&quot; lanjutnya.
Kelima indikator ini, baik LKKA, RB, SAKIP, IKJH, maupun PTSP   menunjukkan bahwa proses reformasi birokrasi dan perbaikan kinerja di   Kemenag berjalan on the track dan berkesinambungan. Menurut Ali,   kesinambungan itu penting, karena setiap Menteri dalam periodenya ikut   andil dalam meningkatkan kinerja kementerian yang lahir pada 3 Januari   1946 ini.
&quot;Reformasi birokrasi di Kemenag memang belum selesai.  Masih ada  beberapa bolong yang harus ditambal. Tapi, rumah bocor cukup  ditambal  dan diperbaiki, tak perlu diluluh-lantakkan!&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
