<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 Siswa Titipan Tak Lolos PPDB, Mantan RW Blokir Akses Jalan SMPN 13 Tangsel</title><description>Sejumlah warga memblokir akses jalan masuk SMPN 13 Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel).</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/22/338/2081960/9-siswa-titipan-tak-lolos-ppdb-mantan-rw-blokir-akses-jalan-smpn-13-tangsel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/22/338/2081960/9-siswa-titipan-tak-lolos-ppdb-mantan-rw-blokir-akses-jalan-smpn-13-tangsel"/><item><title>9 Siswa Titipan Tak Lolos PPDB, Mantan RW Blokir Akses Jalan SMPN 13 Tangsel</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/22/338/2081960/9-siswa-titipan-tak-lolos-ppdb-mantan-rw-blokir-akses-jalan-smpn-13-tangsel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/22/338/2081960/9-siswa-titipan-tak-lolos-ppdb-mantan-rw-blokir-akses-jalan-smpn-13-tangsel</guid><pubDate>Senin 22 Juli 2019 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/22/338/2081960/9-siswa-titipan-tak-lolos-ppdb-mantan-rw-blokir-akses-jalan-smpn-13-tangsel-wyOsl8EqUq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SMPN 13 Tangsel (Foto: Hambali/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/22/338/2081960/9-siswa-titipan-tak-lolos-ppdb-mantan-rw-blokir-akses-jalan-smpn-13-tangsel-wyOsl8EqUq.jpg</image><title>SMPN 13 Tangsel (Foto: Hambali/Okezone)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Sejumlah warga memblokir akses jalan masuk SMPN 13 Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka membakar ban serta membentangkan spanduk menutupi Jalan Beruang II, Senin (22/7/2019).
Beberapa kendaraan dan pengguna jalan yang hendak melintas, terpaksa dialihkan ke arah jalan lainnya. Warga yang memblokir jalan masuk itu rupanya kecewa lantaran banyak calon siswa yang berasal dari warga sekitar tak lolos pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 13.
Penelusuran Okezone di lokasi, aksi blokir jalan dilakukan oleh warga yang anaknya tak lolos PPDB. Mereka menuding ada kejanggalan dalam praktik PPDB, lantaran tak sedikit calon siswa yang berasal dari luar wilayah itu justru diterima seleksi PPDB SMPN 13.
Mantan Ketua RW 02, Pondok Ranji, Wahab, mengatakan, ada 9 calon siswa yang dibawanya untuk dititipkan ke SMPN 13 tak lolos seleksi masuk. Sementara, calon siswa yang tinggalnya cukup jauh dari SMPN 13 bisa diterima masuk.

&quot;Ini ada apa, kita minta tolong tapi nggak bisa. Kita titipin 9 anak, minta bantu, tahun-tahun kemarin bisa, tapi enggak tahu sekarang kok enggak bisa dibantu sama pihak sekolah,&quot; ucapnya kepada Okezone di lokasi.
Diterangkan Wahab (60), dia dan istrinya, Aminah (50), kerap diminta bantuan oleh orang tua siswa agar bisa memasukkan putra-putrinya ke SMPN 13. Dikatakannya, hal itu dilakukan semata-mata untuk membantu tanpa ada iming-iming apapun.

&quot;Kita kan biasa bantu saja, sudah sering juga minta bantuan ke pihak sekolah, ke bagian TU (Tata Usaha). Waktu tes online pertama gagal karena pakai zonasi, nilainya juga rendah. Sampai sekarang nggak bisa masuk,&quot; tutur Aminah, menambahkan keterangan sang suami.
Baik Wahab maupun Aminah menduga, bahwa ada permainan yang dilakukan oknum dari SMPN 13 untuk menyeleksi siapa yang lolos dan tidak lolos. Bahkan ada informasi yang menyebut, jika calon siswa harus merogoh kocek hingga Rp4 juta agar bisa masuk SMPN 13.&quot;Ada kabarnya siswa dari kampung lain bisa masuk tapi bayar antara  Rp3-4 juta per anak. Maka nya kita juga protes soal itu. Ini semua yang  blokir jalan dari orang tua yang nggak diterima, ada dari warga sini  juga,&quot; imbuh Wahab.
Namun Wahab dan Aminah sendiri tak dapat membeberkan pemahamannya  mengenai ketentuan sistem zonasi. Bahkan keduanya pun enggan mengungkap,  identitas dan tempat tinggal dari 9 siswa yang dititipkan itu.
&quot;Ada yang dari Pondok Karya, Pondok Betung, kalau jaraknya saya nggak tahu,&quot; tukas Wahab.
Pihak sekolah sendiri belum bisa memberikan tanggapan atas tudingan  soal 9 siswa asal warga sekitar yang tak lolos PPDB. Kegiatan  belajar-mengajar di SMPN 13 tetap berlangung tanpa terpengaruh aksi  blokir akses jalan masuk sekolah.</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Sejumlah warga memblokir akses jalan masuk SMPN 13 Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel). Mereka membakar ban serta membentangkan spanduk menutupi Jalan Beruang II, Senin (22/7/2019).
Beberapa kendaraan dan pengguna jalan yang hendak melintas, terpaksa dialihkan ke arah jalan lainnya. Warga yang memblokir jalan masuk itu rupanya kecewa lantaran banyak calon siswa yang berasal dari warga sekitar tak lolos pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN 13.
Penelusuran Okezone di lokasi, aksi blokir jalan dilakukan oleh warga yang anaknya tak lolos PPDB. Mereka menuding ada kejanggalan dalam praktik PPDB, lantaran tak sedikit calon siswa yang berasal dari luar wilayah itu justru diterima seleksi PPDB SMPN 13.
Mantan Ketua RW 02, Pondok Ranji, Wahab, mengatakan, ada 9 calon siswa yang dibawanya untuk dititipkan ke SMPN 13 tak lolos seleksi masuk. Sementara, calon siswa yang tinggalnya cukup jauh dari SMPN 13 bisa diterima masuk.

&quot;Ini ada apa, kita minta tolong tapi nggak bisa. Kita titipin 9 anak, minta bantu, tahun-tahun kemarin bisa, tapi enggak tahu sekarang kok enggak bisa dibantu sama pihak sekolah,&quot; ucapnya kepada Okezone di lokasi.
Diterangkan Wahab (60), dia dan istrinya, Aminah (50), kerap diminta bantuan oleh orang tua siswa agar bisa memasukkan putra-putrinya ke SMPN 13. Dikatakannya, hal itu dilakukan semata-mata untuk membantu tanpa ada iming-iming apapun.

&quot;Kita kan biasa bantu saja, sudah sering juga minta bantuan ke pihak sekolah, ke bagian TU (Tata Usaha). Waktu tes online pertama gagal karena pakai zonasi, nilainya juga rendah. Sampai sekarang nggak bisa masuk,&quot; tutur Aminah, menambahkan keterangan sang suami.
Baik Wahab maupun Aminah menduga, bahwa ada permainan yang dilakukan oknum dari SMPN 13 untuk menyeleksi siapa yang lolos dan tidak lolos. Bahkan ada informasi yang menyebut, jika calon siswa harus merogoh kocek hingga Rp4 juta agar bisa masuk SMPN 13.&quot;Ada kabarnya siswa dari kampung lain bisa masuk tapi bayar antara  Rp3-4 juta per anak. Maka nya kita juga protes soal itu. Ini semua yang  blokir jalan dari orang tua yang nggak diterima, ada dari warga sini  juga,&quot; imbuh Wahab.
Namun Wahab dan Aminah sendiri tak dapat membeberkan pemahamannya  mengenai ketentuan sistem zonasi. Bahkan keduanya pun enggan mengungkap,  identitas dan tempat tinggal dari 9 siswa yang dititipkan itu.
&quot;Ada yang dari Pondok Karya, Pondok Betung, kalau jaraknya saya nggak tahu,&quot; tukas Wahab.
Pihak sekolah sendiri belum bisa memberikan tanggapan atas tudingan  soal 9 siswa asal warga sekitar yang tak lolos PPDB. Kegiatan  belajar-mengajar di SMPN 13 tetap berlangung tanpa terpengaruh aksi  blokir akses jalan masuk sekolah.</content:encoded></item></channel></rss>
