<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Tolak Sambutan, Ganjar Pilih Main Engklek Bersama Anak-anak</title><description>Tingkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berhasil mengubah acara Hari Anak Nasional yang semula seremonial menjadi ger-geran (seru).</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/23/1/2082656/tolak-sambutan-ganjar-pilih-main-engklek-bersama-anak-anak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/23/1/2082656/tolak-sambutan-ganjar-pilih-main-engklek-bersama-anak-anak"/><item><title> Tolak Sambutan, Ganjar Pilih Main Engklek Bersama Anak-anak</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/23/1/2082656/tolak-sambutan-ganjar-pilih-main-engklek-bersama-anak-anak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/23/1/2082656/tolak-sambutan-ganjar-pilih-main-engklek-bersama-anak-anak</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 18:36 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/1/2082656/tolak-sambutan-ganjar-pilih-main-engklek-bersama-anak-anak-BqEq8rjHBo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo ajak anak-anak main engklek (Foto: Pemprov Jateng)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/1/2082656/tolak-sambutan-ganjar-pilih-main-engklek-bersama-anak-anak-BqEq8rjHBo.jpg</image><title>Ganjar Pranowo ajak anak-anak main engklek (Foto: Pemprov Jateng)</title></images><description>SEMARANG - Tingkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berhasil mengubah acara Hari Anak Nasional yang semula seremonial menjadi ger-geran (seru). Alih-alih naik panggung untuk sambutan, Ganjar malah mengajak anak-anak bermain engklek.

Acara yang digelar di Grand Maerakaca Semarang pada Selasa (23/7/2019) itu semula memang sangat protokoler. Tenda, panggung, dan kursi duduk menambah kuatnya kesan resmi.

Melihat hal itu, Ganjar pun &amp;ldquo;berulah&amp;rdquo;. Ketika panitia mempersilakan sambutan, ia justru menuju bawah panggung. Menggunakan kapur tulis, pria berambut putih itu terlihat menggambar sesuatu di batako.
&amp;nbsp;
Baru jadi separuh, ia meminta anak-anak TK dan SD maju mendekat. &amp;ldquo;Ada yang tau gambar ini?&amp;rdquo; tanya dia pada anak-anak.

&amp;ldquo;Engklek!&amp;rdquo; teriak anak-anak. Siswa SD Terang Bangsa bernama Yeski Alputra Emas kemudian diminta meneruskan karya Ganjar. Jadilah tujuh kotak bersambung membentuk pesawat terbang.

&amp;ldquo;Ayoo&amp;hellip; siapa yang bisa main engklek?&amp;rdquo; tanya Ganjar sekaligus ajakan kepada anak-anak.

Sejurus kemudian nampak anak-anak bergantian main engklek atau juga dikenal dengan nama sundamanda. Menggunakan pecahan genteng sebagai &amp;ldquo;gacuk&amp;rdquo;, kaki-kaki mungil itu meloncati kotak demi kotak. &amp;ldquo;Awas jangan injak garis,&amp;rdquo; teriak Ganjar.

Selain main engklek, Ganjar juga meminta satu per satu unjuk penampilan. Ada yang menyanyi lagu kebangsaan, ada pula yang mengaji Surat Al Kautsar. Yeski dan teman-temannya pun mendapatkan beragam hadiah dari Ganjar

&quot;Senang sekali bisa main engklek bareng pak Gubernur. Biasanya main dengan teman-teman di rumah. Selain engklek, saya biasa main petak umpet, gobag sodor, betengan dan lainnya,&quot; ucap Yeski.

Ganjar begitu senang melihat anak-anak masih banyak yang bisa permainan tradisional. Di tengah kemajuan zaman, permainan tradisional tidak boleh dilupakan.

&quot;Sebenarnya ketika anak-anak berkumpul, mereka masih bermain permainan tradisional. Meskipun sekarang gadget sudah banyak, namun mereka tidak lupa dengan permainan ini, sehingga mereka punya kohesi dengan teman-teman seusianya,&quot; ucap Ganjar.

Tugas pemerintah, lingkungan dan orang tua lanjut dia adalah menjaga keceriaan anak-anak tersebut. Orang tua harus memberi teladan yang baik, sekaligus menjadi benteng akan pengaruh negatif kemajuan teknologi.

&quot;Hati-hati, ada banyak bahaya seperti narkoba, bullying, paham radikal yang ada di media sosial. Orang tua harus mengawasi itu,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Ganjar juga menyoroti persoalan Anak Dengan HIV/AIDs (ADHA) di Jawa Tengah. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, Jateng berada di peringkat empat jumlah ADHA terbanyak. Rinciannya; Papua 536 anak, Jatim 421 anak, Jabar 320 anak, Jateng 308 anak, dan DKI Jakarta 304 anak.

&quot;Disamping negara, pemerintah dan orang tua membantu mereka dalam proses pengobatan, kita juga harus memastikan ADHA bisa bergaul dengan teman-temannya. Sehingga, mereka tetap memiliki teman, tidak diasingkan dan secara psikologis mereka merasa ada. Tinggal dokter, orang tua dan pemerintah menjelaskan pada anak-anak untuk tidak menjauhi mereka,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>SEMARANG - Tingkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berhasil mengubah acara Hari Anak Nasional yang semula seremonial menjadi ger-geran (seru). Alih-alih naik panggung untuk sambutan, Ganjar malah mengajak anak-anak bermain engklek.

Acara yang digelar di Grand Maerakaca Semarang pada Selasa (23/7/2019) itu semula memang sangat protokoler. Tenda, panggung, dan kursi duduk menambah kuatnya kesan resmi.

Melihat hal itu, Ganjar pun &amp;ldquo;berulah&amp;rdquo;. Ketika panitia mempersilakan sambutan, ia justru menuju bawah panggung. Menggunakan kapur tulis, pria berambut putih itu terlihat menggambar sesuatu di batako.
&amp;nbsp;
Baru jadi separuh, ia meminta anak-anak TK dan SD maju mendekat. &amp;ldquo;Ada yang tau gambar ini?&amp;rdquo; tanya dia pada anak-anak.

&amp;ldquo;Engklek!&amp;rdquo; teriak anak-anak. Siswa SD Terang Bangsa bernama Yeski Alputra Emas kemudian diminta meneruskan karya Ganjar. Jadilah tujuh kotak bersambung membentuk pesawat terbang.

&amp;ldquo;Ayoo&amp;hellip; siapa yang bisa main engklek?&amp;rdquo; tanya Ganjar sekaligus ajakan kepada anak-anak.

Sejurus kemudian nampak anak-anak bergantian main engklek atau juga dikenal dengan nama sundamanda. Menggunakan pecahan genteng sebagai &amp;ldquo;gacuk&amp;rdquo;, kaki-kaki mungil itu meloncati kotak demi kotak. &amp;ldquo;Awas jangan injak garis,&amp;rdquo; teriak Ganjar.

Selain main engklek, Ganjar juga meminta satu per satu unjuk penampilan. Ada yang menyanyi lagu kebangsaan, ada pula yang mengaji Surat Al Kautsar. Yeski dan teman-temannya pun mendapatkan beragam hadiah dari Ganjar

&quot;Senang sekali bisa main engklek bareng pak Gubernur. Biasanya main dengan teman-teman di rumah. Selain engklek, saya biasa main petak umpet, gobag sodor, betengan dan lainnya,&quot; ucap Yeski.

Ganjar begitu senang melihat anak-anak masih banyak yang bisa permainan tradisional. Di tengah kemajuan zaman, permainan tradisional tidak boleh dilupakan.

&quot;Sebenarnya ketika anak-anak berkumpul, mereka masih bermain permainan tradisional. Meskipun sekarang gadget sudah banyak, namun mereka tidak lupa dengan permainan ini, sehingga mereka punya kohesi dengan teman-teman seusianya,&quot; ucap Ganjar.

Tugas pemerintah, lingkungan dan orang tua lanjut dia adalah menjaga keceriaan anak-anak tersebut. Orang tua harus memberi teladan yang baik, sekaligus menjadi benteng akan pengaruh negatif kemajuan teknologi.

&quot;Hati-hati, ada banyak bahaya seperti narkoba, bullying, paham radikal yang ada di media sosial. Orang tua harus mengawasi itu,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;
Ganjar juga menyoroti persoalan Anak Dengan HIV/AIDs (ADHA) di Jawa Tengah. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, Jateng berada di peringkat empat jumlah ADHA terbanyak. Rinciannya; Papua 536 anak, Jatim 421 anak, Jabar 320 anak, Jateng 308 anak, dan DKI Jakarta 304 anak.

&quot;Disamping negara, pemerintah dan orang tua membantu mereka dalam proses pengobatan, kita juga harus memastikan ADHA bisa bergaul dengan teman-temannya. Sehingga, mereka tetap memiliki teman, tidak diasingkan dan secara psikologis mereka merasa ada. Tinggal dokter, orang tua dan pemerintah menjelaskan pada anak-anak untuk tidak menjauhi mereka,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
