<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Suhu Indonesia Naik 0,5 Derajat Celcius &amp; Curah Hujan Meningkat 40% pada 2030</title><description>Bakal terjadi peningkatan suhu udara di Indonesia sebesar 0,5 derajat celsius pada 2030.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/23/337/2082517/bmkg-suhu-indonesia-naik-0-5-derajat-celcius-curah-hujan-meningkat-40-pada-2030</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/23/337/2082517/bmkg-suhu-indonesia-naik-0-5-derajat-celcius-curah-hujan-meningkat-40-pada-2030"/><item><title>BMKG: Suhu Indonesia Naik 0,5 Derajat Celcius &amp; Curah Hujan Meningkat 40% pada 2030</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/23/337/2082517/bmkg-suhu-indonesia-naik-0-5-derajat-celcius-curah-hujan-meningkat-40-pada-2030</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/23/337/2082517/bmkg-suhu-indonesia-naik-0-5-derajat-celcius-curah-hujan-meningkat-40-pada-2030</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/337/2082517/bmkg-suhu-indonesia-naik-0-5-derajat-celcius-curah-hujan-meningkat-40-pada-2030-4uGRzuqn9B.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/337/2082517/bmkg-suhu-indonesia-naik-0-5-derajat-celcius-curah-hujan-meningkat-40-pada-2030-4uGRzuqn9B.jpeg</image><title>Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menerangkan, bakal terjadi peningkatan suhu udara di Indonesia sebesar 0,5 derajat celsius pada 2030.
&quot;Big data analytic BMKG menunjukkan tren peningkatan suhu udara sebesar 0,5 derajat celsius dari kondisi saat ini di Indonesia pada tahun 2030 nanti,&quot; ujar Rita dalam pembukaan Rakornas BMKG di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/7/3019).
Selain kenaikan suhu udara, Dwikorita mengatakan, kasus kekeringan juga akan meningkat di Pulau Sumetera bagian selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2030.
&quot;Sebaliknya pada musim hujan, jumlah hujan lebat hingga ekstrem juga cenderung meningkat hingga 40 persen dibandingkan saat ini,&quot; ucapnya.

Dwi menjelaskan, prediksi tersebut juga harus diimbangi langkah antisipasi sejak dini. Sehingga, masyarakat bisa melakukan mitigasi secara tepat.
Selain itu, BMKG juga akan melakukan sejumlah inovasi, salah satunya dengan membuat peralatan pemantau cuaca otomatis dan sistem digital untuk menerima informasi gempa bumi dan tsunami.
&quot;Dengan inovasi digital ini diharapkan koordinasi dan sinergi antar-kementerian dan lembaga dan pihak terkait akan lebih efektif cepat dan tepat berbasis kepada data sharing dan integrasi serta blended informasi dan analisis,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menerangkan, bakal terjadi peningkatan suhu udara di Indonesia sebesar 0,5 derajat celsius pada 2030.
&quot;Big data analytic BMKG menunjukkan tren peningkatan suhu udara sebesar 0,5 derajat celsius dari kondisi saat ini di Indonesia pada tahun 2030 nanti,&quot; ujar Rita dalam pembukaan Rakornas BMKG di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/7/3019).
Selain kenaikan suhu udara, Dwikorita mengatakan, kasus kekeringan juga akan meningkat di Pulau Sumetera bagian selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2030.
&quot;Sebaliknya pada musim hujan, jumlah hujan lebat hingga ekstrem juga cenderung meningkat hingga 40 persen dibandingkan saat ini,&quot; ucapnya.

Dwi menjelaskan, prediksi tersebut juga harus diimbangi langkah antisipasi sejak dini. Sehingga, masyarakat bisa melakukan mitigasi secara tepat.
Selain itu, BMKG juga akan melakukan sejumlah inovasi, salah satunya dengan membuat peralatan pemantau cuaca otomatis dan sistem digital untuk menerima informasi gempa bumi dan tsunami.
&quot;Dengan inovasi digital ini diharapkan koordinasi dan sinergi antar-kementerian dan lembaga dan pihak terkait akan lebih efektif cepat dan tepat berbasis kepada data sharing dan integrasi serta blended informasi dan analisis,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
