<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bikin Pagar di Tangsel Dimintai Pungli hingga Jutaan Rupiah oleh Oknum Pegawai Kelurahan</title><description>Oknum yang mengaku pegawai di Kelurahan Cirendeu ini kerap meminta uang hingga jutaan rupiah kepada warga yang sedang membuat pagar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/23/338/2082629/bikin-pagar-di-tangsel-dimintai-pungli-hingga-jutaan-rupiah-oleh-oknum-pegawai-kelurahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/23/338/2082629/bikin-pagar-di-tangsel-dimintai-pungli-hingga-jutaan-rupiah-oleh-oknum-pegawai-kelurahan"/><item><title>Bikin Pagar di Tangsel Dimintai Pungli hingga Jutaan Rupiah oleh Oknum Pegawai Kelurahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/23/338/2082629/bikin-pagar-di-tangsel-dimintai-pungli-hingga-jutaan-rupiah-oleh-oknum-pegawai-kelurahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/23/338/2082629/bikin-pagar-di-tangsel-dimintai-pungli-hingga-jutaan-rupiah-oleh-oknum-pegawai-kelurahan</guid><pubDate>Selasa 23 Juli 2019 17:35 WIB</pubDate><dc:creator>Widi Agustian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/23/338/2082629/bikin-pagar-di-tangsel-diminta-pungli-jutaan-rupiah-oleh-oknum-pegawai-kelurahan-H3cO84W96H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Pungli (foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/23/338/2082629/bikin-pagar-di-tangsel-diminta-pungli-jutaan-rupiah-oleh-oknum-pegawai-kelurahan-H3cO84W96H.jpg</image><title>Ilustrasi Pungli (foto: Shutterstock)</title></images><description>TANGERANG SELATAN - Pungutan liar ternyata masih saja terjadi di Tangerang Selatan. Oknum yang mengaku sebagai pegawai di kantor Kelurahan Cirendeu ini kerap meminta uang hingga jutaan rupiah kepada warga yang sedang membuat pagar.
Seorang pekerja yang sedang membuat pagar di daerah dekat Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan kerap kali disambangi oleh oknum yang mengaku bernama H Sadeny alias Denny.
Baca Juga:&amp;nbsp;Laporan Pungli di Tangsel Tak Kunjung Tuntas, Guru Rumini Minta Bantuan Kompolnas
&amp;nbsp;
&quot;Kalau belom ada 'uang koordinasi', yang kerja stop dulu,&quot; kata seorang pekerja menirukan omongan oknum tersebut, Selasa (23/7/2019).
Pungli yang dia minta adalah sebesar Rp1,5 juta-Rp2 juta. Ada banyak alasan dia meminta pungli tersebut. Awalnya, dia mempermasalahkan saluran air, dan petantang-pententeng mengaku pekerja di kelurahan dan kecamatan.
Kini, oknum itu mengaku, pungli itu untuk kompensasi mobil berisi bahan bangunan yang melintas di tanah &quot;bos&quot;-nya.
Pekerja di sama pun, kerap diteriaki agar &quot;uang koordinasi&quot; ini cepat cair.
&quot;Besok stop kerjanya. enggak bisa lewat jalan saya. Mau jalan sana, atau jalan sini, asal tidak lewat jalan saya,&quot; kata pekerja tersebut menirukan salah satu teriakan oknum tersebut.

Baca Juga:&amp;nbsp;4 Fakta Kabel Fiber Optik di Tangsel yang Kian Semrawut</description><content:encoded>TANGERANG SELATAN - Pungutan liar ternyata masih saja terjadi di Tangerang Selatan. Oknum yang mengaku sebagai pegawai di kantor Kelurahan Cirendeu ini kerap meminta uang hingga jutaan rupiah kepada warga yang sedang membuat pagar.
Seorang pekerja yang sedang membuat pagar di daerah dekat Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan kerap kali disambangi oleh oknum yang mengaku bernama H Sadeny alias Denny.
Baca Juga:&amp;nbsp;Laporan Pungli di Tangsel Tak Kunjung Tuntas, Guru Rumini Minta Bantuan Kompolnas
&amp;nbsp;
&quot;Kalau belom ada 'uang koordinasi', yang kerja stop dulu,&quot; kata seorang pekerja menirukan omongan oknum tersebut, Selasa (23/7/2019).
Pungli yang dia minta adalah sebesar Rp1,5 juta-Rp2 juta. Ada banyak alasan dia meminta pungli tersebut. Awalnya, dia mempermasalahkan saluran air, dan petantang-pententeng mengaku pekerja di kelurahan dan kecamatan.
Kini, oknum itu mengaku, pungli itu untuk kompensasi mobil berisi bahan bangunan yang melintas di tanah &quot;bos&quot;-nya.
Pekerja di sama pun, kerap diteriaki agar &quot;uang koordinasi&quot; ini cepat cair.
&quot;Besok stop kerjanya. enggak bisa lewat jalan saya. Mau jalan sana, atau jalan sini, asal tidak lewat jalan saya,&quot; kata pekerja tersebut menirukan salah satu teriakan oknum tersebut.

Baca Juga:&amp;nbsp;4 Fakta Kabel Fiber Optik di Tangsel yang Kian Semrawut</content:encoded></item></channel></rss>
