<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perkuat Sistem Perkarantinan, Kementan Jajaki Transfer Teknologi Bio-Sensing dari Belanda</title><description>Belanda telah menggunakan teknologi bio-sensing untuk menjaga kelestarian alamnya. Teknologi ini mereka pakai untuk memperkuat pengawasan arus perdagangan komoditas pertanian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/24/1/2083007/perkuat-sistem-perkarantinan-kementan-jajaki-transfer-teknologi-bio-sensing-dari-belanda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/24/1/2083007/perkuat-sistem-perkarantinan-kementan-jajaki-transfer-teknologi-bio-sensing-dari-belanda"/><item><title>Perkuat Sistem Perkarantinan, Kementan Jajaki Transfer Teknologi Bio-Sensing dari Belanda</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/24/1/2083007/perkuat-sistem-perkarantinan-kementan-jajaki-transfer-teknologi-bio-sensing-dari-belanda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/24/1/2083007/perkuat-sistem-perkarantinan-kementan-jajaki-transfer-teknologi-bio-sensing-dari-belanda</guid><pubDate>Rabu 24 Juli 2019 14:38 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/24/1/2083007/perkuat-sistem-perkarantinan-kementan-jajaki-transfer-teknologi-bio-sensing-dari-belanda-UHIRWRLqhR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: dok.Kementan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/24/1/2083007/perkuat-sistem-perkarantinan-kementan-jajaki-transfer-teknologi-bio-sensing-dari-belanda-UHIRWRLqhR.jpg</image><title>Foto: dok.Kementan</title></images><description>AMSTERDAM &amp;ndash; Indonesia merupakan negara yang luas yang terdiri dari banyak pulau. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan inovasi dan teknologi untuk menjaga kelestarian sumber daya alam Nusantara.
Menjaga alam sebenarnya bukan hanya tugas Indonesia, sebab negara-negara di Eropa juga harus melestarikan alam masing-masing. Salah satu bentuk penjagaan itu yakni dengan melakukan pengawasan yang ketat terhadap arus komoditas pertanian lewat bidang perkarantinaan.
&quot;Hal ini merupakan tantangan juga bagi negara-negara di daratan benua Eropa, SDM Perkarantinaan yang terbatas dibandingkan luas wilayah yang harus dijaga,&amp;rdquo; ujar  Kepala  Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil dalam keterangan tertulisnya saat kunjungan kerja di Amsterdam, Belanda, Selasa (23/7/2019).
Ia menambahkan, Belanda telah menggunakan teknologi bio-sensing untuk menjaga kelestarian alamnya . Teknologi&amp;nbsp;ini mereka pakai untuk memperkuat pengawasan arus perdagangan komoditas pertanian.
&amp;ldquo;Di Pelabuhan Rotterdam di Belanda sebagai satu-satunya pintu masuk benua Eropa menerapkan teknologi bio-sensing untuk pengawasan, ini yang menjadi perhatian kami,&quot; ucap Ali.
Hal ini pula yang membuat Kementan menjajaki transfer teknologi bio-sensing tersebut ke Indonesia. Apalagi teknologi ini juga digunakan untuk melakukan pengawasan ekspor dan impor komoditas pertanian, sehingga dapat meminimalkan waktu pemeriksaan dan meningkatkan efisiensi serta biaya yang dipergunakan.
&quot;Sangat cocok digunakan oleh petugas Karantina di tempat pemasukan dan pengeluaran utama, agar pengawasan dapat lebih efisien, efektif dan akurat,&quot; ucap Jamil.
Keinginan Kementan tersebut diapresiasi Pemerintah  Belanda dan segera  ditindaklanjuti pada klausul  kerjasama, &quot;Added value of decision support for potato light blight control in Indonesia&amp;rdquo;. Kerjasama pengawasan terhadap komoditas kentang telah disusun oleh kedua belah pihak terlebih dahulu dan kemudian akan ada pasal tambahan.

Ke depan, menurut Jamil, bimbingan teknis untuk penerapan teknologi bio-sensing akan diperluas untuk komoditas pertanian lainnya. &quot;Tentunya penguatan SDM dengan kapasitas dan keahlian juga perlu disiapkan. Saat ini sejumlah petugas Karantina Pertanian tengah disiapkan mengikuti tugas belajar jenjang S-2 dan S-3. Dan bio-sensing menjadi topik utama penelitiannya,&quot; terang Ali Jamil.



</description><content:encoded>AMSTERDAM &amp;ndash; Indonesia merupakan negara yang luas yang terdiri dari banyak pulau. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan inovasi dan teknologi untuk menjaga kelestarian sumber daya alam Nusantara.
Menjaga alam sebenarnya bukan hanya tugas Indonesia, sebab negara-negara di Eropa juga harus melestarikan alam masing-masing. Salah satu bentuk penjagaan itu yakni dengan melakukan pengawasan yang ketat terhadap arus komoditas pertanian lewat bidang perkarantinaan.
&quot;Hal ini merupakan tantangan juga bagi negara-negara di daratan benua Eropa, SDM Perkarantinaan yang terbatas dibandingkan luas wilayah yang harus dijaga,&amp;rdquo; ujar  Kepala  Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil dalam keterangan tertulisnya saat kunjungan kerja di Amsterdam, Belanda, Selasa (23/7/2019).
Ia menambahkan, Belanda telah menggunakan teknologi bio-sensing untuk menjaga kelestarian alamnya . Teknologi&amp;nbsp;ini mereka pakai untuk memperkuat pengawasan arus perdagangan komoditas pertanian.
&amp;ldquo;Di Pelabuhan Rotterdam di Belanda sebagai satu-satunya pintu masuk benua Eropa menerapkan teknologi bio-sensing untuk pengawasan, ini yang menjadi perhatian kami,&quot; ucap Ali.
Hal ini pula yang membuat Kementan menjajaki transfer teknologi bio-sensing tersebut ke Indonesia. Apalagi teknologi ini juga digunakan untuk melakukan pengawasan ekspor dan impor komoditas pertanian, sehingga dapat meminimalkan waktu pemeriksaan dan meningkatkan efisiensi serta biaya yang dipergunakan.
&quot;Sangat cocok digunakan oleh petugas Karantina di tempat pemasukan dan pengeluaran utama, agar pengawasan dapat lebih efisien, efektif dan akurat,&quot; ucap Jamil.
Keinginan Kementan tersebut diapresiasi Pemerintah  Belanda dan segera  ditindaklanjuti pada klausul  kerjasama, &quot;Added value of decision support for potato light blight control in Indonesia&amp;rdquo;. Kerjasama pengawasan terhadap komoditas kentang telah disusun oleh kedua belah pihak terlebih dahulu dan kemudian akan ada pasal tambahan.

Ke depan, menurut Jamil, bimbingan teknis untuk penerapan teknologi bio-sensing akan diperluas untuk komoditas pertanian lainnya. &quot;Tentunya penguatan SDM dengan kapasitas dan keahlian juga perlu disiapkan. Saat ini sejumlah petugas Karantina Pertanian tengah disiapkan mengikuti tugas belajar jenjang S-2 dan S-3. Dan bio-sensing menjadi topik utama penelitiannya,&quot; terang Ali Jamil.



</content:encoded></item></channel></rss>
