<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemlu Pulangkan 3 Warga Kalbar Korban &quot;Kawin Pesanan&quot; di China</title><description>Masih ada beberapa WNI yang berada di KBRI dan dalam proses pemulangan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/25/340/2083605/kemlu-pulangkan-3-warga-kalbar-korban-kawin-pesanan-di-china</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/25/340/2083605/kemlu-pulangkan-3-warga-kalbar-korban-kawin-pesanan-di-china"/><item><title>Kemlu Pulangkan 3 Warga Kalbar Korban &quot;Kawin Pesanan&quot; di China</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/25/340/2083605/kemlu-pulangkan-3-warga-kalbar-korban-kawin-pesanan-di-china</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/25/340/2083605/kemlu-pulangkan-3-warga-kalbar-korban-kawin-pesanan-di-china</guid><pubDate>Kamis 25 Juli 2019 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Prihatini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/25/340/2083605/menlu-pulangkan-3-warga-kalbar-korban-kawin-pesanan-di-china-yWfAvN9XVO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/25/340/2083605/menlu-pulangkan-3-warga-kalbar-korban-kawin-pesanan-di-china-yWfAvN9XVO.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>PONTIANAK - Kementerian Luar Negeri mengembalikan tiga warga Kalimantan Barat ke keluarga masing-masing, setelah menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan  Orang (TPPO) berkedok &amp;lsquo;kawin pesanan&amp;rsquo;.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan hingga saat ini, masih ada beberapa WNI yang berada di KBRI dan dalam proses pemulangan. &quot;Mereka ini semua menjadi korban TPPO dengan modus perkawinan pesanan, bahwa presiden sudah memberikan perintah untuk bergerak dan melakukan pencegahan agar tidak terjadi kasus serupa,&quot; ungkap Menlu di Kapolda Kalbar, Kamis (25/7/2019).
Menurutnya, TPPO adalah sebuah kejahatan dan harus diselesaikan, dalam hal ini juga penting untuk melakukan kerjasama. &quot;Kita juga sudah melakukan kerjasama dengan Tiongkok,&quot; ujarnya.
Kerjasama juga dilakukan Kemenlu kepada pemerintah Tiongkok dan telah melakukan pertemuan pada hari Senin lalu. &quot;Intinya kita ingin kasus ini dilihat sebagai dugaan kasus TPPO bukan murni isu pernikahan biasa,&quot; urainya.

Dari pertemuan dengan 7 orang yang menjadi korban TPPO, kata Menlu, pihaknya mendapatkan informasi soal pola yang digunakan pelaku untuk mengelabui korban agar menerima tawaran pergi keluar negeri.
&quot;Kami sudah lakukan koordinasi dengan Polri dan Polda Kalbar untuk membidik jaringan TPPO ini,&quot; ujarnya.
Retno melakukan kordinasi terkait TPPO Karena kordinasi ini sangat penting untuk menyelesaikan masalah TPPO yang belakangan ini sering terjadi. &quot;Hasil tidak akan maksimal tanpa dilakukan pencegahan untuk mencegah munculnya kasus baru,&quot; ujarnya.
Gubernur Kalbar H Sutarmidji meminta aparat untuk mengusut kasus korban TPPO ini. &quot;Kelemahan ini harus diselesaikan. Imigrasi dan Dukcapil, harus tegas,&quot; kata H Sutarmidji saat mendampingi Menlu RI bertemu korban TPPO.</description><content:encoded>PONTIANAK - Kementerian Luar Negeri mengembalikan tiga warga Kalimantan Barat ke keluarga masing-masing, setelah menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan  Orang (TPPO) berkedok &amp;lsquo;kawin pesanan&amp;rsquo;.
Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan hingga saat ini, masih ada beberapa WNI yang berada di KBRI dan dalam proses pemulangan. &quot;Mereka ini semua menjadi korban TPPO dengan modus perkawinan pesanan, bahwa presiden sudah memberikan perintah untuk bergerak dan melakukan pencegahan agar tidak terjadi kasus serupa,&quot; ungkap Menlu di Kapolda Kalbar, Kamis (25/7/2019).
Menurutnya, TPPO adalah sebuah kejahatan dan harus diselesaikan, dalam hal ini juga penting untuk melakukan kerjasama. &quot;Kita juga sudah melakukan kerjasama dengan Tiongkok,&quot; ujarnya.
Kerjasama juga dilakukan Kemenlu kepada pemerintah Tiongkok dan telah melakukan pertemuan pada hari Senin lalu. &quot;Intinya kita ingin kasus ini dilihat sebagai dugaan kasus TPPO bukan murni isu pernikahan biasa,&quot; urainya.

Dari pertemuan dengan 7 orang yang menjadi korban TPPO, kata Menlu, pihaknya mendapatkan informasi soal pola yang digunakan pelaku untuk mengelabui korban agar menerima tawaran pergi keluar negeri.
&quot;Kami sudah lakukan koordinasi dengan Polri dan Polda Kalbar untuk membidik jaringan TPPO ini,&quot; ujarnya.
Retno melakukan kordinasi terkait TPPO Karena kordinasi ini sangat penting untuk menyelesaikan masalah TPPO yang belakangan ini sering terjadi. &quot;Hasil tidak akan maksimal tanpa dilakukan pencegahan untuk mencegah munculnya kasus baru,&quot; ujarnya.
Gubernur Kalbar H Sutarmidji meminta aparat untuk mengusut kasus korban TPPO ini. &quot;Kelemahan ini harus diselesaikan. Imigrasi dan Dukcapil, harus tegas,&quot; kata H Sutarmidji saat mendampingi Menlu RI bertemu korban TPPO.</content:encoded></item></channel></rss>
