<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dukungan NasDem ke Anies pada Pilpres 2024 Disebut Pancingan Politik</title><description>NasDem sudah main sama Anies nih, gue harus dekatin NasDem nih.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/26/337/2083885/dukungan-nasdem-ke-anies-pada-pilpres-2024-disebut-pancingan-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/26/337/2083885/dukungan-nasdem-ke-anies-pada-pilpres-2024-disebut-pancingan-politik"/><item><title>Dukungan NasDem ke Anies pada Pilpres 2024 Disebut Pancingan Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/26/337/2083885/dukungan-nasdem-ke-anies-pada-pilpres-2024-disebut-pancingan-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/26/337/2083885/dukungan-nasdem-ke-anies-pada-pilpres-2024-disebut-pancingan-politik</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2019 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/337/2083885/dukungan-nasdem-ke-anies-pada-pilpres-2024-disebut-pancingan-politik-bEuezrOGQq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anies Baswedan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/337/2083885/dukungan-nasdem-ke-anies-pada-pilpres-2024-disebut-pancingan-politik-bEuezrOGQq.jpg</image><title>Anies Baswedan</title></images><description>JAKARTA - Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menilai dukungan Partai NasDem kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jadi capres pada Pilpres 2024 sekedar memancing kandidat lain yang juga memiliki potensi untuk maju.

&quot;NasDem sadari kalau dia dekat dengan kandidat lain. Itu sebenarnya dia ingin menarik juga dari kandidat lain. Mungkin dari Ridwan Kamil, mungkin dari Khofifah, dan lain sebagainya,&quot; kata Arya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Kata dia, NasDem ingin memberikan pesan kepada para kandidat yang potensial untuk maju, sebab dengan begitu akan ada pemikiran dari orang-orang yang memang sudah menyiapkan diri untuk maju sebagai presiden selanjutnya.

&quot;NasDem sudah main sama Anies nih, gue harus dekatin NasDem nih, itu cara Nasdem untuk menarik kandidat lain juga,&quot; tambahnya.



Karena itu, Arya tidak heran dengan cara yang dilakukan NasDem sebab hal itu sudah sering kali dilakukan. Menurutnya sebagai partai lapis tengah, NasDem menyadari bagaimana melakukan inovasi dengan menggaet kandidat potensial sebagai langkah meningkatkan elektoral.

&quot;Jadi memang sejak lama Nasdem itu kemampuannya untuk inovasi itu. Beberapa kali kalau kita lihat track record Nasdem itu kan kemampuannya membaca Ridwan Kamil misalnya di Jawa Barat, begitu juga Kofifah dan juga Jokowi saat Pilkada DKI. Jadi memang NasDem memiliki strategi yang awalnya kan dulu partai lapis bawah karena kan memang dia sadar betul potensi elektoralnya masih lemah di periode pertama. Sehingga mencari orang terbaik untuk dipromosikan,&quot; ungkapnya.

Baca Juga: NasDem Siap Dukung Anies, Demokrat Tak Mau Terburu-buru Deklarasikan AHY

Untuk itu dia mengatakan dukungan kepada Anies hanya sebatas strategi jangka menengah yang sewaktu-waktu bisa berubah. Telebih Anies sendiri belum terjamin kinerjanya di DKI Jakarta bisa membawa karier politiknya ke level calon presiden.

&quot;Starategi itu berubah kalau terjadi perubahan situasi politik. Atau bisa jadi itu berubah kalau performa Anies tidak bagus, itu tentu akan lihat itu. Kalau ada perubahan di tingkat psikologis tentu itu akan berubah atau dilihat jika dalam beberapa tahun ke depan prestasi, kinerja pemerintah itu tidak positif dia akan mencari kandidat lain,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menilai dukungan Partai NasDem kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jadi capres pada Pilpres 2024 sekedar memancing kandidat lain yang juga memiliki potensi untuk maju.

&quot;NasDem sadari kalau dia dekat dengan kandidat lain. Itu sebenarnya dia ingin menarik juga dari kandidat lain. Mungkin dari Ridwan Kamil, mungkin dari Khofifah, dan lain sebagainya,&quot; kata Arya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Kata dia, NasDem ingin memberikan pesan kepada para kandidat yang potensial untuk maju, sebab dengan begitu akan ada pemikiran dari orang-orang yang memang sudah menyiapkan diri untuk maju sebagai presiden selanjutnya.

&quot;NasDem sudah main sama Anies nih, gue harus dekatin NasDem nih, itu cara Nasdem untuk menarik kandidat lain juga,&quot; tambahnya.



Karena itu, Arya tidak heran dengan cara yang dilakukan NasDem sebab hal itu sudah sering kali dilakukan. Menurutnya sebagai partai lapis tengah, NasDem menyadari bagaimana melakukan inovasi dengan menggaet kandidat potensial sebagai langkah meningkatkan elektoral.

&quot;Jadi memang sejak lama Nasdem itu kemampuannya untuk inovasi itu. Beberapa kali kalau kita lihat track record Nasdem itu kan kemampuannya membaca Ridwan Kamil misalnya di Jawa Barat, begitu juga Kofifah dan juga Jokowi saat Pilkada DKI. Jadi memang NasDem memiliki strategi yang awalnya kan dulu partai lapis bawah karena kan memang dia sadar betul potensi elektoralnya masih lemah di periode pertama. Sehingga mencari orang terbaik untuk dipromosikan,&quot; ungkapnya.

Baca Juga: NasDem Siap Dukung Anies, Demokrat Tak Mau Terburu-buru Deklarasikan AHY

Untuk itu dia mengatakan dukungan kepada Anies hanya sebatas strategi jangka menengah yang sewaktu-waktu bisa berubah. Telebih Anies sendiri belum terjamin kinerjanya di DKI Jakarta bisa membawa karier politiknya ke level calon presiden.

&quot;Starategi itu berubah kalau terjadi perubahan situasi politik. Atau bisa jadi itu berubah kalau performa Anies tidak bagus, itu tentu akan lihat itu. Kalau ada perubahan di tingkat psikologis tentu itu akan berubah atau dilihat jika dalam beberapa tahun ke depan prestasi, kinerja pemerintah itu tidak positif dia akan mencari kandidat lain,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
