<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Masyarakat dan Pengunjung Dievakuasi dari Kawah</title><description>Pengunjung dan masyarakat yang berada di dekat kawah kini sedang dievakuasi, pasca erupsi Gunung Tangkuban Parahu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/26/525/2084040/pasca-gunung-tangkuban-parahu-erupsi-masyarakat-dan-pengunjung-dievakuasi-dari-kawah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/26/525/2084040/pasca-gunung-tangkuban-parahu-erupsi-masyarakat-dan-pengunjung-dievakuasi-dari-kawah"/><item><title>Pasca-Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Masyarakat dan Pengunjung Dievakuasi dari Kawah</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/26/525/2084040/pasca-gunung-tangkuban-parahu-erupsi-masyarakat-dan-pengunjung-dievakuasi-dari-kawah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/26/525/2084040/pasca-gunung-tangkuban-parahu-erupsi-masyarakat-dan-pengunjung-dievakuasi-dari-kawah</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2019 17:34 WIB</pubDate><dc:creator>CDB Yudistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/26/525/2084040/pasca-gunung-tangkuban-parahu-erupsi-masyarakat-dan-pengunjung-dievakuasi-dari-kawah-1bSF7MLjSH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erupsi Gunung Tangkuban Parahu (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/26/525/2084040/pasca-gunung-tangkuban-parahu-erupsi-masyarakat-dan-pengunjung-dievakuasi-dari-kawah-1bSF7MLjSH.jpg</image><title>Erupsi Gunung Tangkuban Parahu (foto: BNPB)</title></images><description>BANDUNG - Petugas pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG), Ilham Mardikaryanta mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan evakuasi terhadap pengunjung dan masyarakat yang berada di dekat kawah, pasca erupsi Gunung Tangkuban Parahu.

&quot;Saat ini dilakukan evakuasi untuk pengunjung dan masyarakat yang berada di atas,&quot; ujar Ilham saat dihubungi, Jumat (26/7/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Ratu dan Kawah Upas&amp;nbsp;

Gunung Tangkuban Parahu erupsi sekira pukul 15.48 WIB sore tadi. Ketinggian kolom abu mencapai kurang lebih 200 meter dari puncak.

&quot;Terjadi erupsi Gunung Tangkuban Parahu, dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2.284 m di atas permukaan laut),&quot; kata Kepala PVMBG Kasbani, saat dikonfirmasi.

Berdasarkan data yang diterima, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan.

&quot;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi kurang lebih 5 menit 30 detik,&quot; ucap dia.

Saat ini gunung Tangkuban Parahu berada pada Status Level I (Normal) dengan rekomendasi diantaranya masyarakat di sekitar gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks  Tangkuban Parahu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penjelasan PVMBG Tentang Gempa Sukabumi Tak Berpotensi Tsunami Meski Pusatnya di Laut&amp;nbsp;
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Telah terjadi erupsi G. Tangkuban Parahu, Jawa Barat pada tanggal 26 Juli 2019 pukul 15:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 200 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2.284 m di atas permukaan laut). &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/ErupsiTangkubanParahu?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#ErupsiTangkubanParahu&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Erupsi?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Erupsi&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/GunungTangkubanParahu?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#GunungTangkubanParahu&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/GunungApi?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#GunungApi&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/SiapUntukSelamat?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#SiapUntukSelamat&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/pTe6VF3qiD&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/pTe6VF3qiD&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; BNPB Indonesia (@BNPB_Indonesia) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/BNPB_Indonesia/status/1154694532396535808?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;July 26, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

Kemudian masyarakat di sekitar  Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan  tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.</description><content:encoded>BANDUNG - Petugas pemantau dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG), Ilham Mardikaryanta mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan evakuasi terhadap pengunjung dan masyarakat yang berada di dekat kawah, pasca erupsi Gunung Tangkuban Parahu.

&quot;Saat ini dilakukan evakuasi untuk pengunjung dan masyarakat yang berada di atas,&quot; ujar Ilham saat dihubungi, Jumat (26/7/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Ratu dan Kawah Upas&amp;nbsp;

Gunung Tangkuban Parahu erupsi sekira pukul 15.48 WIB sore tadi. Ketinggian kolom abu mencapai kurang lebih 200 meter dari puncak.

&quot;Terjadi erupsi Gunung Tangkuban Parahu, dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2.284 m di atas permukaan laut),&quot; kata Kepala PVMBG Kasbani, saat dikonfirmasi.

Berdasarkan data yang diterima, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan.

&quot;Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi kurang lebih 5 menit 30 detik,&quot; ucap dia.

Saat ini gunung Tangkuban Parahu berada pada Status Level I (Normal) dengan rekomendasi diantaranya masyarakat di sekitar gunung Tangkuban Parahu dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas dan tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks  Tangkuban Parahu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Penjelasan PVMBG Tentang Gempa Sukabumi Tak Berpotensi Tsunami Meski Pusatnya di Laut&amp;nbsp;
&amp;lt;blockquote class=&quot;twitter-tweet&quot;&amp;gt;&amp;lt;p lang=&quot;in&quot; dir=&quot;ltr&quot;&amp;gt;Telah terjadi erupsi G. Tangkuban Parahu, Jawa Barat pada tanggal 26 Juli 2019 pukul 15:48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati &amp;plusmn; 200 m di atas puncak (&amp;plusmn; 2.284 m di atas permukaan laut). &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/ErupsiTangkubanParahu?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#ErupsiTangkubanParahu&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/Erupsi?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#Erupsi&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/GunungTangkubanParahu?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#GunungTangkubanParahu&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/GunungApi?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#GunungApi&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/hashtag/SiapUntukSelamat?src=hash&amp;amp;amp;ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;#SiapUntukSelamat&amp;lt;/a&amp;gt; &amp;lt;a href=&quot;https://t.co/pTe6VF3qiD&quot;&amp;gt;pic.twitter.com/pTe6VF3qiD&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/p&amp;gt;&amp;amp;mdash; BNPB Indonesia (@BNPB_Indonesia) &amp;lt;a href=&quot;https://twitter.com/BNPB_Indonesia/status/1154694532396535808?ref_src=twsrc%5Etfw&quot;&amp;gt;July 26, 2019&amp;lt;/a&amp;gt;&amp;lt;/blockquote&amp;gt; &amp;lt;script async src=&quot;https://platform.twitter.com/widgets.js&quot; charset=&quot;utf-8&quot;&amp;gt;&amp;lt;/script&amp;gt;
Serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

Kemudian masyarakat di sekitar  Tangkuban Parahu, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Tangkuban Parahu agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan  tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.</content:encoded></item></channel></rss>
