<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profesor Riset Balitbang Kementan Bertambah Jadi 138 Orang, Ini Pesan Penting Mentan </title><description>Orasi pengukuhan ketiga Profesor Riset ini bertepatan dengan dua momentum yang sangat strategis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/31/1/2085737/profesor-riset-balitbang-kementan-bertambah-jadi-138-orang-ini-pesan-penting-mentan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/31/1/2085737/profesor-riset-balitbang-kementan-bertambah-jadi-138-orang-ini-pesan-penting-mentan"/><item><title>Profesor Riset Balitbang Kementan Bertambah Jadi 138 Orang, Ini Pesan Penting Mentan </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/31/1/2085737/profesor-riset-balitbang-kementan-bertambah-jadi-138-orang-ini-pesan-penting-mentan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/31/1/2085737/profesor-riset-balitbang-kementan-bertambah-jadi-138-orang-ini-pesan-penting-mentan</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2019 07:40 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/31/1/2085737/profesor-riset-balitbang-kementan-bertambah-jadi-138-orang-ini-pesan-penting-mentan-dCcOkvD0gF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengukuhan Profesor Riset Balitbang Kementan di Bogor (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/31/1/2085737/profesor-riset-balitbang-kementan-bertambah-jadi-138-orang-ini-pesan-penting-mentan-dCcOkvD0gF.jpg</image><title>Pengukuhan Profesor Riset Balitbang Kementan di Bogor (Foto: Kementan)</title></images><description>BOGOR - Majelis Professor Riset Kementerian Pertanian (Kementan) mengukuhkan tiga peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjadi Profesor Riset. Pengukuhan tersebut menambah jumlah Profesor Riset di Balitbangtan Kementan menjadi 138 orang, sementara untuk tingkat nasional menjadi 525 orang.

Orasi Profesor Riset disampaikan oleh Dr. Ir. S Joni Munarso, MS bidang teknologi pascapanen; Dr. Benny Rachman, M.Si di bidang sosial ekonomi pertanian; dan Dr. Ir. Titiek Farianti Djaafar, MP di bidang teknologi pascapanen. Berdasarkan urutan, ketiganya merupakan Profesor (Riset) ke 523, 524, 525 secara nasional dan Profesor Riset ke 136, 137 dan 138 di Balitbangtan, Kementan.

Orasi profesor Riset yang dilaksanakan di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Bogor pada Senin 29 Juli 2019 tersebut dihadiri sekitar 500 tamu undangan yang berasal dari Kementerian Pertanian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Balitbangtan, lembaga, perguruan tinggi dan pejabat daerah lainnya.

Prof. Dr. Ir. S Joni Munarso, MS, menyampaikan orasi ilmiah berjudul &amp;ldquo;Inovasi Teknologi Pascapanen untuk Peningkatan Mutu, Keamanan, dan Daya Saing Komoditas Pangan Segar&amp;rdquo;.  Joni telah berhasil mengembangkan berbagai inovasi teknologi untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan segar, baik untuk tanaman pangan, sayuran, maupun tanaman perkebunan. Inovasi ini diyakini dapat meningkatkan daya saing berbagai komoditas pangan segar di pasar domestik maupun ekspor. Penerapan inovasi ini diharapkan berdampak pula pada peningkatan pendapatan petani dan penyediaan pangan segar berkualitas bagi konsumen.

Prof. Dr. Benny Rachman, M.Si, menyampaikan orasi berjudul &amp;ldquo;Reformulasi Sistem Penyangga Pangan Kota-Kota Besar melalui Inovasi Kelembagaan Sentra Distribusi Pangan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional&amp;rdquo;.  Benny telah mengembangkan pemikiran yang strategis dalam rangka mewujudkan stabilisasi pasokan dan harga pangan, terutama di kota-kota besar melalui pembentukan kelembagaan Sentra Distribusi Pangan. Konsep pemikiran ini telah mulai dirintis implementasinya pada saat Benny bertugas di jajaran Badan Ketahanan Pangan.

Sementara,  Prof. Dr. Titiek Farianti Djaafar, MP, menyampaikan orasi berjudul &amp;ldquo;Teknologi Pengolahan Kacang Lokal Sebagai Bahan Substitusi Kedelai Memperkuat Ketahanan Pangan&amp;rdquo;. Titiek berhasil mengembangkan inovasi pengolahan beberapa jenis kacang lokal untuk substitusi kedelai. Hasil penelitiannya memberikan kontribusi besar terhadap upaya untuk mendayagunakan sumberdaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor. Lebih jauh lagi, konsepsinya turut berkontribusi terhadap kebijakan pengembangan agroindustri skala kecil dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Balitbangtan Dr. Fadjri Djufry mengatakan, orasi pengukuhan ketiga Profesor Riset ini bertepatan dengan dua momentum yang sangat strategis. Pertama, masa bhakti Kabinet Kerja tahun 2014-2019 akan segera berakhir, sehingga topik-topik yang disampaikan dalam orasi kali ini merupakan bagian dari hasil program kerja Kementan.

Kedua, DPR RI telah mengesahkan RUU Sisnas IPTEK menjadi UU pada 16 Juli 2019. Undang-undang tersebut memberikan amanat yang sangat strategis dalam upaya penguatan sistem IPTEK nasional, termasuk bidang pertanian, antara lain berkaitan dengan kebijakan riset, anggaran, SDM (termasuk perpanjangan batas usia pensiun), dan kelembagaan.
</description><content:encoded>BOGOR - Majelis Professor Riset Kementerian Pertanian (Kementan) mengukuhkan tiga peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menjadi Profesor Riset. Pengukuhan tersebut menambah jumlah Profesor Riset di Balitbangtan Kementan menjadi 138 orang, sementara untuk tingkat nasional menjadi 525 orang.

Orasi Profesor Riset disampaikan oleh Dr. Ir. S Joni Munarso, MS bidang teknologi pascapanen; Dr. Benny Rachman, M.Si di bidang sosial ekonomi pertanian; dan Dr. Ir. Titiek Farianti Djaafar, MP di bidang teknologi pascapanen. Berdasarkan urutan, ketiganya merupakan Profesor (Riset) ke 523, 524, 525 secara nasional dan Profesor Riset ke 136, 137 dan 138 di Balitbangtan, Kementan.

Orasi profesor Riset yang dilaksanakan di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, Bogor pada Senin 29 Juli 2019 tersebut dihadiri sekitar 500 tamu undangan yang berasal dari Kementerian Pertanian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Balitbangtan, lembaga, perguruan tinggi dan pejabat daerah lainnya.

Prof. Dr. Ir. S Joni Munarso, MS, menyampaikan orasi ilmiah berjudul &amp;ldquo;Inovasi Teknologi Pascapanen untuk Peningkatan Mutu, Keamanan, dan Daya Saing Komoditas Pangan Segar&amp;rdquo;.  Joni telah berhasil mengembangkan berbagai inovasi teknologi untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan segar, baik untuk tanaman pangan, sayuran, maupun tanaman perkebunan. Inovasi ini diyakini dapat meningkatkan daya saing berbagai komoditas pangan segar di pasar domestik maupun ekspor. Penerapan inovasi ini diharapkan berdampak pula pada peningkatan pendapatan petani dan penyediaan pangan segar berkualitas bagi konsumen.

Prof. Dr. Benny Rachman, M.Si, menyampaikan orasi berjudul &amp;ldquo;Reformulasi Sistem Penyangga Pangan Kota-Kota Besar melalui Inovasi Kelembagaan Sentra Distribusi Pangan Mendukung Ketahanan Pangan Nasional&amp;rdquo;.  Benny telah mengembangkan pemikiran yang strategis dalam rangka mewujudkan stabilisasi pasokan dan harga pangan, terutama di kota-kota besar melalui pembentukan kelembagaan Sentra Distribusi Pangan. Konsep pemikiran ini telah mulai dirintis implementasinya pada saat Benny bertugas di jajaran Badan Ketahanan Pangan.

Sementara,  Prof. Dr. Titiek Farianti Djaafar, MP, menyampaikan orasi berjudul &amp;ldquo;Teknologi Pengolahan Kacang Lokal Sebagai Bahan Substitusi Kedelai Memperkuat Ketahanan Pangan&amp;rdquo;. Titiek berhasil mengembangkan inovasi pengolahan beberapa jenis kacang lokal untuk substitusi kedelai. Hasil penelitiannya memberikan kontribusi besar terhadap upaya untuk mendayagunakan sumberdaya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor. Lebih jauh lagi, konsepsinya turut berkontribusi terhadap kebijakan pengembangan agroindustri skala kecil dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Balitbangtan Dr. Fadjri Djufry mengatakan, orasi pengukuhan ketiga Profesor Riset ini bertepatan dengan dua momentum yang sangat strategis. Pertama, masa bhakti Kabinet Kerja tahun 2014-2019 akan segera berakhir, sehingga topik-topik yang disampaikan dalam orasi kali ini merupakan bagian dari hasil program kerja Kementan.

Kedua, DPR RI telah mengesahkan RUU Sisnas IPTEK menjadi UU pada 16 Juli 2019. Undang-undang tersebut memberikan amanat yang sangat strategis dalam upaya penguatan sistem IPTEK nasional, termasuk bidang pertanian, antara lain berkaitan dengan kebijakan riset, anggaran, SDM (termasuk perpanjangan batas usia pensiun), dan kelembagaan.
</content:encoded></item></channel></rss>
