<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Langkah Strategis Kementan Amankan Produksi Pangan Saat Kemarau</title><description>Selanjutnya untuk mengamankan pangan nasional menghadapi kekeringan perlu dilakukan penanaman integrasi jagung dengan tanaman lain.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/31/1/2085786/langkah-strategis-kementan-amankan-produksi-pangan-saat-kemarau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/31/1/2085786/langkah-strategis-kementan-amankan-produksi-pangan-saat-kemarau"/><item><title>Langkah Strategis Kementan Amankan Produksi Pangan Saat Kemarau</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/31/1/2085786/langkah-strategis-kementan-amankan-produksi-pangan-saat-kemarau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/31/1/2085786/langkah-strategis-kementan-amankan-produksi-pangan-saat-kemarau</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2019 10:37 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/31/1/2085786/langkah-strategis-kementan-amankan-produksi-pangan-saat-kemarau-wTvm0yLNS2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/31/1/2085786/langkah-strategis-kementan-amankan-produksi-pangan-saat-kemarau-wTvm0yLNS2.jpg</image><title>Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi (Foto: Kementan)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi pangan nasional menghadapi kekeringan tahun ini. Usai dilantik, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Suwandi langsung menggelar rapat koordinasi di Jakarta pada Selasa 30 Juli 2019, dengan Penanggungjawab Upsus Provinsi untuk menyamakan langkah pencapaian target tanam bulan Agustus.

Pada rapat tersebut, Suwandi memberikan instruksi kepada jajarannya untuk bergerak cepat merespon kekeringan yang terjadi di beberapa daerah sentra padi. Segera inventarisir data Luas Tambah Tanam (LTT) secara harian, agar ada peningkatan signifikan. &quot;Ya ini langkah yang penting agar di bulan Agustus tahun ini target kita luas tanam sekitar 1,4 juta hektar bisa dicapai,&quot; katanya.

Kedua, Suwandi meminta tim LTT untuk mengecek lahan-lahan potensi ditanami padi gogo, jagung atau kedelai atau dilakukan tumpangsari pada 3 komoditi tersebut. Cek kondisi tanah yang masih macak-macak bisa segera ditanam padi gogo sawah.

&quot;Untuk itu perlu dilakukan percepatan CPCL (calon petani calon lahan) penyaluran dan penambahan luas tanam padi di lahan kering atau gogo sawah yang dilaksanakan di delapan provinsi,&quot; sebutnya.

&quot;Apabila CPCL sudah siap maka benih segera salur agar bisa tanam mengejar ketersediaan air yang masih ada bulan ini. Targetnya, penyelesaian tanam padi gogo paling lambat 2 minggu dari hari ini,&quot; tambah Suwandi.

Ketiga, lanjut Suwandi, tim LTT juga untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendirikan posko kekeringan dalam rangka mitigasi kekeringan. Setiap kabupaten mendirikan posko kekeringan dan diresmikan oleh bupati.

&quot;Keempat, untuk daerah yang sudah terdampak puso, kami meminta petani yang sudah terdaftar AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi, red) segera melakukan klaim asuransinya dan tim LTT bisa mendata bagi yang belum terdaftar untuk diusulkan menerima bantuan benih padi Pusat,&quot; bebernya.

Kelima, Suwandi meminta Ditjen Prasaran dan Sarana Pertanian agar segera menyalurkan alsintan, sumur dangkal dan pompa untuk penanganan wilayah yang terdampak kekeringan. Sedangkan daerah di utara katulistiwa seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi masih memiliki potensi hujan sehingga bisa dilakukan percepatan tanam. &quot;Manfaatkan semaksimal mungkin wilayah yang masih ada air,&quot; ucapnya.

Selanjutnya untuk mengamankan pangan nasional menghadapi kekeringan perlu dilakukan penanaman integrasi jagung dengan tanaman lain. Hal ini dikarenakan konsep integrasi bisa meningkatkan pendapatan bagi petani.

&quot;Potensi pematang sawah juga bisa dioptimalkan untuk tumpang sari tanaman seperti kacang panjang, kacang merah, cabe, tomat, terong maupun refugia,&quot; pungkas Suwandi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyiapkan langkah strategis guna mengamankan produksi pangan nasional menghadapi kekeringan tahun ini. Usai dilantik, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan, Suwandi langsung menggelar rapat koordinasi di Jakarta pada Selasa 30 Juli 2019, dengan Penanggungjawab Upsus Provinsi untuk menyamakan langkah pencapaian target tanam bulan Agustus.

Pada rapat tersebut, Suwandi memberikan instruksi kepada jajarannya untuk bergerak cepat merespon kekeringan yang terjadi di beberapa daerah sentra padi. Segera inventarisir data Luas Tambah Tanam (LTT) secara harian, agar ada peningkatan signifikan. &quot;Ya ini langkah yang penting agar di bulan Agustus tahun ini target kita luas tanam sekitar 1,4 juta hektar bisa dicapai,&quot; katanya.

Kedua, Suwandi meminta tim LTT untuk mengecek lahan-lahan potensi ditanami padi gogo, jagung atau kedelai atau dilakukan tumpangsari pada 3 komoditi tersebut. Cek kondisi tanah yang masih macak-macak bisa segera ditanam padi gogo sawah.

&quot;Untuk itu perlu dilakukan percepatan CPCL (calon petani calon lahan) penyaluran dan penambahan luas tanam padi di lahan kering atau gogo sawah yang dilaksanakan di delapan provinsi,&quot; sebutnya.

&quot;Apabila CPCL sudah siap maka benih segera salur agar bisa tanam mengejar ketersediaan air yang masih ada bulan ini. Targetnya, penyelesaian tanam padi gogo paling lambat 2 minggu dari hari ini,&quot; tambah Suwandi.

Ketiga, lanjut Suwandi, tim LTT juga untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendirikan posko kekeringan dalam rangka mitigasi kekeringan. Setiap kabupaten mendirikan posko kekeringan dan diresmikan oleh bupati.

&quot;Keempat, untuk daerah yang sudah terdampak puso, kami meminta petani yang sudah terdaftar AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi, red) segera melakukan klaim asuransinya dan tim LTT bisa mendata bagi yang belum terdaftar untuk diusulkan menerima bantuan benih padi Pusat,&quot; bebernya.

Kelima, Suwandi meminta Ditjen Prasaran dan Sarana Pertanian agar segera menyalurkan alsintan, sumur dangkal dan pompa untuk penanganan wilayah yang terdampak kekeringan. Sedangkan daerah di utara katulistiwa seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi masih memiliki potensi hujan sehingga bisa dilakukan percepatan tanam. &quot;Manfaatkan semaksimal mungkin wilayah yang masih ada air,&quot; ucapnya.

Selanjutnya untuk mengamankan pangan nasional menghadapi kekeringan perlu dilakukan penanaman integrasi jagung dengan tanaman lain. Hal ini dikarenakan konsep integrasi bisa meningkatkan pendapatan bagi petani.

&quot;Potensi pematang sawah juga bisa dioptimalkan untuk tumpang sari tanaman seperti kacang panjang, kacang merah, cabe, tomat, terong maupun refugia,&quot; pungkas Suwandi.</content:encoded></item></channel></rss>
