<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB: 2.347 Desa dari 8 Provinsi Terkena Dampak Kekeringan</title><description>BNPB mencatat ada 2.347 desa yang tersebar di 8 provinsi Indonesia terkena dampak bencana kekeringan akibat musim kemarau</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/31/337/2085997/bnpb-2-347-desa-dari-8-provinsi-terkena-dampak-kekeringan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/07/31/337/2085997/bnpb-2-347-desa-dari-8-provinsi-terkena-dampak-kekeringan"/><item><title>BNPB: 2.347 Desa dari 8 Provinsi Terkena Dampak Kekeringan</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/07/31/337/2085997/bnpb-2-347-desa-dari-8-provinsi-terkena-dampak-kekeringan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/07/31/337/2085997/bnpb-2-347-desa-dari-8-provinsi-terkena-dampak-kekeringan</guid><pubDate>Rabu 31 Juli 2019 17:32 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/07/31/337/2085997/bnpb-2-347-desa-dari-8-provinsi-terkena-dampak-kekeringan-DIin5WWfQF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kekeringan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/07/31/337/2085997/bnpb-2-347-desa-dari-8-provinsi-terkena-dampak-kekeringan-DIin5WWfQF.jpg</image><title>Ilustrasi Kekeringan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan dan Bencana (BNPB) mencatat ada 2.347 desa yang tersebar di 8 provinsi Indonesia terkena dampak bencana kekeringan akibat musim kemarau.
Plh Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Humas BNPB, Agus Wibowo menjelaskan, delapan provinsi itu di antaranya ialah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT.
&quot;Di NTT kekeringanannya cukup banyak, itu ada di 848 desa totalnya,&amp;rdquo; kata Agus di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019).

Baca Juga: Pompanisasi Bantu Selamatkan Pertanian Purwakarta dari Kekeringan
Agus menjelaskan, penyebab kekeringan karena musim kemarau tahun ini cenderung lebih panjang jika dibanding tahun sebelumnya. Ia memprediksi musim kemarau akan terjadi hingga September mendatang.
Dalam mengantisipasi meluasnya kekeringan ke wilayah lain, kata dia, pihaknya sedang gencar mendistribusikan pendistribusian air bersih ke seluruh wilayah Indonesia. Tak hanya itu, pihaknya juga merencanakan adanya rekayasa cuaca berupa hujan buatan.
&quot;Jadi BNPB dan BMKG untuk menciptakan operasi rekayasa cuaca. Pesawat tinggal mendapatkan perizinan dari TNI,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan dan Bencana (BNPB) mencatat ada 2.347 desa yang tersebar di 8 provinsi Indonesia terkena dampak bencana kekeringan akibat musim kemarau.
Plh Kepala Pusat Data Informasi (Kapusdatin) dan Humas BNPB, Agus Wibowo menjelaskan, delapan provinsi itu di antaranya ialah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT.
&quot;Di NTT kekeringanannya cukup banyak, itu ada di 848 desa totalnya,&amp;rdquo; kata Agus di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (31/7/2019).

Baca Juga: Pompanisasi Bantu Selamatkan Pertanian Purwakarta dari Kekeringan
Agus menjelaskan, penyebab kekeringan karena musim kemarau tahun ini cenderung lebih panjang jika dibanding tahun sebelumnya. Ia memprediksi musim kemarau akan terjadi hingga September mendatang.
Dalam mengantisipasi meluasnya kekeringan ke wilayah lain, kata dia, pihaknya sedang gencar mendistribusikan pendistribusian air bersih ke seluruh wilayah Indonesia. Tak hanya itu, pihaknya juga merencanakan adanya rekayasa cuaca berupa hujan buatan.
&quot;Jadi BNPB dan BMKG untuk menciptakan operasi rekayasa cuaca. Pesawat tinggal mendapatkan perizinan dari TNI,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
