<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Jika Terbukti Makan Kucing Hidup-Hidup, Abah Grandong Hanya Wajib Lapor   </title><description>Abah Naca alias Grandong jika terbukti bersalah memakan kucing hidup-hidup, hanya dikenakan wajib lapor.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/01/338/2086490/jika-terbukti-makan-kucing-hidup-hidup-abah-grandong-hanya-wajib-lapor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/01/338/2086490/jika-terbukti-makan-kucing-hidup-hidup-abah-grandong-hanya-wajib-lapor"/><item><title> Jika Terbukti Makan Kucing Hidup-Hidup, Abah Grandong Hanya Wajib Lapor   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/01/338/2086490/jika-terbukti-makan-kucing-hidup-hidup-abah-grandong-hanya-wajib-lapor</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/01/338/2086490/jika-terbukti-makan-kucing-hidup-hidup-abah-grandong-hanya-wajib-lapor</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2019 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/01/338/2086490/jika-terbukti-makan-kucing-hidup-hidup-abah-grandong-hanya-wajib-lapor-4NhJytt3QD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakapolres Jakpus,, AKBP Arie Ardian (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/01/338/2086490/jika-terbukti-makan-kucing-hidup-hidup-abah-grandong-hanya-wajib-lapor-4NhJytt3QD.jpg</image><title>Wakapolres Jakpus,, AKBP Arie Ardian (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Abah Naca alias Grandong jika terbukti bersalah memakan kucing hidup-hidup, hanya dikenakan wajib lapor. Hal itu dikatakan oleh Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian.

&quot;Yang bersangkutan dijerat Pasal 302 dengan ancaman 9 bulan penjara, wajib lapor,&quot; kata Arie kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Abah Grandong Makan Kucing Hidup-Hidup, Polisi Periksa 3 Orang Saksi
Saat ini, pihaknya terus menggali motif kakek asal Banten itu, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yang salah satunya adalah saksi ahli.

&quot;Ada tiga orang saksi,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Namun sayang, Arie juga belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan keterangan saksi -saksi, Arie beralasan hingga saat ini pihaknya masih dilakukan pemeriksaan terhadap Gerandong.

&quot;Lengkapnya nanti yah, setelah selesai (semua),&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Keluarga: Abah Grandong si Pemakan Kucing Hidup-Hidup Belajar Ilmu Hitam

Sebelumnya, Abah Grandong telah meminta maaf ke masyarakat atas aksinya memakan kucing hidup-hidup. Abah Grandong berdalih, aksinya memakan kucing sebagai atraksi budaya lokal yakni debus.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dengan adanya video tersebut yang telah meresahkan masyarakat Indonesia, kami meminta maaf kepada kalangan masyarakat yang ada di Indonesia. Atraksi tersebut itu adalah kebudayaan dari Banten yaitu debus,&amp;rdquo; ucapnya kepada wartawan.

Sebelumnya, video aksi Abah Grandong memakan kucing hidup-hidup itu viral di media sosial. Perilakunya itu banyak menuai kecaman dari netizen.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Abah Naca alias Grandong jika terbukti bersalah memakan kucing hidup-hidup, hanya dikenakan wajib lapor. Hal itu dikatakan oleh Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian.

&quot;Yang bersangkutan dijerat Pasal 302 dengan ancaman 9 bulan penjara, wajib lapor,&quot; kata Arie kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Abah Grandong Makan Kucing Hidup-Hidup, Polisi Periksa 3 Orang Saksi
Saat ini, pihaknya terus menggali motif kakek asal Banten itu, polisi juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yang salah satunya adalah saksi ahli.

&quot;Ada tiga orang saksi,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Namun sayang, Arie juga belum bisa membeberkan hasil pemeriksaan keterangan saksi -saksi, Arie beralasan hingga saat ini pihaknya masih dilakukan pemeriksaan terhadap Gerandong.

&quot;Lengkapnya nanti yah, setelah selesai (semua),&quot; tutupnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Keluarga: Abah Grandong si Pemakan Kucing Hidup-Hidup Belajar Ilmu Hitam

Sebelumnya, Abah Grandong telah meminta maaf ke masyarakat atas aksinya memakan kucing hidup-hidup. Abah Grandong berdalih, aksinya memakan kucing sebagai atraksi budaya lokal yakni debus.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Dengan adanya video tersebut yang telah meresahkan masyarakat Indonesia, kami meminta maaf kepada kalangan masyarakat yang ada di Indonesia. Atraksi tersebut itu adalah kebudayaan dari Banten yaitu debus,&amp;rdquo; ucapnya kepada wartawan.

Sebelumnya, video aksi Abah Grandong memakan kucing hidup-hidup itu viral di media sosial. Perilakunya itu banyak menuai kecaman dari netizen.
</content:encoded></item></channel></rss>
