<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suka Duka Petugas Karhutla Riau: Usai Lakukan Pemadaman Lalu Muncul Titik Api Baru</title><description>Kepala Daerah Operasi Manggal Agni Pekanbaru bercerita, usai petugas memadamkan api dan hendak pulang, malah muncul titik api baru.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/01/340/2086169/suka-duka-petugas-karhutla-riau-usai-lakukan-pemadaman-lalu-muncul-titik-api-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/01/340/2086169/suka-duka-petugas-karhutla-riau-usai-lakukan-pemadaman-lalu-muncul-titik-api-baru"/><item><title>Suka Duka Petugas Karhutla Riau: Usai Lakukan Pemadaman Lalu Muncul Titik Api Baru</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/01/340/2086169/suka-duka-petugas-karhutla-riau-usai-lakukan-pemadaman-lalu-muncul-titik-api-baru</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/01/340/2086169/suka-duka-petugas-karhutla-riau-usai-lakukan-pemadaman-lalu-muncul-titik-api-baru</guid><pubDate>Kamis 01 Agustus 2019 05:21 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/01/340/2086169/suka-duka-petugas-karhutla-riau-usai-lakukan-pemadaman-lalu-muncul-titik-api-baru-rqjOCHPXlj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas lakukan pemadaman kebakaran di Kabupaten Kampar, Riau. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/01/340/2086169/suka-duka-petugas-karhutla-riau-usai-lakukan-pemadaman-lalu-muncul-titik-api-baru-rqjOCHPXlj.jpg</image><title>Petugas lakukan pemadaman kebakaran di Kabupaten Kampar, Riau. (Ist)</title></images><description>PEKANBARU &amp;ndash; Petugas pemadaman dari Satgas Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di berbagai daerah Riau terus berupaya memadamkam api. Banyak kendala yang dihadapi petugas di lapangan dalam menjinakkan kebakaran yang mayoritas berada di areal gambut.

Salah satu kesulitannya ialah mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Walau ada petugas, ada yang sengaja membakar lahan tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Kepala Daerah Operasi Manggal Agni Pekanbaru, Edwin Putra mengatakan, saat ini kebakaran masih terjadi beberapa titik di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Kebakaran sudah berlangsung lama.

&quot;Misalnya tadi saat petugas melakukan pemadaman di titik kebakaran di Jalan Gelatik Desa Karya Indah, Kecamatan Tapungada, muncul titik api baru sebelah barat,&quot; kata Edwin, Rabu (31/7/2019).

Karena adanya titik api baru, petugas harus melakukan pemadaman. Ini agar api tidak menjalar dan kebakaran semakin luas.



&amp;ldquo;Target tim adalah memadamkan titik titik asap yang tersebar acak. Jalur pemadaman harus berpindah pindah untuk memadamkan api secara keseluruhan,&quot; ucapnya.

Ia melanjutkan, saat petugas sudah mengemas peralatan pemadaman untuk kemudian pulang, api kembali muncul di titik lain. &quot;Kebakaran ini memang ada unsur kesengajaan,&quot; ucapnya.

Selain itu, tim lain melakukan pemadaman di Jalan Cendrawasih Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung. Lokasi yang terbakar merupakan semak belukar yang ditumbuhi kayu akasia. Kebakaran di Jalan Cendrawasih sudah terjadi selama dua pekan.

Kendala lainnya adalah petugas harus berjibaku menjinakkan api karena  berada di areal gambut. Gambut merupakan kontur lahan yang mudah  terbakar. Jika sudah terbakar akan sulit dipadamkan karena api sampai di  bawah permukaan tanah.

Cuaca yang terik tidak menyurutkan petugas untuk memadamkan api.  Kencangnya angin dan sulitnya air juga menjadi kendala di lapangan.



&quot;Namun tim Karhutla tetap semangat. Kita akan puas jika sudah  berhasil memadamkan kebakaran. Mari kita berdoa dan berusaha bersama  agar karhutla segera berakhir,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Api di Gunung Arjuno Kembali Membara, BPBD Tetapkan Status Darurat Kebakaran

Dari dua lokasi, sudah 14 hektare lahan yang terbakar. &quot;Pemadaman akan kita lanjutkan besok,&quot; katanya.

Baca Juga : BNPB: 6 Provinsi di Indonesia Darurat Karhutla
</description><content:encoded>PEKANBARU &amp;ndash; Petugas pemadaman dari Satgas Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) di berbagai daerah Riau terus berupaya memadamkam api. Banyak kendala yang dihadapi petugas di lapangan dalam menjinakkan kebakaran yang mayoritas berada di areal gambut.

Salah satu kesulitannya ialah mengingatkan masyarakat agar tidak membakar lahan. Walau ada petugas, ada yang sengaja membakar lahan tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Kepala Daerah Operasi Manggal Agni Pekanbaru, Edwin Putra mengatakan, saat ini kebakaran masih terjadi beberapa titik di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Kebakaran sudah berlangsung lama.

&quot;Misalnya tadi saat petugas melakukan pemadaman di titik kebakaran di Jalan Gelatik Desa Karya Indah, Kecamatan Tapungada, muncul titik api baru sebelah barat,&quot; kata Edwin, Rabu (31/7/2019).

Karena adanya titik api baru, petugas harus melakukan pemadaman. Ini agar api tidak menjalar dan kebakaran semakin luas.



&amp;ldquo;Target tim adalah memadamkan titik titik asap yang tersebar acak. Jalur pemadaman harus berpindah pindah untuk memadamkan api secara keseluruhan,&quot; ucapnya.

Ia melanjutkan, saat petugas sudah mengemas peralatan pemadaman untuk kemudian pulang, api kembali muncul di titik lain. &quot;Kebakaran ini memang ada unsur kesengajaan,&quot; ucapnya.

Selain itu, tim lain melakukan pemadaman di Jalan Cendrawasih Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung. Lokasi yang terbakar merupakan semak belukar yang ditumbuhi kayu akasia. Kebakaran di Jalan Cendrawasih sudah terjadi selama dua pekan.

Kendala lainnya adalah petugas harus berjibaku menjinakkan api karena  berada di areal gambut. Gambut merupakan kontur lahan yang mudah  terbakar. Jika sudah terbakar akan sulit dipadamkan karena api sampai di  bawah permukaan tanah.

Cuaca yang terik tidak menyurutkan petugas untuk memadamkan api.  Kencangnya angin dan sulitnya air juga menjadi kendala di lapangan.



&quot;Namun tim Karhutla tetap semangat. Kita akan puas jika sudah  berhasil memadamkan kebakaran. Mari kita berdoa dan berusaha bersama  agar karhutla segera berakhir,&quot; tuturnya.

Baca Juga : Api di Gunung Arjuno Kembali Membara, BPBD Tetapkan Status Darurat Kebakaran

Dari dua lokasi, sudah 14 hektare lahan yang terbakar. &quot;Pemadaman akan kita lanjutkan besok,&quot; katanya.

Baca Juga : BNPB: 6 Provinsi di Indonesia Darurat Karhutla
</content:encoded></item></channel></rss>
