<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polda Banten Siagakan 250 Personel ke Lokasi Titik Gempa</title><description>Polda Banten terjunkan 200 personel ke Kecamatan Sumur, lokasi titik Gempa Banten dan 50 petugas untuk menyusuri pantai di Lebak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087135/polda-banten-siagakan-250-personel-ke-lokasi-titik-gempa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087135/polda-banten-siagakan-250-personel-ke-lokasi-titik-gempa"/><item><title>Polda Banten Siagakan 250 Personel ke Lokasi Titik Gempa</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087135/polda-banten-siagakan-250-personel-ke-lokasi-titik-gempa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087135/polda-banten-siagakan-250-personel-ke-lokasi-titik-gempa</guid><pubDate>Sabtu 03 Agustus 2019 01:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fadel Prayoga</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087135/polda-banten-siagakan-250-personel-ke-lokasi-titik-gempa-XLQLxhtXE9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Polisi (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087135/polda-banten-siagakan-250-personel-ke-lokasi-titik-gempa-XLQLxhtXE9.jpg</image><title>Ilustrasi Polisi (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Polda Banten menerjunkan 200 personel ke Kecamatan Sumur, Banten dan 50 petugas untuk menyusuri pantai di kawasan Lebak, sebagai langkah penanggulangan bencana gempa bumi dengan magnitudo 6,9.

&quot;Melaksanakan patroli sekala besar dari Polres Pandeglang dan brimob polda ( 200 personil) berangkat ke  Kecamatan Sumur, Pandeglang. Lalu, mengirimkan 50 personep patroli Polres Lebak berangkat menyusuri pantai, yang diperkirakan getaran gempa dirasakan besar,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Peringatan Dini Tsunami Berakhir, BMKG Imbau Masyarakat Kembali ke Rumah
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8wMi8xLzEyMDQ0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dedi menyatakan, berdasarkan laporan di lapangan, debit air pantai masih terpantau normal. Ia mengaku belum bisa menaksir kerugian materi akibat dari adanya gempa bumi tersebut.

&quot;Belum ada laporan kerusakan apapun,&quot; ujarnya.

Seperti diketahui, akibat gempa bumi yang terjadi pada pukul 19.30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, pada 21.35 WIB, peringatan tsunami dicabut.
Baca Juga:&amp;nbsp;BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Terkait Gempa di Banten</description><content:encoded>JAKARTA - Polda Banten menerjunkan 200 personel ke Kecamatan Sumur, Banten dan 50 petugas untuk menyusuri pantai di kawasan Lebak, sebagai langkah penanggulangan bencana gempa bumi dengan magnitudo 6,9.

&quot;Melaksanakan patroli sekala besar dari Polres Pandeglang dan brimob polda ( 200 personil) berangkat ke  Kecamatan Sumur, Pandeglang. Lalu, mengirimkan 50 personep patroli Polres Lebak berangkat menyusuri pantai, yang diperkirakan getaran gempa dirasakan besar,&quot; kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (2/8/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Peringatan Dini Tsunami Berakhir, BMKG Imbau Masyarakat Kembali ke Rumah
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8wMi8xLzEyMDQ0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Dedi menyatakan, berdasarkan laporan di lapangan, debit air pantai masih terpantau normal. Ia mengaku belum bisa menaksir kerugian materi akibat dari adanya gempa bumi tersebut.

&quot;Belum ada laporan kerusakan apapun,&quot; ujarnya.

Seperti diketahui, akibat gempa bumi yang terjadi pada pukul 19.30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Namun, pada 21.35 WIB, peringatan tsunami dicabut.
Baca Juga:&amp;nbsp;BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Terkait Gempa di Banten</content:encoded></item></channel></rss>
