<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Pasca-Gempa Banten   </title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pasca gempa Banten.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087232/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pasca-gempa-banten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087232/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pasca-gempa-banten"/><item><title> BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Pasca-Gempa Banten   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087232/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pasca-gempa-banten</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087232/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pasca-gempa-banten</guid><pubDate>Sabtu 03 Agustus 2019 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087232/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pasca-gempa-banten-rigG50LXgh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Ilustrasi shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087232/bmkg-keluarkan-peringatan-gelombang-tinggi-pasca-gempa-banten-rigG50LXgh.jpg</image><title>Foto Ilustrasi shutterstock</title></images><description>
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pasca gempa Banten magnitudo 6,9. Peringatan ini berlaku mulai hari ini, Sabtu 3 hingga Senin 5 Agustus 2019.

Kepala Deputi Bidang Meteorologi R Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, gelombang setinggi 4 sampai 6 meter berpotensi terjadi di perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Barat Lampung, dan Samudera Hindia Selatan Jawa Barat.

&quot;Tinggi gelombang tersebut termasuk dalam kategori berbahaya,&quot; kata Mulyono melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/8/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Dampak Gempa Banten, 113 Rumah dan 1 Tempat Ibadah Rusak


Selain itu, gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di wilayah Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda Bagian Selatan.

Kemudian, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape Bahian Selatan, Selat Sumba Bagian Barat, Perairan Selatan P Sumba, Laut Sawu, dan Perairan P Rote-Kupang.

&quot;Gelombang tinggi masuk dalam kategori berbahaya,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter juga dierkirakan terjadi di Perairan Timur P Sipora hingga P Pagai, Selat Sumba bagian Timur dan Selat Ombai, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas Keoulauan Natuna, Laut Natuna dan Selat Karimata.
Baca juga: Dampak Gempa Banten, 1 Orang Meninggal Dunia, 1.050 Jiwa Mengungsi
Kemudian, Perairan Timur Kepulauan Bintan hingga Kepulauan Lingga, Perairan Utara Pangkalpinang, Laut Jawa,

Perairan Utara Jepara hingga Kepulauan Kangen, Perairan Selat Kalimantan, Perairan Kota Baru hingga Balikpapan, Selat Makasar bagian Tengah hingga Selatan, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana-Selayar, Teluk Bone bagian Selatan, dan Laut Bali dan Laut Sumbawa.

&quot;Tinggi gelombang masuk dalam kategori waspada,&quot; tanbahnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8wMi8xLzEyMDQ0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal ini kata Mulyoni disebabkan pola angin di wilayah ekuator umumnya dari Tenggara-Selatan dengan kecepatan 4-25 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-30 knot.

&quot;Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarkat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pasca gempa Banten magnitudo 6,9. Peringatan ini berlaku mulai hari ini, Sabtu 3 hingga Senin 5 Agustus 2019.

Kepala Deputi Bidang Meteorologi R Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, gelombang setinggi 4 sampai 6 meter berpotensi terjadi di perairan Selatan Banten, Samudera Hindia Barat Lampung, dan Samudera Hindia Selatan Jawa Barat.

&quot;Tinggi gelombang tersebut termasuk dalam kategori berbahaya,&quot; kata Mulyono melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (3/8/2019).
&amp;nbsp;Baca juga: Dampak Gempa Banten, 113 Rumah dan 1 Tempat Ibadah Rusak


Selain itu, gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di wilayah Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat P Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda Bagian Selatan.

Kemudian, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape Bahian Selatan, Selat Sumba Bagian Barat, Perairan Selatan P Sumba, Laut Sawu, dan Perairan P Rote-Kupang.

&quot;Gelombang tinggi masuk dalam kategori berbahaya,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter juga dierkirakan terjadi di Perairan Timur P Sipora hingga P Pagai, Selat Sumba bagian Timur dan Selat Ombai, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas Keoulauan Natuna, Laut Natuna dan Selat Karimata.
Baca juga: Dampak Gempa Banten, 1 Orang Meninggal Dunia, 1.050 Jiwa Mengungsi
Kemudian, Perairan Timur Kepulauan Bintan hingga Kepulauan Lingga, Perairan Utara Pangkalpinang, Laut Jawa,

Perairan Utara Jepara hingga Kepulauan Kangen, Perairan Selat Kalimantan, Perairan Kota Baru hingga Balikpapan, Selat Makasar bagian Tengah hingga Selatan, Perairan Barat Sulawesi Selatan, Perairan Kepulauan Sabalana-Selayar, Teluk Bone bagian Selatan, dan Laut Bali dan Laut Sumbawa.

&quot;Tinggi gelombang masuk dalam kategori waspada,&quot; tanbahnya.
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOC8wMi8xLzEyMDQ0OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
Hal ini kata Mulyoni disebabkan pola angin di wilayah ekuator umumnya dari Tenggara-Selatan dengan kecepatan 4-25 knot. Sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 4-30 knot.

&quot;Harap diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarkat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
