<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BNPB Sebut 200 Bangunan Rusak Akibat Gempa Banten, 2 Orang Meninggal</title><description>Kepala BNPB Doni Monardo mengunjungi daerah terdampak gempa M 6,9 di Banten.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087255/kepala-bnpb-sebut-200-bangunan-rusak-akibat-gempa-banten-2-orang-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087255/kepala-bnpb-sebut-200-bangunan-rusak-akibat-gempa-banten-2-orang-meninggal"/><item><title>Kepala BNPB Sebut 200 Bangunan Rusak Akibat Gempa Banten, 2 Orang Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087255/kepala-bnpb-sebut-200-bangunan-rusak-akibat-gempa-banten-2-orang-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087255/kepala-bnpb-sebut-200-bangunan-rusak-akibat-gempa-banten-2-orang-meninggal</guid><pubDate>Sabtu 03 Agustus 2019 13:11 WIB</pubDate><dc:creator>Rasyid Ridho </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087255/kepala-bnpb-sebut-200-bangunan-rusak-akibat-gempa-banten-2-orang-meninggal-XYBLFBR6g3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Doni Monardo (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087255/kepala-bnpb-sebut-200-bangunan-rusak-akibat-gempa-banten-2-orang-meninggal-XYBLFBR6g3.jpg</image><title>Kepala BNPB Doni Monardo (Okezone)</title></images><description>PANDEGLANG &amp;ndash; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan sedikitnya 200 bangunan rusak dan dua orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,9 melanda Provinsi Banten, Jumat 2 Agustus 2019 malam.
&amp;ldquo;Sejauh ini dua orang meninggal dunia,&quot; kata Doni saat meninjau daerah terdampak gempa di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019).
Korban meninggal dunia, menurutnya, karena serangan jantung dan kelelahan diduga akibat gempa yang sebelumnya disebut berkekuatan M 7,4 dan berpotensi tsunami tersebut.
Sementara jumlah bangunan yang rusak berat, sedang maupun ringan, kata Doni, hingga kini hasil menitor petugasnya sudah mencapai 200 unit, tersebar di beberapa daerah.
Saat bertandang ke Mandalawangi, Doni Monardo ikut berbincang-bincang dengan masyarakat. Mantan Danjen Kopassus itu kaget mendengar masyarakat belum pernah mengikuti simulasi keselamatan saat bencana baik itu gempa bumi maupun tsunami.
&quot;Tadi pagi saya bertanya kepada beberapa masyarakat. Apakah pernah ikut latihan simulasi (bencana). Dari semua yang saya tanya satupun belum pernah mengikuti simulasi,&quot; kata Doni.
Baca juga: Pasca-Gempa M 6,9, Gelombang Setinggi 6 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Banten
Dikatakan Doni, berdasarkan pengakuan warga, hanya aparat desa yang diberikan pelatihan. Padahal, semua masyarakat yang terdampak langsung sehingga setiap keluarga harus mengikuti latihan simulasi bencana.
Baca juga: BMKG Mutakhirkan Gempa Banten Jadi M 6,9
&quot;Simulasi harus melibatkan keluarga masyarakat bila terjadi gempa apa yang harus dilakukan, karna faktanya dampak langsung terjadi kepada masyarakat baik, orangtua, anak dan semua masyarakat,&quot; ujarnya.

Doni menegaskan, potensi gempa yang disampaikan para pakar dan peneliti di bagian selatan Banten itu bukan hoaks. Bencana gempa bisa terjadi kapan saja dan belum ada alat yang bisa mengetahui kapan waktu pasti gempa.

&quot;Makanya potensi ini harus kita awasi agar masyarakat wilayah selatan pulau Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah serta Banten itu selalu siap,&quot; tandasnya</description><content:encoded>PANDEGLANG &amp;ndash; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan sedikitnya 200 bangunan rusak dan dua orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,9 melanda Provinsi Banten, Jumat 2 Agustus 2019 malam.
&amp;ldquo;Sejauh ini dua orang meninggal dunia,&quot; kata Doni saat meninjau daerah terdampak gempa di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019).
Korban meninggal dunia, menurutnya, karena serangan jantung dan kelelahan diduga akibat gempa yang sebelumnya disebut berkekuatan M 7,4 dan berpotensi tsunami tersebut.
Sementara jumlah bangunan yang rusak berat, sedang maupun ringan, kata Doni, hingga kini hasil menitor petugasnya sudah mencapai 200 unit, tersebar di beberapa daerah.
Saat bertandang ke Mandalawangi, Doni Monardo ikut berbincang-bincang dengan masyarakat. Mantan Danjen Kopassus itu kaget mendengar masyarakat belum pernah mengikuti simulasi keselamatan saat bencana baik itu gempa bumi maupun tsunami.
&quot;Tadi pagi saya bertanya kepada beberapa masyarakat. Apakah pernah ikut latihan simulasi (bencana). Dari semua yang saya tanya satupun belum pernah mengikuti simulasi,&quot; kata Doni.
Baca juga: Pasca-Gempa M 6,9, Gelombang Setinggi 6 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Banten
Dikatakan Doni, berdasarkan pengakuan warga, hanya aparat desa yang diberikan pelatihan. Padahal, semua masyarakat yang terdampak langsung sehingga setiap keluarga harus mengikuti latihan simulasi bencana.
Baca juga: BMKG Mutakhirkan Gempa Banten Jadi M 6,9
&quot;Simulasi harus melibatkan keluarga masyarakat bila terjadi gempa apa yang harus dilakukan, karna faktanya dampak langsung terjadi kepada masyarakat baik, orangtua, anak dan semua masyarakat,&quot; ujarnya.

Doni menegaskan, potensi gempa yang disampaikan para pakar dan peneliti di bagian selatan Banten itu bukan hoaks. Bencana gempa bisa terjadi kapan saja dan belum ada alat yang bisa mengetahui kapan waktu pasti gempa.

&quot;Makanya potensi ini harus kita awasi agar masyarakat wilayah selatan pulau Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah serta Banten itu selalu siap,&quot; tandasnya</content:encoded></item></channel></rss>
