<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Soal Ancaman Gempa Megathrust, BMKG: Semua Sudah Kami Simulasikan   </title><description>BMKG merespon soal ancaman gempa megatrhust, yang berpotensi mengancam sejumlah wilayah di Indonesia.&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087265/soal-ancaman-gempa-megathrust-bmkg-semua-sudah-kami-simulasikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087265/soal-ancaman-gempa-megathrust-bmkg-semua-sudah-kami-simulasikan"/><item><title> Soal Ancaman Gempa Megathrust, BMKG: Semua Sudah Kami Simulasikan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087265/soal-ancaman-gempa-megathrust-bmkg-semua-sudah-kami-simulasikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087265/soal-ancaman-gempa-megathrust-bmkg-semua-sudah-kami-simulasikan</guid><pubDate>Sabtu 03 Agustus 2019 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Muhamad Rizky</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087265/soal-ancaman-gempa-megathrust-bmkg-semua-sudah-kami-simulasikan-YF01HcVpb9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BMKG, Rahmat Triyono (foto: Rizki/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087265/soal-ancaman-gempa-megathrust-bmkg-semua-sudah-kami-simulasikan-YF01HcVpb9.jpg</image><title>Kepala BMKG, Rahmat Triyono (foto: Rizki/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merespon soal ancaman gempa megatrhust, yang berpotensi mengancam sejumlah wilayah di Indonesia. BMKG sudah melakukan antisipasi dengan melakukan simulasi gempa diberbagai wilayah.

&quot;Semua potensi gempa bumi sudah kami simulasikan apabila gempanya di Nias, di Mentawai, Pulau Enggano, semua sudah kita modelkan, kira-kira kalau gempa (megathrust) itu terjadi,&quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).
&amp;nbsp;
Rahmat menyadari, bahwa ancaman gempa megathrust sebagai ancaman yang nyata di Indonesia, namun tidak diketahui secara pasti kapan gempa tersebut akan terjadi. Untuk itu sejumlah hal terus dilakukan seperti simulasi gempa hingga membaca perkiraan para pakar akan potensi kekuatan gempa megathrust tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga: Kepala BNPB Sebut 200 Bangunan Rusak Akibat Gempa Banten, 2 Orang Meninggal
&quot;Misalnya di Mentawai magnitudo 9.0 terus kami buat sebuah modeling kira-kira tsunaminya disitu tingginya berapa, waktu tibanya tsunami sampai ke Padang berapa termasuk di daerah yang lain misal di Selatan Jawa tentunya setiap modeling akan berbeda-beda,&quot; ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga terus melakukan mitigasi dengan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat di daerah-daerah kabupaten/kota khususnya wilayah yang rawan gempa dan tsunamai agar mampu mengantisipasi apabila gempa tersebut terjadi.

&quot;Misalnya saat tsunami terjadi inilah waktu tiba tsunami di kabupaten bapak ibu waktu tibanya 20 menit misalnya. Sehingga waktu yang sisa itulah yang bisa dimanfatkan sebaik-baiknya untuk upaya mitigasi dengan melakukan evakuasi,&quot; tuturnya.

&quot;Kami melalui program BMKG goes to school juga telah mendatangi masyarakat-masyarakat di daerah-daerah khususnya rawan gempa untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak didik, anak sekolah untuk memahami ancaman gempa bumi tsunami dan upaya mitigasinya, apa-apa yang harus dilakukan sesaat, sebelum, dan sesudah gempa tsunami,&quot; sambung Rahmat.
&amp;nbsp;Baca juga: Ratusan Rumah Warga di Pandeglang Rusak, Terparah di Daerah Mandalawangi

Namun demikian Rahmat menekankan akan pentingnya evakuasi mandiri yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi  bencana gempa. Masyarakat yang tinggal dilokasi rawan tsunami dan gempa harus menyadari hal tersebut dan langsung mencari temoat perlindungan tanpa menunggu peringatan dini.

&quot;Begitu anda lagi dipantai dan merasakan guncangan kuat, itu harus dijadikan warning untuk menjauhkan diri dari pantai mencari tempat tinggi, sambil mencari informasi apakah gempa ini berpotensi tsunami atau tidak, kalau tidak ya bisa kembali,&quot; paparnya

&quot;Itu yang kami harapkan juga kesadaran masyarakat, karena megathrust sebuah ancaman yang real disepanjang pertemuan lempeng dan sepanjang pantai untuk melakukan evakuasi untuk betul-betul ada diri masing-masing,&quot; tutup Rahmat.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merespon soal ancaman gempa megatrhust, yang berpotensi mengancam sejumlah wilayah di Indonesia. BMKG sudah melakukan antisipasi dengan melakukan simulasi gempa diberbagai wilayah.

&quot;Semua potensi gempa bumi sudah kami simulasikan apabila gempanya di Nias, di Mentawai, Pulau Enggano, semua sudah kita modelkan, kira-kira kalau gempa (megathrust) itu terjadi,&quot; kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).
&amp;nbsp;
Rahmat menyadari, bahwa ancaman gempa megathrust sebagai ancaman yang nyata di Indonesia, namun tidak diketahui secara pasti kapan gempa tersebut akan terjadi. Untuk itu sejumlah hal terus dilakukan seperti simulasi gempa hingga membaca perkiraan para pakar akan potensi kekuatan gempa megathrust tersebut.
&amp;nbsp;Baca juga: Kepala BNPB Sebut 200 Bangunan Rusak Akibat Gempa Banten, 2 Orang Meninggal
&quot;Misalnya di Mentawai magnitudo 9.0 terus kami buat sebuah modeling kira-kira tsunaminya disitu tingginya berapa, waktu tibanya tsunami sampai ke Padang berapa termasuk di daerah yang lain misal di Selatan Jawa tentunya setiap modeling akan berbeda-beda,&quot; ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga terus melakukan mitigasi dengan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada masyarakat di daerah-daerah kabupaten/kota khususnya wilayah yang rawan gempa dan tsunamai agar mampu mengantisipasi apabila gempa tersebut terjadi.

&quot;Misalnya saat tsunami terjadi inilah waktu tiba tsunami di kabupaten bapak ibu waktu tibanya 20 menit misalnya. Sehingga waktu yang sisa itulah yang bisa dimanfatkan sebaik-baiknya untuk upaya mitigasi dengan melakukan evakuasi,&quot; tuturnya.

&quot;Kami melalui program BMKG goes to school juga telah mendatangi masyarakat-masyarakat di daerah-daerah khususnya rawan gempa untuk mengedukasi masyarakat khususnya anak didik, anak sekolah untuk memahami ancaman gempa bumi tsunami dan upaya mitigasinya, apa-apa yang harus dilakukan sesaat, sebelum, dan sesudah gempa tsunami,&quot; sambung Rahmat.
&amp;nbsp;Baca juga: Ratusan Rumah Warga di Pandeglang Rusak, Terparah di Daerah Mandalawangi

Namun demikian Rahmat menekankan akan pentingnya evakuasi mandiri yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi  bencana gempa. Masyarakat yang tinggal dilokasi rawan tsunami dan gempa harus menyadari hal tersebut dan langsung mencari temoat perlindungan tanpa menunggu peringatan dini.

&quot;Begitu anda lagi dipantai dan merasakan guncangan kuat, itu harus dijadikan warning untuk menjauhkan diri dari pantai mencari tempat tinggi, sambil mencari informasi apakah gempa ini berpotensi tsunami atau tidak, kalau tidak ya bisa kembali,&quot; paparnya

&quot;Itu yang kami harapkan juga kesadaran masyarakat, karena megathrust sebuah ancaman yang real disepanjang pertemuan lempeng dan sepanjang pantai untuk melakukan evakuasi untuk betul-betul ada diri masing-masing,&quot; tutup Rahmat.
</content:encoded></item></channel></rss>
