<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>90 Persen Pelaku Kejahatan Seksual pada Anak Merupakan Orang Terdekat</title><description>Polri menyebutkan berdasarkan penelitian 90 persen pelaku kekerasan seksual pada anak dilakukan oleh orang-orang terdekat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087270/90-persen-pelaku-kejahatan-seksual-pada-anak-merupakan-orang-terdekat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087270/90-persen-pelaku-kejahatan-seksual-pada-anak-merupakan-orang-terdekat"/><item><title>90 Persen Pelaku Kejahatan Seksual pada Anak Merupakan Orang Terdekat</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087270/90-persen-pelaku-kejahatan-seksual-pada-anak-merupakan-orang-terdekat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/03/337/2087270/90-persen-pelaku-kejahatan-seksual-pada-anak-merupakan-orang-terdekat</guid><pubDate>Sabtu 03 Agustus 2019 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Sarah Hutagaol</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087270/90-persen-pelaku-kejahatan-seksual-pada-anak-merupakan-orang-terdekat-S4pz4MGtE6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Polemik MNC Trijaya &quot;Child Grooming &amp; Darurat LGBT&quot; (Sarah/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/03/337/2087270/90-persen-pelaku-kejahatan-seksual-pada-anak-merupakan-orang-terdekat-S4pz4MGtE6.jpg</image><title>Diskusi Polemik MNC Trijaya &quot;Child Grooming &amp; Darurat LGBT&quot; (Sarah/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih banyak terjadi di Indonesia. Polri menyebutkan berdasarkan penelitian 90 persen pelaku kekerasan seksual pada anak dilakukan oleh orang-orang terdekat.
&quot;Kejahatan ini ternyata berdasarkan penelitian 90 persen itu dilakukan oleh orang dekat,&quot; kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk &amp;lsquo;Child Grooming &amp;amp; Darurat LGBT&amp;rsquo; di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).
Asep mengungkapkan kekerasan seksual pada anak kebanyakan dilakukan pelaku pedofil. Mereka umumnya menyasar anak-anak usia 9 hingga 14 tahun.
Dalam rentan usia tersebut, anak-anak belum memiliki mental yang kuat dan sangat mudah dipengaruhi. Maka, pelaku kejahatan seksual mudah memperdai mereka. Anak yang tanpa perhatian orangtua jadi target utama.
&quot;Mereka ini menargetkan anak tak mendapat perhatian orangtuanya,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Asep Adi mengimbau kepada seluruh orangtua untuk memberikan edukasi mengenai seks kepada anak-anaknya. Sehingga, putra dan putri mereka mendapatkan pemahaman seks sejak dini.
&quot;Disampaikan secara baik begitu sehingga tak terperangkap pemahaman yang lebih awal, tapi lebih menjaga dirinya dengan baik,&quot; tutup Asep.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih banyak terjadi di Indonesia. Polri menyebutkan berdasarkan penelitian 90 persen pelaku kekerasan seksual pada anak dilakukan oleh orang-orang terdekat.
&quot;Kejahatan ini ternyata berdasarkan penelitian 90 persen itu dilakukan oleh orang dekat,&quot; kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk &amp;lsquo;Child Grooming &amp;amp; Darurat LGBT&amp;rsquo; di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).
Asep mengungkapkan kekerasan seksual pada anak kebanyakan dilakukan pelaku pedofil. Mereka umumnya menyasar anak-anak usia 9 hingga 14 tahun.
Dalam rentan usia tersebut, anak-anak belum memiliki mental yang kuat dan sangat mudah dipengaruhi. Maka, pelaku kejahatan seksual mudah memperdai mereka. Anak yang tanpa perhatian orangtua jadi target utama.
&quot;Mereka ini menargetkan anak tak mendapat perhatian orangtuanya,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Asep Adi mengimbau kepada seluruh orangtua untuk memberikan edukasi mengenai seks kepada anak-anaknya. Sehingga, putra dan putri mereka mendapatkan pemahaman seks sejak dini.
&quot;Disampaikan secara baik begitu sehingga tak terperangkap pemahaman yang lebih awal, tapi lebih menjaga dirinya dengan baik,&quot; tutup Asep.</content:encoded></item></channel></rss>
