<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkominfo Sebut Belum Semua Jaringan Komunikasi Normal Usai Mati Listrik</title><description>Ada beberapa titik saja. Karena kan belum 100 persen juga pasokannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/05/337/2087883/menkominfo-sebut-belum-semua-jaringan-komunikasi-normal-usai-mati-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/05/337/2087883/menkominfo-sebut-belum-semua-jaringan-komunikasi-normal-usai-mati-listrik"/><item><title>Menkominfo Sebut Belum Semua Jaringan Komunikasi Normal Usai Mati Listrik</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/05/337/2087883/menkominfo-sebut-belum-semua-jaringan-komunikasi-normal-usai-mati-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/05/337/2087883/menkominfo-sebut-belum-semua-jaringan-komunikasi-normal-usai-mati-listrik</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2019 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/05/337/2087883/mekominfo-sebut-belum-semua-jaringan-komunikasi-normal-usai-mati-listrik-FE3fKsF7UD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkominfo Rudiantara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/05/337/2087883/mekominfo-sebut-belum-semua-jaringan-komunikasi-normal-usai-mati-listrik-FE3fKsF7UD.jpg</image><title>Menkominfo Rudiantara</title></images><description>JAKARTA - Menkominfo Rudiantara menyebut belum semua jaringan komunikasi berlangsung normal sejak adanya peristiwa matinya listirik yang berlangsung di Pulau Jawa.
Menurut dia, terdapat beberapa titik jaringan telepon belum normal kembali. Namun, ia tak merinci dimana saja titik-titik sinyal komunikasi yang belum berfungsi tersebut.
&quot;Ada beberapa titik saja. Karena kan belum 100 persen juga pasokannya,&quot; kata Rudiantara di Kantor PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Ruiantara menerangkan, listrik di menara pemancar sinyal memang selama ini memang dipasok oleh PLN. Sehingga, jaringan komunikasi langsung drop empat jam setelah pasokan listrik terputus lantaran listrik hanya mampu di-cover empat jam sejak mati listrik.
&quot;Karena BTS  (menara pemancar) itu dipasok PLN dia juga disediakan UPS, UPS berfungsi 3 sampai 4 jam, kemudian untuk HUB perantaranya BTS itu HUB pakai genset, jadi UPS mati jadi gak terpasok listrik dan yang hidup hanya HUB,&quot; terangnya.

Meski demikian, BTS selama ini juga ada genset yang menyuplai aliran listrik guna memberikan jaringan komunikasi kepada masyarakat. Namun, tak semua pemancar listrik tersebut memiliki genset.
&quot;Kecuali di hub, karena ada genset. Dan beberapa lokasi penting ada genset, BTS di gedung itu hidup karena gedungnya ada genset. Kalau sinyal di gedung relatif berfungsi,&quot; imbuhnya.
Baca Juga: Bareskrim Bantu PLN Selidiki Penyebab Mati Listrik
Baca Juga: Kebakaran di Johar Baru Diduga Akibat Lilin
Rudiantara menyebut bahwa laporan provider hanya bisa mengcover sebanyak 25% persen kebutuhan sinyal saat adanya peristiwa mati listrik tersebut. Namun, ia menargetkan seluruh jaringan komunikasi berlangsung normal hari ini.
&quot;Sampai sekarang masih ada beberapa, tapi hari ini sudah selesai. Kemarin peaknya puncaknya antara pukul 15.00 WIB sore sampai pukul 18.00 WIB, artinya 25 persen puncaknya. Saya pantau,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menkominfo Rudiantara menyebut belum semua jaringan komunikasi berlangsung normal sejak adanya peristiwa matinya listirik yang berlangsung di Pulau Jawa.
Menurut dia, terdapat beberapa titik jaringan telepon belum normal kembali. Namun, ia tak merinci dimana saja titik-titik sinyal komunikasi yang belum berfungsi tersebut.
&quot;Ada beberapa titik saja. Karena kan belum 100 persen juga pasokannya,&quot; kata Rudiantara di Kantor PLN, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Ruiantara menerangkan, listrik di menara pemancar sinyal memang selama ini memang dipasok oleh PLN. Sehingga, jaringan komunikasi langsung drop empat jam setelah pasokan listrik terputus lantaran listrik hanya mampu di-cover empat jam sejak mati listrik.
&quot;Karena BTS  (menara pemancar) itu dipasok PLN dia juga disediakan UPS, UPS berfungsi 3 sampai 4 jam, kemudian untuk HUB perantaranya BTS itu HUB pakai genset, jadi UPS mati jadi gak terpasok listrik dan yang hidup hanya HUB,&quot; terangnya.

Meski demikian, BTS selama ini juga ada genset yang menyuplai aliran listrik guna memberikan jaringan komunikasi kepada masyarakat. Namun, tak semua pemancar listrik tersebut memiliki genset.
&quot;Kecuali di hub, karena ada genset. Dan beberapa lokasi penting ada genset, BTS di gedung itu hidup karena gedungnya ada genset. Kalau sinyal di gedung relatif berfungsi,&quot; imbuhnya.
Baca Juga: Bareskrim Bantu PLN Selidiki Penyebab Mati Listrik
Baca Juga: Kebakaran di Johar Baru Diduga Akibat Lilin
Rudiantara menyebut bahwa laporan provider hanya bisa mengcover sebanyak 25% persen kebutuhan sinyal saat adanya peristiwa mati listrik tersebut. Namun, ia menargetkan seluruh jaringan komunikasi berlangsung normal hari ini.
&quot;Sampai sekarang masih ada beberapa, tapi hari ini sudah selesai. Kemarin peaknya puncaknya antara pukul 15.00 WIB sore sampai pukul 18.00 WIB, artinya 25 persen puncaknya. Saya pantau,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
