<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ingin RAPBN 2020 Mampu Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Dunia </title><description>Kepala Negara ingin sidang kabinet paripurna ini merampungkan RAPBN 2020 beserta nota keuangannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/05/337/2087897/jokowi-ingin-rapbn-2020-mampu-antisipasi-ketidakpastian-ekonomi-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/05/337/2087897/jokowi-ingin-rapbn-2020-mampu-antisipasi-ketidakpastian-ekonomi-dunia"/><item><title>Jokowi Ingin RAPBN 2020 Mampu Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Dunia </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/05/337/2087897/jokowi-ingin-rapbn-2020-mampu-antisipasi-ketidakpastian-ekonomi-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/05/337/2087897/jokowi-ingin-rapbn-2020-mampu-antisipasi-ketidakpastian-ekonomi-dunia</guid><pubDate>Senin 05 Agustus 2019 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/05/337/2087897/jokowi-ingin-rapbn-2020-mampu-antisipasi-ketidakpastian-ekonomi-dunia-ODKM1ZnB7l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/05/337/2087897/jokowi-ingin-rapbn-2020-mampu-antisipasi-ketidakpastian-ekonomi-dunia-ODKM1ZnB7l.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kabinet Kerja menyusun Rancangan Undang-Undang beserta Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pencapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2020 yang mampu menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi gejolak ketidakpastian ekonomi dunia.
&quot;RAPBN 2020 harus bisa menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional kita dalam menghadapi gejolak eksternal yang ada,&quot; kata Jokowi dalam sidang Kabinet Paripurna bertajuk 'Rancangan Undang-Undang beserta Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2020' di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sambut 74 Tahun Kemerdekaan RI, Jokowi Membatik di Stasiun MRT

Kepala Negara ingin sidang kabinet paripurna ini merampungkan RAPBN 2020 beserta nota keuangannya. Sehingga, pemerintah bisa mengantisipasi ketidakpastian ekonomi dunia.
&quot;Kita masih melihat bahwa di tahun 2020 ekonomi global masih penuh dengan ketidakpastian. Karena itu, RAPBN 2020 harus bisa menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional kita dalam menghadapi gejolak eksternal yang ada,&quot; ujarnya.
Sidang Kabinet Paripurna ini merupakan persiapan sebelum penyampaian RAPBN 2020 beserta Nota Keuangannya kepada DPR yang akan berlangsung pada 16 Agustus 2019.
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Minta Pembangunan Danau Toba Berkonsep Milenial</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kabinet Kerja menyusun Rancangan Undang-Undang beserta Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pencapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2020 yang mampu menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional dalam menghadapi gejolak ketidakpastian ekonomi dunia.
&quot;RAPBN 2020 harus bisa menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional kita dalam menghadapi gejolak eksternal yang ada,&quot; kata Jokowi dalam sidang Kabinet Paripurna bertajuk 'Rancangan Undang-Undang beserta Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2020' di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/8/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sambut 74 Tahun Kemerdekaan RI, Jokowi Membatik di Stasiun MRT

Kepala Negara ingin sidang kabinet paripurna ini merampungkan RAPBN 2020 beserta nota keuangannya. Sehingga, pemerintah bisa mengantisipasi ketidakpastian ekonomi dunia.
&quot;Kita masih melihat bahwa di tahun 2020 ekonomi global masih penuh dengan ketidakpastian. Karena itu, RAPBN 2020 harus bisa menggambarkan kekuatan dan daya tahan ekonomi nasional kita dalam menghadapi gejolak eksternal yang ada,&quot; ujarnya.
Sidang Kabinet Paripurna ini merupakan persiapan sebelum penyampaian RAPBN 2020 beserta Nota Keuangannya kepada DPR yang akan berlangsung pada 16 Agustus 2019.
Baca Juga:&amp;nbsp;Presiden Jokowi Minta Pembangunan Danau Toba Berkonsep Milenial</content:encoded></item></channel></rss>
