<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenang Mbah Moen, Gus Miftah: Beliau Mendukung Dakwah Saya di Lokalisasi </title><description>Menurut dia, terakhir kali berkomuniksi dengan Mbah Moen dua hari sebelum lebaran. Melalui video call, almarhum menyampaikan dawuh tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/06/337/2088403/kenang-mbah-moen-gus-miftah-beliau-mendukung-dakwah-saya-di-lokalisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/06/337/2088403/kenang-mbah-moen-gus-miftah-beliau-mendukung-dakwah-saya-di-lokalisasi"/><item><title>Kenang Mbah Moen, Gus Miftah: Beliau Mendukung Dakwah Saya di Lokalisasi </title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/06/337/2088403/kenang-mbah-moen-gus-miftah-beliau-mendukung-dakwah-saya-di-lokalisasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/06/337/2088403/kenang-mbah-moen-gus-miftah-beliau-mendukung-dakwah-saya-di-lokalisasi</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2019 14:28 WIB</pubDate><dc:creator>Kuntadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/06/337/2088403/kenang-mbah-moen-gus-miftah-beliau-mendukung-dakwah-saya-di-lokalisasi-TXVFdZtwe8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KH Maimun Zubair atau Mbah Moen (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/06/337/2088403/kenang-mbah-moen-gus-miftah-beliau-mendukung-dakwah-saya-di-lokalisasi-TXVFdZtwe8.jpg</image><title>KH Maimun Zubair atau Mbah Moen (Foto: Ist)</title></images><description>SLEMAN &amp;ndash; Sempat menuai pro-kontra atas kegiatan dakwah di dunia malam, tidak menyurutkan langkah Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman atau dikenal dengan Gus Miftah untuk melanjutkan berdakwah dari kafe-kafe hingga lokalisasi.
Justru kegiatan berdakwahnya mendapat dukungan dari Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Maimun Zubair yang akrab disapa Mbah Moen, yang hari ini wafat di Makkah, Arab Saudi.
&amp;ldquo;Beliau dawuh, dakwah di dunia malam dilanjutkan. Tidak apa-apa karena anak-anak butuh ngaji,&amp;rdquo; ucap Gus Miftah mengenang Mbah Moen ketika dikonfirmasi, Selasa (6/8/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Mbah Moen Dikenang sebagai Sosok yang Memotivasi Anak Muda NU&amp;nbsp;

Menurut dia, terakhir kali berkomuniksi dengan Mbah Moen dua hari sebelum lebaran. Melalui video call, almarhum menyampaikan dawuh tersebut. Hanya saja niatan untuk bertemu pada lebaran lalu tidak kesampaian. Mbah Moen, justru mengirimkan hadiah kepada dirinya saat lebaran kemarin. Melalui orang terdekatnya mengirimkan surban, sandal dan parfum.
&amp;ldquo;Ada orang yang mengirim ke sini. Saya malah belum sempat ke sana,&amp;rdquo; urai kiai nyentrik yang kerap berdakwah dengan menggunakan kacamata hitam ini.
Menurutnya, Mbah Moen, merupakan sosok yang tidak pernah berhenti belajar. Meski sibuk sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, namun masih memberikan perhatian kepada persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.
&amp;ldquo;Mbah pernah berpesan, untuk sering berbicara tentang kebangsaan dalam setiap pengajian,&amp;rdquo; ujar Gus Miftah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polri: Mbah Moen Sosok Kiai NU yang Miliki Jiwa Nasionalisme Tinggi&amp;nbsp;
Untuk mendoakan, santri Ponpes Ora Aji juga melaksanakan Salat Ghaib dan mendoakan almarhum. Gus Miftah dikenal sebagai ulama nyentrik yang kerap berdakwah di tempat hiburan malam. Tidak jarang Gus Miftah menggelar pengajian di sejumlah kafe dan lokalisasi. Aksi ini pun sempat viral dan banyak mengundang pro-kontra. Belakangan ini Gus Miftah juga menjadi pembimbing Dedy Corbuzier menjadi muallaf.</description><content:encoded>SLEMAN &amp;ndash; Sempat menuai pro-kontra atas kegiatan dakwah di dunia malam, tidak menyurutkan langkah Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Miftah Maulana Habiburrahman atau dikenal dengan Gus Miftah untuk melanjutkan berdakwah dari kafe-kafe hingga lokalisasi.
Justru kegiatan berdakwahnya mendapat dukungan dari Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Maimun Zubair yang akrab disapa Mbah Moen, yang hari ini wafat di Makkah, Arab Saudi.
&amp;ldquo;Beliau dawuh, dakwah di dunia malam dilanjutkan. Tidak apa-apa karena anak-anak butuh ngaji,&amp;rdquo; ucap Gus Miftah mengenang Mbah Moen ketika dikonfirmasi, Selasa (6/8/2019).
Baca Juga:&amp;nbsp;Mbah Moen Dikenang sebagai Sosok yang Memotivasi Anak Muda NU&amp;nbsp;

Menurut dia, terakhir kali berkomuniksi dengan Mbah Moen dua hari sebelum lebaran. Melalui video call, almarhum menyampaikan dawuh tersebut. Hanya saja niatan untuk bertemu pada lebaran lalu tidak kesampaian. Mbah Moen, justru mengirimkan hadiah kepada dirinya saat lebaran kemarin. Melalui orang terdekatnya mengirimkan surban, sandal dan parfum.
&amp;ldquo;Ada orang yang mengirim ke sini. Saya malah belum sempat ke sana,&amp;rdquo; urai kiai nyentrik yang kerap berdakwah dengan menggunakan kacamata hitam ini.
Menurutnya, Mbah Moen, merupakan sosok yang tidak pernah berhenti belajar. Meski sibuk sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, namun masih memberikan perhatian kepada persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.
&amp;ldquo;Mbah pernah berpesan, untuk sering berbicara tentang kebangsaan dalam setiap pengajian,&amp;rdquo; ujar Gus Miftah.
Baca Juga:&amp;nbsp;Polri: Mbah Moen Sosok Kiai NU yang Miliki Jiwa Nasionalisme Tinggi&amp;nbsp;
Untuk mendoakan, santri Ponpes Ora Aji juga melaksanakan Salat Ghaib dan mendoakan almarhum. Gus Miftah dikenal sebagai ulama nyentrik yang kerap berdakwah di tempat hiburan malam. Tidak jarang Gus Miftah menggelar pengajian di sejumlah kafe dan lokalisasi. Aksi ini pun sempat viral dan banyak mengundang pro-kontra. Belakangan ini Gus Miftah juga menjadi pembimbing Dedy Corbuzier menjadi muallaf.</content:encoded></item></channel></rss>
