<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dua Hari Api Tak Padam, Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Terus Meluas</title><description>Kondisi lapangan yang terkadang jauh dari anak sungai membuat tim gabungan sulit menjangkau lokasi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/06/610/2088637/dua-hari-api-tak-padam-kebakaran-lahan-di-ogan-ilir-terus-meluas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/06/610/2088637/dua-hari-api-tak-padam-kebakaran-lahan-di-ogan-ilir-terus-meluas"/><item><title>Dua Hari Api Tak Padam, Kebakaran Lahan di Ogan Ilir Terus Meluas</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/06/610/2088637/dua-hari-api-tak-padam-kebakaran-lahan-di-ogan-ilir-terus-meluas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/06/610/2088637/dua-hari-api-tak-padam-kebakaran-lahan-di-ogan-ilir-terus-meluas</guid><pubDate>Selasa 06 Agustus 2019 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Melly Puspita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/06/610/2088637/dua-hari-api-tak-padam-kebakaran-lahan-di-ogan-ilir-terus-meluas-jNVcWdzoZe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran Hutan dan Lahan di Ogan Ilir tak kunjung padam (Foto: Manggala Agni)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/06/610/2088637/dua-hari-api-tak-padam-kebakaran-lahan-di-ogan-ilir-terus-meluas-jNVcWdzoZe.jpg</image><title>Kebakaran Hutan dan Lahan di Ogan Ilir tak kunjung padam (Foto: Manggala Agni)</title></images><description>PALEMBANG - Kebakaran lahan gambut yang berada di Desa Rambutan, Pemulutan, Pemulutan Barat, Arisan Deras dan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) semakin meluas. Diperkirakan sudah ratusan hektare lahan terbakar.

Personel dari Manggala Agni, TNI, Polri dan BPBD sudah diterjunkan untuk memadamkan api, bahkan 3 helikopter waterbombing sudah dikerahkan untuk membantu proses pemadaman, namun api belum juga bisa dipadamkan hingga Selasa (06/08/2019) malam.

Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Banyuasin, Tri Prayogi S.Hut mengatakan pihaknya sudah menambah personel dari 15 orang menjadi 30 orang lantaran kebakaran yang semakin meluas.



&quot;Ada penambahan 1 regu personel dari Manggala Agni Daops Banyuasin, sebelumnya ada 15 orang sekarang menjadi 30 orang,&quot; ujar Tri Prayogi kepada Okezone.

Kondisi lapangan yang terkadang jauh dari anak sungai membuat tim gabungan sulit menjangkau lokasi. Bahkan, karena medan yang jauh selang panjang harus dipersiapkan.

&quot;Situasi sekarang sudah sangat siaga. Karena musim kemarau ini, jadi agak susah air kadang kalaupun ada airnya jauh dari  lokasi api jadi harus menyambung selang banyak,&quot; kata Tri lagi.
</description><content:encoded>PALEMBANG - Kebakaran lahan gambut yang berada di Desa Rambutan, Pemulutan, Pemulutan Barat, Arisan Deras dan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) semakin meluas. Diperkirakan sudah ratusan hektare lahan terbakar.

Personel dari Manggala Agni, TNI, Polri dan BPBD sudah diterjunkan untuk memadamkan api, bahkan 3 helikopter waterbombing sudah dikerahkan untuk membantu proses pemadaman, namun api belum juga bisa dipadamkan hingga Selasa (06/08/2019) malam.

Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Banyuasin, Tri Prayogi S.Hut mengatakan pihaknya sudah menambah personel dari 15 orang menjadi 30 orang lantaran kebakaran yang semakin meluas.



&quot;Ada penambahan 1 regu personel dari Manggala Agni Daops Banyuasin, sebelumnya ada 15 orang sekarang menjadi 30 orang,&quot; ujar Tri Prayogi kepada Okezone.

Kondisi lapangan yang terkadang jauh dari anak sungai membuat tim gabungan sulit menjangkau lokasi. Bahkan, karena medan yang jauh selang panjang harus dipersiapkan.

&quot;Situasi sekarang sudah sangat siaga. Karena musim kemarau ini, jadi agak susah air kadang kalaupun ada airnya jauh dari  lokasi api jadi harus menyambung selang banyak,&quot; kata Tri lagi.
</content:encoded></item></channel></rss>
