<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesantren Bantah Enzo Calon Taruna Akmil Gabung Ormas HTI</title><description>Kepala Sekolah Ponpes Al Bayan, Deden Ramdhani, membantah pemuda blasteran Prancis itu anggota HTI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/07/337/2089046/pesantren-bantah-enzo-calon-taruna-akmil-gabung-ormas-hti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/07/337/2089046/pesantren-bantah-enzo-calon-taruna-akmil-gabung-ormas-hti"/><item><title>Pesantren Bantah Enzo Calon Taruna Akmil Gabung Ormas HTI</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/07/337/2089046/pesantren-bantah-enzo-calon-taruna-akmil-gabung-ormas-hti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/07/337/2089046/pesantren-bantah-enzo-calon-taruna-akmil-gabung-ormas-hti</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2019 19:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rasyid Ridho </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/07/337/2089046/pesantren-bantah-enzo-gabung-dengan-ormas-hti-qNrvdpVxBr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Enzo Zenz Allie (Pojok Kanan) (Foto: Rasyid/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/07/337/2089046/pesantren-bantah-enzo-gabung-dengan-ormas-hti-qNrvdpVxBr.jpg</image><title>Enzo Zenz Allie (Pojok Kanan) (Foto: Rasyid/Okezone)</title></images><description>SERANG - Pesantren Al Bayan tempat Enzo Zenz Allie (18) menimba ilmu membantah tuduhan terkait alumninya yang kini viral setelah lolos seleksi Akmil TNI dan berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan bahasa perancis terpapar paham radikalisme dan bergabung ke ormas terlarang.
Kepala Sekolah Ponpes Al Bayan, Deden Ramdhani, membantah pemuda blasteran Prancis itu anggota HTI. Kebersamaannya selama tiga tahun di pesantren tidak ada pelajaran atau paham yang menyimpang dari hukum.
&quot;Di lembaga kami itu sudah membentuk pemahaman ahli sunah waljanah, NKRI harga mati. Enzo bersih, saya jamin benar benar bukan HTI, sangat cinta NKRI,&quot; tegas Deden kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga: Viral Enzo Blasteran Indonesia-Prancis Lolos Akmil Ditanggapi Komisi I
Pihaknua jyva ssiap memberikan klarifikasi secara kelembagaan mengenai isu bahwa Enzo masuk organisasi terlarang. Sebab, pelajaran atau pemahaman tidak ada yang menyimpang bahkan bercorak kecintaan kepada Tanah Air.
&quot;Di kami setiap senin mengibarkan bendera merag putih, pelajaran ada PKN. Setiap tahun santri kami dikirim untuk menjadi pasukan pengibar bendera di kecamatan. Tahun ini saja ada 17 orang,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>SERANG - Pesantren Al Bayan tempat Enzo Zenz Allie (18) menimba ilmu membantah tuduhan terkait alumninya yang kini viral setelah lolos seleksi Akmil TNI dan berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan bahasa perancis terpapar paham radikalisme dan bergabung ke ormas terlarang.
Kepala Sekolah Ponpes Al Bayan, Deden Ramdhani, membantah pemuda blasteran Prancis itu anggota HTI. Kebersamaannya selama tiga tahun di pesantren tidak ada pelajaran atau paham yang menyimpang dari hukum.
&quot;Di lembaga kami itu sudah membentuk pemahaman ahli sunah waljanah, NKRI harga mati. Enzo bersih, saya jamin benar benar bukan HTI, sangat cinta NKRI,&quot; tegas Deden kepada wartawan, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga: Viral Enzo Blasteran Indonesia-Prancis Lolos Akmil Ditanggapi Komisi I
Pihaknua jyva ssiap memberikan klarifikasi secara kelembagaan mengenai isu bahwa Enzo masuk organisasi terlarang. Sebab, pelajaran atau pemahaman tidak ada yang menyimpang bahkan bercorak kecintaan kepada Tanah Air.
&quot;Di kami setiap senin mengibarkan bendera merag putih, pelajaran ada PKN. Setiap tahun santri kami dikirim untuk menjadi pasukan pengibar bendera di kecamatan. Tahun ini saja ada 17 orang,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
