<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suhu Dingin Membuat Titik Api di Gunung Arjuno Mulai Padam</title><description>Suhu dingin mencapai 4 derajat Celsius membuat titik-titik api di Gunung Arjuno menjadi padam.</description><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/07/519/2088729/suhu-dingin-membuat-titik-api-di-gunung-arjuno-mulai-padam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2019/08/07/519/2088729/suhu-dingin-membuat-titik-api-di-gunung-arjuno-mulai-padam"/><item><title>Suhu Dingin Membuat Titik Api di Gunung Arjuno Mulai Padam</title><link>https://news.okezone.com/read/2019/08/07/519/2088729/suhu-dingin-membuat-titik-api-di-gunung-arjuno-mulai-padam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2019/08/07/519/2088729/suhu-dingin-membuat-titik-api-di-gunung-arjuno-mulai-padam</guid><pubDate>Rabu 07 Agustus 2019 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/08/07/519/2088729/suhu-dingin-membuat-titik-api-di-gunung-arjuno-mulai-padam-grsZIU0E7b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Titik api di Gunung Arjuno sudah mulai padam. (Foto: Humas BPBD Kota Batu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/08/07/519/2088729/suhu-dingin-membuat-titik-api-di-gunung-arjuno-mulai-padam-grsZIU0E7b.jpg</image><title>Titik api di Gunung Arjuno sudah mulai padam. (Foto: Humas BPBD Kota Batu)</title></images><description>BATU &amp;ndash; Setelah melakukan pemadaman melalui jalur udara dan darat di Gunung Arjuno sisi barat pada wilayah Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, sejak Sabtu pekan lalu, titik api terlihat sudah mulai padam.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan empat titik api yang tersisa di tebing dekat jurang sudah padam.
Baca juga:  Water Bombing Dihentikan, BPBD Pantau Titik Api Gunung Arjuno Lewat Jalur Darat&amp;nbsp;
 
&quot;Suhu dingin di lokasi titik hingga 4 derajat Celsius menjadikan titik api bisa dikendalikan tim melalui jalur darat,&quot; ujar Rochim, Rabu (7/8/2019).

Alhasil, water bombing atau pemadaman api melalui udara pada Senin kemarin tidak dilakukan. Hal ini mengingat tim gabungan yang bergerak dari Brak Seng menuju titik api sudah mampu mengendalikannya.
Baca juga:   BNPB Kerahkan Helikopter Padamkan Kebakaran di Gunung Arjuno&amp;nbsp;
 
&quot;Berdasarkan hasil pemantauan dari udara dan tim dari darat pada lokasi titik-titik api tidak terpantau lagi titik api. Jadi, sudah padam,&quot; beber pria berkacamata ini.
Meski demikian, baik personel darat maupun udara masih tetap bersiaga di posko masing-masing. Bagi personel tim gabungan dari darat, tetap dilakukan pemantauan dan kordinasi di Pos Pantau Tahura R Soerjo di Sumberbrantas.Sedangkan satu tim udara yang ditempatkan di Lapangan Udara Abdul Rachman Saleh dengan helikopter BNPB pun tetap bersiaga.
&quot;Jadi kami masih pantau dan bersiaga terus pada titik-titik api yang sebelumnya terbakar,&quot; ungkap dia.
Baca juga:   BNPB Lanjutkan Pemadaman Kebakaran di Gunung Arjuno dengan Water Bombing&amp;nbsp;
 
Sebelumnya kawasan hutan di Gunung Arjuno terbakar sejak Minggu 28 Juli 2019. Bahkan, area hutan yang terbakar mencapai 300 hektare.

Luasnya area hutan yang terbakar serta topografi di lereng tebing yang curam dengan ketinggian 2.800 MDPL membuat api sulit dipadamkan melalui jalur darat.
Baca juga:   Kebakaran Hutan Gunung Welirang Padam, Petugas Masih Bersiaga di Lokasi&amp;nbsp;
 
Alhasil, BPBD Kota Batu menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan, dan meminta bantuan BPBD Provinsi Jawa Timur serta BNPB pusat untuk menangani kebakaran hutan yang ada.</description><content:encoded>BATU &amp;ndash; Setelah melakukan pemadaman melalui jalur udara dan darat di Gunung Arjuno sisi barat pada wilayah Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, sejak Sabtu pekan lalu, titik api terlihat sudah mulai padam.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim mengatakan empat titik api yang tersisa di tebing dekat jurang sudah padam.
Baca juga:  Water Bombing Dihentikan, BPBD Pantau Titik Api Gunung Arjuno Lewat Jalur Darat&amp;nbsp;
 
&quot;Suhu dingin di lokasi titik hingga 4 derajat Celsius menjadikan titik api bisa dikendalikan tim melalui jalur darat,&quot; ujar Rochim, Rabu (7/8/2019).

Alhasil, water bombing atau pemadaman api melalui udara pada Senin kemarin tidak dilakukan. Hal ini mengingat tim gabungan yang bergerak dari Brak Seng menuju titik api sudah mampu mengendalikannya.
Baca juga:   BNPB Kerahkan Helikopter Padamkan Kebakaran di Gunung Arjuno&amp;nbsp;
 
&quot;Berdasarkan hasil pemantauan dari udara dan tim dari darat pada lokasi titik-titik api tidak terpantau lagi titik api. Jadi, sudah padam,&quot; beber pria berkacamata ini.
Meski demikian, baik personel darat maupun udara masih tetap bersiaga di posko masing-masing. Bagi personel tim gabungan dari darat, tetap dilakukan pemantauan dan kordinasi di Pos Pantau Tahura R Soerjo di Sumberbrantas.Sedangkan satu tim udara yang ditempatkan di Lapangan Udara Abdul Rachman Saleh dengan helikopter BNPB pun tetap bersiaga.
&quot;Jadi kami masih pantau dan bersiaga terus pada titik-titik api yang sebelumnya terbakar,&quot; ungkap dia.
Baca juga:   BNPB Lanjutkan Pemadaman Kebakaran di Gunung Arjuno dengan Water Bombing&amp;nbsp;
 
Sebelumnya kawasan hutan di Gunung Arjuno terbakar sejak Minggu 28 Juli 2019. Bahkan, area hutan yang terbakar mencapai 300 hektare.

Luasnya area hutan yang terbakar serta topografi di lereng tebing yang curam dengan ketinggian 2.800 MDPL membuat api sulit dipadamkan melalui jalur darat.
Baca juga:   Kebakaran Hutan Gunung Welirang Padam, Petugas Masih Bersiaga di Lokasi&amp;nbsp;
 
Alhasil, BPBD Kota Batu menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan, dan meminta bantuan BPBD Provinsi Jawa Timur serta BNPB pusat untuk menangani kebakaran hutan yang ada.</content:encoded></item></channel></rss>
